Mbape Selalu Merayakan Gol Dengan Tangan Dilipat Ke Ketiak Termasuk Di Piala Dunia 2022 (Sports Ilsutrated).
Dream – Pertandingan baru berjalan lima menit di Al Bayt Stadium, Kamis dini hari WIB, 15 Desember 2022. Tapi kemelut sudah terjadi di dalam kotak penalti Maroko. Pertandingan itu memang merupakan semifinal Piala Dunia 2022 yang mempertemukan Prancis melawan Maroko.
Bermula dari umpan terobosan Prancis di sayap kanan yang diterima Antoine Griezmann. Griezman lalu berlari menusuk sisi kanan pertahanan Maroko. Saat bek Maroko mendatanginya, Griezmann segera mengirim umpan tarik ke Kylian Mbappe yang berada di tengah kotak penalti.
Mbappe segera dikurung tiga bek Maroko. Jarak tembaknya dihalangi. Tapi Mbappe tetap bersikeras melepaskan tembakan keras.
Sepakan Mbappe itu melahirkan kemelut di depan gawang. Bola itu terbentur salah satu kaki bek Maroko dan menjadi bola liar. Terbang ke sisi kiri gawang Maroko.
Pada saat yang sama, bek Prancis, Theo Hernandez berada pada waktu dan tempat yang tepat tanpa seorang bek pun yang menjaga. Ia tinggal berhadapan dengan kiper Prancis Bono. Theo langsung menembak bola ke arah rumput lapangan sebelum bola memantul keras ke dalam gawang tanpa bisa dicegah kiper dan bek Maroko. Gol! Skor 1-0 bagi Prancis.
Tak hanya itu jasa Mbappe pada tim nasional Prancis dalam pertandingan semifinal itu.
Pada babak kedua, Prancis kembali bisa menggandakan keunggulan di menit ke-82 karena jasa Mbappe.
Lewat aksinya, Kylian Mbappe lagi-lagi bisa menguasai bola dan berada di dalam kotak penalti Maroko. Ia beraksi di tengah kepungan pemain belakang Maroko. Ia tetap menendang bola keras dan tersenggol kaki bek Maroko sehingga bola muntah ke kanan gawang.
Pada saat itu, pemain sayap kanan Prancis yang baru saja empat menit masuk sebagai pemain pengganti, Randal Kolo Muani, ada di tempat datangnya bola,
Maka dengan sekali sentuhan, Kolo langsung mengirim bola ke dalam gawang tanpa bisa dicegah kiper Bono. Gol! Prancis unggul 2-0.
Itulah dua gol beruntun Prancis yang menjebol kiper gawang Maroko, Bono, yang selama ini tidak pernah kebobolan, kecuali oleh gol bunuh diri bek Maroko saat melawan Kanada. Dan dua gol itu tercipta akibat kemelut yang diakibatkan oleh Mbappe.
Mbappe malam itu memang tidak mencetak gol. Tapi dia berjasa karena menciptakan dua kali kemelut di muka gawang Maroko, penyebab dua gol tercipta untuk keunggulan Prancis.
Unggul 2-0 atas Maroko, Prancis pun maju ke final untuk menghadapi finalis lain yakni Argentina.
Malam itu, Mbappe bersama Leonel Messi menjadi pencetak gol terbanyak. Mereka berdua sama-sama sudah mencetak 5 gol dan bersaing keras untuk perburuan Sepatu Emas pada malam final yang akan digelar Sabtu malam WIB 17 Desember 2022.
Ya, Mbappe memang sudah mencetak l5 gol di Piala Dunia Qatar.
Gol pertama Mbappe tercipta melalui sundulan ketika Prancis mengalahkan Australia 4-1.
Mbappe juga mencetak dua gol saat Prancis melawan Denmark dengan skor 2-1. Berkat dua gol Mbappe, Prancis jadi tim pertama yang lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2022.
Gol pertama Mbappe dalam pertandingan itu tercipta melalui serangan dari sisi sayap kiri yang dibangun Theo Hernandez dan Mbappe. Memainkan umpan 1-2, Theo memberikan bola pendek yang disambut sontekan Mbappe ke gawang. Schmeichel yang terhalang dua bek Denmark sehingga tidak bisa menepis bola. Mbappe pun mencetak gol.

(Gol Mbappe ke gawang Denmark/Fox Sports)
Mbappe membuat negaranya unggul lagi di menit ke-86. Kali ini dia dengan cerdik melihat umpan silang Griezmann mengarah ke tiang jauh dan sambil melompat, Mbappe mendorong bola ke gawang dengan paha kanannya. Gol!

(Mbappe saat mencetak gol kedua ke gawang Denmark/Pronthom Alo English)
Seperti biasa, dia merayakan kedua golnya dengan tangan dimasukkan ke ketiak. Menurut Mbappe perayaan ini terinspirasi oleh selebrasi adiknya, Ethan, saat mencetak gol ketika bermain plyastation FIFA bersamanya. Maka dia meminjam selebrasi adiknya sebagai selebrasi golnya.

(Perayaan gol khas Mbappe/Sports Ilustrated)
Brace atau dua gol Mbappe lainnya didapat saat Mbappe menjadi bintang kemenangan 3-1 timnas Prancis atas Polandia pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Stadion Al Thumama, Doha,
Lewat skema serangan balik cepat, Giroud berhasil mengirim umpan ke Ousmane Dembele di sisi kanan. Dembele kemudian mengirim umpan ke Mbappe di sisi kiri.
Dengan dingin Mbappe kemudian melepaskan tendangan keras ke pojok kanan atas gawang Polandia yang dikawal kiper Wojciech Szczesny. Mbappe pun mencetak gol keempat.
Mbappe lagi-lagi mencetak gol spektakuler pada menit ke-90+1. Setelah menerima umpan Marcus Thuram, Mbappe kemudian melakukan gerakan di dalam kotak penalti dan melepaskan tendangan keras ke pojok kiri atas kiper. Ini menjadi gol kelima Mbape.
Dengan lima gol itu, Mbappe telah resmi mengantongi 9 gol sejauh ini. Sebab, dia juga mencetak gol di Piala Dunia 2018 yang mengantar Prancis menjadi juara dunia sepakbola.
Dengan hasil itu, Kylian Mbappe, telah berhasil mengambil alih rekor Pele sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia untuk pemain di bawah usia 24 tahun, dengan sembilan gol.
Prestasi ini dipuji oleh Pele sendiri di jejaring sosialnya dan dia berterima kasih kepada Mbappe atas doanya ke Pele dalam menghadapi penyakit kanker. Pele mengatakan dia senang melihat Mbappe memecahkan rekornya.
" Terima kasih Kmbappe, saya senang melihatmu memecahkan satu lagi rekor saya di Piala ini, kawan!" tulis Pelé yang tengah dirawat di rumah sakit.

(Pele dan Mbappe/Marca)
Tak hanya itu, pada final Piala Dunia 2018, Mbappe berhasil mencetak gol saat dia berumur 18 tahun. Ia menyamai rekor Pele juga sebagai pemain termuda yang mencetak gol di ajang final Piala Dunia.
Mbappe memang terus membayang-bayangi rekor Pele…
***
Kylian Mbappé Lottin lahir pada 20 Desember 1998 di Paris, Prancis. Usianya kini 23 tahun.
Ia dibesarkan di Bondy, Seine-Saint-Denis, sebuah komune yang bejarak 10,9 km dari pusat kota Paris.
Ayahnya, Wilfried Mbappe, berasal dari Kamerun, dalah seorang pelatih sepak bola. Sedangkan ibunya, Fayza Lamari, berkulit putih, berasal dari Kabyle Aljazair dan mantan pemain bola tangan.

(Orangtua Kylian Mbappe dari Nigeria dan Aljazair/Life Bogger)
Mbappé memiliki adik laki-laki, Ethan, yang bermain untuk skuad U-12 Paris Saint-Germain pada 2018. Adik angkat Mbappé, Jirès Kembo Ekoko, juga seorang pemain sepak bola profesional.
Masa muda Kylian tidak begitu menyenangkan. Ia dibesarkan di pinggiran kota Paris (Bondy), sebuah kota yang pernah dilanda kekerasan dan kerusuhan.
Kerusuhan tahun 2005 adalah salah satu yang terburuk di komune itu, karena banyak mobil dan bangunan umum terbakar di sana.

(Kerusuhan di Bondy, tempat tinggal Mbappe/Life Bogger)
Semua ini terjadi di sekitar area tempat orang tua Mbappe.
Sederhananya, Bondy adalah kota yang identik dengan kerusuhan dan perselisihan sosial.
Orang menganggap pinggiran kota, yang terletak hanya 10 km dari Paris, sebagai tempat berkembang biaknya kejahatan dan terorisme. Hal itu terungkap dari artikel The New York Times tentang Kylian Mbappé and the Boys From the Banlieues.
Meskipun mengalami kerusuhan kotapraja di masa kecilnya, nasib Mbappe terjamin.
Ini karena Wilfried Mbappe, ayahnya yang merupakan seorang pelatih sepak bola, bersumpah untuk menjaga masa depan anaknya meski menghadapi kerusuhan.
Tumbuh di lingkungan Bondy, Kylian muda tidak akan pernah melepaskan diri dari sepak bola.
Obsesi Mbappe itu sampai membuatnya membawa bola ke tempat tidurnya dan menggunakannya sebagai bantal untuk membantu tidur. Dalam sebuah wawancara, ayahnya, Wilfried, pernah berkata tentang anaknya yang terobsesi dengan sepak bola.
“ Kylian lebih dari bergairah tentang sepakbola. Saya pikir dia gila. Cintanya melebihi cinta saya sebagai pelatih sepak bola…Kylian menonton semua pertandingan. Dia dapat menonton empat atau lima pertandinagn sekaligus,” kata Wilfred.

(Kamar Mbappe kecil dipenuhi poster pemain sepakbola/Life Bogger)
Mbappe berasal dari rumah tangga kelas menengah atlet yang kedua orang tuanya memusatkan gaya hidup mereka pada olahraga.
Sejak awal, orang tua Kylian Mbappe memastikan bahwa setiap anggota keluarga mereka menjadikan olahraga sebagai satu-satunya pekerjaan mereka.
Mbappe punya banyak darah bangsa yang mengalir. Ia memiliki garis keturunannya dari dua negara Afrika, yakni Nigeria dan Kamerun (melalui ayahnya) dan Aljazair (melalui ibunya).
Ayah Kylian, Wilfred Mbappe, adalah seorang Kamerun dengan akar keluarga Nigeria. Dia bermigrasi ke Prancis Utara untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ibu Kylian, Fayza Lamari, adalah orang Aljazair asal Kabyle yang sudah lama tinggal di Prancis.
Kylian Mbappe berasal dari akar keluarga ras campuran. Bisa dibilang dia memiliki darah Aljazair, Kamerun, dan Nigeria di dalam dirinya.
Menurut media Prancis, Wilfred, dalam upaya mendapatkan izin tinggal permanen, menikah dengan wanita Aljazair-Prancis, Fayza Lamari.
Meskipun sepak bola menjadi panggilan masa kecilnya, Kylian Mbappe isempat bersekolah di sekolah musik Conservatory dari usia 6 hingga 11 tahun.
Selama di sana, Kylian belajar membaca musik dan mempelajari seruling. Dia memuji gurunya, Céline Bognini, karena membantunya mempelajari hobi terbaik kedua (bernyanyi) setelah sepak bola.
Dulu, ketika guru musiknya memimpin paduan suara, Kylian bergabung dengannya dan bersama-sama, mereka tampil di taman balai kota Bondy. Repertoar lagunya sangat bervariasi – kebanyakan lagu Prancis.
Selain memberikan sedikit waktu untuk musik, Kylian kecil berkata " tidak" untuk hal-hal yang tidak penting seperti pergi ke sekolah secara penuh waktu.
Wilfried, ayahnya, mengadakan beberapa sesi belajar pribadi dengan Kylian. Singkatnya, ini adalah cara home-schooling Kylian sendiri.
Saat dia berusia enam tahun, pada tahun 2004, Wilfried mendaftarkan Kylian kecil di klub sepakbola AS Bondy di bawah asuhan kepelatihannya.
Dengan bantuan ayahnya, Kylian kecil menyerap aksi penyelesaian klinis, kecepatan, dan dribbling dengan cepat. Bahkan, salah satu pelatih mudanya di AS Bondy, Antonio Riccardi, pernah bercerita tentang dirinya.
”Pertama kali saya melatih Kylian, dia sudah berbeda. Dia dapat melakukan lebih banyak dari anak-anak lain di AS Bondy. Dribbling Kylian sudah fantasistis. Dan dia lebih cepat dari yang lainnya. Dia tetap pemain terbaik yang pernah saya lihat dalam 15 tahun membina anak-anak,” kata Antonio.

(Kylian Mbappe kecil dengan pialanya/Life Booger)
Selama jam non-sepak bola, tidak ada jalan-jalan dengan teman atau menghadiri acara apa pun untuk anak-anak. Kylian, tidak pernah menjalani kehidupan normal seperti kebanyakan anak.
Daripada menghadiri pesta ulang tahun atau pesta anak, orang tuanya mengadopsi pendekatan berbeda untuk membesarkan putra mereka.
Mereka mendapatkan ide untuk mengajak Kylian bertemu dengan para pahlawan sepak bola. Target pertama Fayza dan Wilfried adalah ikon Prancis – Thierry Henry.
Dianggap sebagai momen yang tidak akan pernah terlupakan, bertemu dengan legenda Arsenal adalah pengalaman yang luar biasa.

(Mbappe kecil dan Thierry Henry/Life Bogger)
Saat itu, Thierry Henry tidak sadar dia bersama bocah 5 tahun yang akan memecahkan dua rekor nasionalnya.
Pertemuan kedua berikutnya untuk anak petualang itu menjadi rencana untuk bertemu dengan pria yang berasal dari keluarga yang mirip dengan ibunya – Fayza Lamari.
Pada saat dia bertemu Zinedine Zidane, legenda Real Madrid itu tidak tahu bahwa anak laki-laki biasa akan memecahkan rekor Liga Championsnya.

(Mbappe kecil dan Zinedine Zidane/Life Bogger)
Bagi Wilfried, tidak perlu menunggu putranya menjadi manusia sebelum membekalinya dengan realitas kehidupan.
Ayah yang bijak secara religius membangun ikatan kasih sayang dengan Kylian-nya – menceritakan segalanya tentang kehidupan pada usia dini.
Saat itu, ketika mereka keluar, itu selalu tentang diskusi sepak bola. Itu adalah jejak persahabatan ayah-anak sejati yang tidak dapat digantikan oleh siapa pun.
Di saat Mbappe mendekati masa remajanya, Wilfried merasa sudah waktunya bagi sang anak untuk meninggalkan tempat lamanya (AS Bondy) menuju akademi yang lebih besar.
Clairefontaine adalah pusat sepak bola nasional Prancis. Mereka berspesialisasi dalam melatih anak-anak terbaik di seluruh negeri.
Hanya prospek sepakbola besar yang diizinkan bermain untuk Clairefontaine. Kylian Mbappe adalah salah satunya.

(Mbappe di sekolah sepak bola Clairefontaine/Life Bogger)
Dengan belajar sepak bola di sana, Kylian menjadi Hall of Fame. Dia bergabung dengan lulusan terkenal seperti Thierry Henry, Nicolas Anelka, Blaise Matuidi, Hatem Ben Arfa dan William Gallas.
Menampilkan sejumlah penampilan impresif, klub-klub besar Eropa, yaitu; Chelsea, Real Madrid, Liverpool, Manchester City dan Bayern Munich dll., mengundangnya untuk uji coba.
Pada usia 12 tahun, Kylian memulai perjalanan bertemu dengan tim-tim Eropa yang ingin menguji kemampuannya. Pemberhentian pertama ada di Inggris.
Sesampainya di Chelsea orang tua Kylian Mbappe memesan sebuah apartemen, di mana ia memajang wallpaper idolanya, Cristiano Ronaldo – di kamarnya.
Di markas Chelsea, anak yang antusias bermain bersama bintang muda Inggris Tammy Abraham dan Jeremie Boga.
Setelah pertandingan dimana timnya menang melawan Charlton (8-0), Kylian yang gembira pulang.
Sejarah mengatakan bahwa Mbappe berpose dengan kaos Chelsea yang dipersonalisasi dengan pola pikir bahwa dia telah memenangkan hati klub. Sayangnya, Chelsea FC tidak pernah memanggilnya.
Setelah pengalaman Inggris yang menyedihkan, orang tua Kylian Mbappe kemudian menghormati undangan Zinedine Zidane untuk mengunjungi Real Madrid.
Selama di sana untuk uji coba, dia mendapat kesempatan yang sangat ditunggu-tunggu untuk mengunjungi satu-satunya idolanya, Cristiano Ronaldo.

(Mbappe bersama Cristiano Ronaldo/Life Bogger).
Akhirnya, bagi anak muda itu, impian besar untuk melihat pemain yang ingin ditirunya terwujud. Belakangan, bahkan CR7 tidak pernah percaya bahwa bocah lelaki yang pernah dilihatnya akan menantang dominasinya di dunia sepakbola.
Nyatanya, gelar Liga Champions Kylian Mbappe tinggal satu hal lagi sebelum para penggemar mulai membanding-bandingkan dirinya dengan CR7.
Setelah negosiasi yang gagal antara klub-klub Eropa dan orang tuanya, anak muda itu akhirnya menetap di Monaco.
Dengan AS Monaco, Kylian Mbappe semakin kuat, suatu prestasi yang membuatnya dengan cepat lulus dari akademi mereka ke tim sepak bola senior.
Mbappe menandatangani kontrak profesional pertamanya – pada hari 6 Maret 2016. Sayangnya, dengan waktu bermain yang sedikit, penyerang muda itu menjadi frustrasi.
Panas ini mereda saat Ayahnya membuat ledakan. Wilfried mengeluarkan peringatan keras bahwa putranya akan mencari transfer di jendela Januari jika keadaan tidak berubah.
Tepat setelah itu, manajer Monaco, Leonardo Jardim, memutuskan untuk menurunkan Kylian melawan Montpellier.
Pertandingan itu menjadi terobosan Mbappe karena ia sangat terlibat dalam penghancuran Montpellier 6-2.
Sejak hari itu, bintang yang sedang naik daun itu selalu bermain di tim utama AS Monaco. Dengan 26 golnya di musim 2016-17, Kylian membantu AS Monaco memenangkan gelar Ligue 1.
***
Pada 31 Agustus 2017, Paris Saint-Germain mengumumkan penandatanganan Mbappé dari Monaco dengan status pinjaman.
Mbappé ingin menemukan klub prestisius di mana dia bisa memastikan tempat awal, dengan Piala Dunia hanya setahun lagi. Biaya yang diperlukan untuk transfer penuh berikutnya untuk menjadikan Mbappe pemain permanen PSG ditetapkan sebesar €145 juta atau Rp 2,4 triliun plus €35 juta atau Rp 580 miliar sebagai tambahan, menjadikannya remaja termahal yang pernah ada, transfer termahal yang pernah ada dalam liga domestik, dan berpotensi menjadi pemain termahal kedua di belakang rekan setimnya Neymar. Ia diberikan kaos nomor 29 setibanya di ibu kota Prancis. Padahal dia baru berumur 19 tahun.
Pada Juli 2018, Mbappé diberi jersey nomor 7 untuk musim mendatang bersama PSG, menggantikan nomor punggung yang dikosongkan oleh Lucas Moura. Mengusung tagar #K7LIAN, Mbappé menyatakan, " Saya terus berusaha untuk maju di lapangan dan menurut saya, bagi saya, ini adalah waktu yang tepat untuk mengganti nomor. Itu adalah penegasan. Seragam No. 7 adalah legenda satu dan banyak orang hebat telah memakainya. Saya harap saya bisa melakukan sesuatu dengan nomor ini di lapangan."
Pada 8 Oktober, Mbappé mencetak empat gol hanya dalam 13 menit dalam kemenangan kandang 5-0 atas Lyon dan menjadi pemain termuda (19 tahun dan 9 bulan) yang mencetak empat gol dalam satu pertandingan di Ligue 1 selama yang 45 musim terakhir. Pada 3 Desember, Mbappé menjadi pemenang perdana Trofi Kopa, yang dianugerahkan oleh France Football kepada pemain terbaik dunia di bawah usia 21 tahun.
Pada tanggal 21 April 2019, ia mencetak hat-trick dalam kemenangan 3-1 melawan Monaco, menjadi gol pertamanya melawan mantan klubnya. PSG menyelesaikan musim sebagai juara Ligue 1, dengan Mbappé memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Tahun Ini, sekaligus menyelesaikan musim sebagai pencetak gol terbanyak dengan 33 gol.
Pada musim, 2019–20 Mbappe kembali menjadi pencetak gol terbanyak liga dua kali berturut-turut. Pada 1 Mei 2020, PSG dinobatkan sebagai juara Ligue 1 setelah musim dihentikan karena pandemi COVID-19. Mbappé menyelesaikan musim 2019-20 sebagai pencetak gol terbanyak bersama di Ligue 1 dengan 18 gol.
Pada musim 2020–21, Mbappe kembali menjadi pencetak gol terbanyak Liga Prancis atau Ligue 1 untuk ketiga kalinya. Dia mengakhiri Ligue 1 dengan 27 gol, menjadi pencetak gol terbanyak untuk musim ketiga berturut-turut tetapi PSG kehilangan gelar liga - ini adalah pertama kalinya dalam karir Mbappé di mana dia tidak memenangkan Ligue 1 setelah empat kali sukses berturut-turut. Mbappé mengakhiri musim dengan penghargaan Ligue 1 Player of The Year dan tampil di Ligue 1 Team of The Season.
Pada 14 Agustus 2021, sebelum pertandingan kandang pembukaan Paris Saint-Germain musim 2021-22 melawan Strasbourg, Mbappé dicemooh oleh fans Parc des Princes di tengah rumor bahwa dia ingin bergabung dengan klub Spanyol Real Madrid. Pertandingan berakhir dengan kemenangan 4-2 untuk Parisians, dengan Mbappé membuat tiga gol timnya.

(Mbappe di PSG/Bola.net)
Pada 7 Desember, dia mencetak dua gol dalam kemenangan kandang 4-1 Liga Champions atas Club Brugge. Gol-golnya, yang ke-30 dan ke-31 di Liga Champions, membuatnya menjadi pemain termuda yang mencapai tonggak ini dalam sejarah kompetisi.
Pada 12 Desember 2021, Mbappé mencetak dua gol melawan Monaco di Ligue 1 untuk mencapai 100 gol untuk PSG. Pada usia 22 tahun dan 357 hari, ia menjadi pemain termuda yang mencetak 100 gol untuk satu tim di kasta tertinggi Prancis.
Pada 21 Mei 2022, Mbappé memperpanjang kontraknya dengan PSG hingga 2025, meski ada spekulasi kemungkinan transfer ke Real Madrid. Mbappé sendiri menelepon dan berbicara dengan presiden Real Madrid Florentino Pérez, dia mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan menandatangani kontrak dengan Real Madrid.
Menurut Sky Sports, rincian keuangan kontrak Mbappé termasuk gaji bulanan sebesar £4 juta atau Rp 77 miliar, membuatnya menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di dunia. Mbappé dan PSG juga dikabarkan mendapatkan angka bonus penandatanganan kontrak sekitar £100 juta atau Rp 1,9 triliun.
" Saya yakin bahwa di sini saya dapat terus berkembang di klub yang menyediakan semua yang diperlukan untuk tampil di level tertinggi. Saya juga senang untuk terus bermain di Prancis, negara tempat saya dilahirkan, tempat saya dibesarkan," kata Kylian Mbappe.
Beberapa jam setelah perpanjangan kontrak Mbappé, dia mencetak hat-trick dalam kemenangan 5-0 atas Metz, untuk menyelesaikan musim dengan 28 gol sebagai pencetak gol terbanyak untuk musim keempat berturut-turut. Ia menjadi pemain ketiga yang finis sebagai pencetak gol terbanyak Ligue 1 empat musim berturut-turut. Mbappé juga memberikan 17 assist atau umpan matang berbuah gol di musim ini, menjadi pemain pertama yang finis sebagai pencetak gol terbanyak dan pemberi assist terbanyak dalam sejarah Ligue 1.
***
Sementara kiprah Kylian Mbappe di tim nasional Prancis bisa dilacak sejak empat tahun lalu.
Pada 17 Mei 2018, Mbappé dipanggil ke skuat Prancis untuk Piala Dunia 2018 di Rusia. Pada 21 Juni 2018, ia mencetak gol Piala Dunia pertamanya dalam kemenangan 1-0 babak grup Prancis atas Peru. Ini membuatnya menjadi pencetak gol Prancis termuda dalam sejarah Piala Dunia pada usia 19 tahun.
Pada tanggal 30 Juni 2018, ia dinobatkan sebagai man of the match dalam kemenangan 4–3 atas Argentina, mencetak dua gol dan mengalami pelanggaran di dalam kotak yang mengakibatkan Antoine Griezmann membuka skor dari tendangan penalti. Mbappé adalah remaja kedua yang mencetak dua gol dalam pertandingan Piala Dunia setelah Pelé pada tahun 1958.
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Mbappé menyatakan: " Menyanjung menjadi yang kedua setelah Pelé tapi mari kita lihat konteksnya – Pelé ada di kategori lain."
Akhirnya Mbappe muda berhasil membawa Prancis menjadi juara dunia di Piala Dunia 2018.

(Mbappe saat meraih Piala Dunia 2018 dengan tim Prancis/Life Bogger)
Pada Piala Dunia FIFA 2022, Prancis memulainya dengan melawan Australia pada 22 November 2022. Dalam pertandingan tersebut, Mbappé terlibat dalam tiga dari empat gol Prancis dalam kemenangan 4–1; dia terlibat membangun untuk gol kedua, mencetak gol ketiga, sundulan dari umpan silang Ousmane Dembele, dan membantu Olivier Giroud untuk gol keempat.
Empat hari kemudian, Mbappé mencetak kedua gol Prancis dalam kemenangan 2-1 atas Denmark, mengamankan kualifikasi ke babak sistem gugur dan dengan demikian mematahkan " Kutukan Juara Piala Dunia" .
Di babak sistem gugur enam belas besar melawan Polandia, Mbappé mencetak dua gol, yang pertama masuk ke atas gawang dari jarak 14,6 meter dan yang kedua tendangan melengkung ke pojok atas, dalam kemenangan 3-1 untuk Prancis.
Dan setelah menyingkirkan Inggris di perdelapan final dan Maroko di semi final, Mbappe kini akan berhadapan dengan rekan setimnya di PSG: Lionel Messi yang memimpin Agentina. Karena itu pertarungan Mbappe dan Messi mungkin pertarungan abad ini. Siapa yang menang, akan menjadi GOAT alias Greatest off All Time atau pemain terbaik sepanjang masa. Dan Mbappe yang masih muda, bukan tak mungkin bisa menjadi yang terbaik.

(Mbappe meraih Sepatu Emas di Piala Dunia 2022/Fox Austin)
Pada partai final melawan Argentina kemarin, Mbapee mencetak 3 gol atau hatrick. Total ada 8 gol yang sudah dia cetak. Dia pun mendapat Sepatu Emas sebagai topskor Piala Dunia 2022. Sayang dia gagal membawa Prancis juara dunia keduanya dua kali berturut-turut. Namun tak bisa dibantah, dia adalah Greatest of All Time atau GOAT masa depan. Masa setelah era Messi dan Christiano Ronaldo berakhir. Tidak bisa tidak. (eha)
Sumber: Marca, Ligue 1, New York Times, Life Booger, GQ Magazine, Mirror, CNN, Sky Sports, BBC,