Sholat Tahiyatul Masjid Dilaksanakan Secara Sendiri, Inilah Penjelasan dan Tata Caranya

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Minggu, 10 Juli 2022 18:01
Sholat Tahiyatul Masjid Dilaksanakan Secara Sendiri, Inilah Penjelasan dan Tata Caranya
Kesunahahan sholat tahiyatul masjid bisa hilang jika setiba di masjid langsung duduk.

Dream – Sholat sunah yang diajarkan dalam agama Islam sangatlah banyak. Meskipun ibadah tersebut tidaklah wajib, sahabat Dream yang selalu rutin menjalankannya akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Terlebih sholat sunah diyakini sebagai penyempurna dari sholat wajib yang selama ini sudah rutin ditunaikan.

Salah satu sholat sunah tersebut adalah sholat tahiyatul masjid. Sesuai dengan namanya, sholat ini memang dikerjakan di masjid. Lebih tepatnya saat kamu baru saja tiba di masjid. Sholat tahiyatul masjid dilaksanakan secara munfarid atau sendiri dan tidak diperbolehkan untuk dilakukan secara berjamaah.

Tujuan dari sholat tahiyatul masjid adalah sebagai bentuk menghormati masjid serta Dzat yang memiliki masjid tersebut. Itulah mengapa sholat sunah ini dikerjakan di awal sebelum sahabat Dream menjalankan sholat fardhu secara berjamaah.

Untuk mengetahui secara lebih jelas tentang sholat tahiyatul masjid dilaksanakan secara munfarid, hingga tata caranya, berikut sebagaimana dirangkum Dream melalui islam.nu.or.id dan merdeka.com.

1 dari 4 halaman

Pengertian dan Hukum Sholat Tahiyatul Masjid

Pengertian dan Hukum Sholat Tahiyatul Masjid© Shutterstock.com

Sholat tahiyatul masjid jika diartikan dari segi bahasa, maka berarti sholat sunah untuk menghormati masjid. Sedangkan dari segi istilah, sholat sunah tahiyatul masjid adalah sholat sunah dua rakaat yang dilakukan oleh seseorang yang memasuki masjid dan akan berdiam diri di dalamnya.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa sholat sunah tahiyatul masjid bertujuan untuk menghormati Dzat yang memiliki masjid tersebut, yaitu Allah SWT. Selain itu, sholat ini juga untuk meningkatkan spiritualitas dan manifestasi akan pengakuan seorang hamba kepada Allah SWT, bahwa sebagai hamba tidaklah berdaya.

Hukum melaksanakan sholat tahiyatul masjid adalah sunah yang berdasar pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah berikut ini:

Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid maka hendaklah ia mengerjakan sholat dua rakaat sebelum ia duduk.” (HR. Abu Qatadah).

Namun perlu sahabat Dream ketahui juga bahwasanya kesunahan sholat tahiyatul masjid bisa hilang jika seseorang ketika masuk masjid langsung duduk tanpa mengerjakan sholat sunah tersebut. Kecuali jika dirinya memang lupa atau saat duduk tidak dianggap lama, maka masih bisa untuk melaksanakan sholat tahiyatul masjid.

2 dari 4 halaman

Sholat Tahiyatul Masjid Dilaksanakan Secara Sendiri

Setelah mengetahui pengertian dan hukum dari sholat tahiyatul masjid, hal yang juga perlu sahabat Dream ketahui adalah bahwa sholat tahiyatul masjid dilaksanakan secara sendiri atau munfarid. Lalu, apakah bisa sholat sunah ini dikerjakan secara berjamaah?

Jawabannya adalah tidak. Hal itu karena sholat tahiyatul masjid masuk ke dalam kategori sholat sunah yang tidak dianjurkan dilakukan secara berjamaah. Sedangkan untuk rakaatnya sendiri, sholat ini dilaksanakan sebanyak dua rakaat yang diawali dengan niat terlebih dahulu seperti sholat-sholat lainnya.

3 dari 4 halaman

Tata Cara Sholat Tahiyatul Masjid

Tata Cara Sholat Tahiyatul Masjid© Shutterstock.com

Sahabat Dream sudah mengetahui alasan sholat tahiyatul masjid dilaksanakan secara sendiri atau munfarid. Kemudian untuk tata caranya sendiri tidaklah berbeda dengan sholat-sholat pada umumnya. Berikut adalah tata cara sholat sunah tahiyatul masjid yang perlu sahabat Dream ketahui:

1. Dimulai dengan takbiratul ihram. Saat mengangkat tangan, maka hendaknya juga berniat sholat sunah tahiyatul masjid. Berikut adalah bacaan niatnya yang bisa kamu hafalkan:

أُصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî tahiyatal masjidi rak’ataini sunnatan lillîhi ta’âla.

Artinya: “ Saya shalat Tahiyatul Masjid dua rakaat sunnah karena Allah ta’ala.”

2. Membaca ta’awudz dan surat Al-Fatihah. Kemudian dilanjutkan dengan membaca surat pendek yang ada di dalam Al-Quran.

3. I’tidal.

4. Sujud yang pertama.

5. Duduk di antara dua sujud.

6. Sujud yang kedua.

7. Duduk sejenak sebelum bangkit untuk melaksanakan rakaat sholat yang kedua.

8. Bangkit dari duduk dan mengerjakan rakaat sholat yang kedua dengan gerakan yang sama seperti rakaat sholat pertama.

9. Salam.

4 dari 4 halaman

Sholat Tahiyatul Masjid Tidak Dianjurkan dengan Kondisi Ini

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa sholat tahiyatul masjid hukumnya adalah sunah. Namun, hukum tersebut bisa saja berubah karena faktor-faktor tertentu. Oleh karena itu, sholat tahiyatul masjid tidak dianjurkan dengan kondisi berikut ini:

1. Kondisi pertama adalah saat masuk masjid dan imam sholat fardhu sudah mulai melaksanakan sholat berjamaah atau sudah dekat waktunya untuk sholat jamaah. Misalnya saja saat iqamah sudah dikumandangkan. Nah, kondisi ini tidaklah dianjurkan untuk melaksanakan sholat tahiyatul masjid.

2. Kondisi kedua adalah saat masuk ke Masjidil Haram (Makkah). Di saat seperti ini umat Islam tidak dianjurkan untuk melaksanakan sholat tahiyatul masjid dan lebih dianjurkan untuk melakukan tawaf.

3. Kondisi ketiga adalah saat hari Jumat dan proses membaca kotbah hampir selesai. Kondisi seperti ini tidak dianjurkan untuk sholat tahiyatul masjid.

Itulah penjelasan tentang sholat tahiyatul masjid dilaksanakan secara munfarid atau sendiri serta tata cara dan kondisi-kondisi yang tidak dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunah tersebut. Meskipun sholat tahiyatul masjid tidak wajib, namun jika kondisinya memungkinkan untuk dikerjakan, maka kerjakanlah sebagai bagian dari ibadah dan penambah pahala dari Allah SWT.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More