Percaya Teori Konspirasi Covid-19, Pria Ini Kehilangan Istri

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 26 Agustus 2020 07:05
Percaya Teori Konspirasi Covid-19, Pria Ini Kehilangan Istri
"Empat setengah bulan lalu, saya masih berpikir kalau virus ini diberitakan secara berlebihan, sampai saya merasa sangat sakit,"

Dream - Seorang pria asal Florida, Amerika Serikat, Brian Hitchens, yang menyakini klaim bahwa virus corona adalah hoaks, harus kehilangan istri tercintanya, Erin, akibat Covid-19.

Bahkan, pada awal Mei 2020, ketika Brian dan Erin dinyatakan terinfeksi, mereka masih tidak mempercayainya. Keduanya tidak langsung mencari bantuan medis dan menganggap mereka hanya terjangkit flu biasa.

" Saya tidak takut virus ini karena saya tahu Tuhan lebih besar dari virus ini," kata Brian, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 25 Agustus 2020.

Pada 12 Mei 2020, kondisi mereka semakin parah. Brian kemudian beripikir ulang tentang pemahamannya soal virus Corona.

" Empat setengah bulan lalu, saya masih berpikir kalau virus ini diberitakan secara berlebihan, sampai saya merasa sangat sakit," ujarnya.

Sayangnya, Brian telat menyadari hal tersebut. Ia harus kehilangan Erin yang meninggal pada awal bulan Agustus lalu. Kondisi kesehatan Erin yang mengidap penyakit asma, memperparah kondisinya. Sementara Brian selamat.

" Sejak 12 Mei, istri saya harus menggunakan ventilator dan tidak ada tanda-tanda membaik. Istri saya akhirnya sampai di titik terakhir hidupnya bulan ini," ucap Brian yang kini percaya kalau virus corona bukan teori konspirasi.

1 dari 2 halaman

Setelah kehilangan sang istri, Brian merasakan penyesalan mendalam. Kepada BBC, ia mengingatkan agar masyarakat tidak lagi percaya teori konspirasi yang tersebar di Facebook.

" Ini adalah virus nyata yang mempengaruhi orang dengan cara berbeda. Saya tidak bisa mengubah masa lalu. Yang saya bisa hanya membuat pilihan lebih baik untuk masa depan."

" Kini, Erin sudah tidak menderita lagi, dia sudah damai. Saya akan terus merindukannya. Namun, saya tahu kalau dia sudah berada di tempat yang lebih baik," ujar Brian.

2 dari 2 halaman

Bermunculan Teori Konspirasi

Sejak bulan Juni lalu, laporan Center for Countering Digital Hate, yang berbasis di Amerika Serikat, menemukan ratusan informasi hoaks tentang virus corona. Informasi itu tersebar dalam 649 postingan di Facebook dan Twitter.

Laporan palsu itu membahas soal obat, propaganda anti-vaksinasi, hingga teori konspirasi seputar sinyal 5G.

Beri Komentar