Sosok Isabella Guzman, Gadis Cantik Seorang Pembunuh Berdarah Dingin

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 7 September 2020 17:30
Sosok Isabella Guzman, Gadis Cantik Seorang Pembunuh Berdarah Dingin
Meski ia terbukti menikam ibunya,Isabella tidak dinyatakan bersalah dalam pengadilan.

Dream - Nama Isabella Guzman kembali menjadi perbincaraan hangat di berbagai sosial media.

Sedikit pengingat, Isabella Guzman merupakan wanita asal Colorado, Amerika Serikat, yang tega membunuh ibu kandungnya pada tahun 2013.

Pada saat pembunuhan, usia Isabella masih seorang remaja yakni berusia 18 tahun.

Meski ia terbukti menikam ibunya, ia tidak dinyatakan bersalah dalam pengadilan.

1 dari 4 halaman

Isabella Guzman© Daily Mail

Dilansir Daily Mail, 7 September 2020, gadis kelahiran tahun 1995 itu, dinyatakan memiliki gangguan kejiwaan sehingga ia harus dibawa ke rumah sakit jiwa di Institut Kesehatan Mental Colorado di Pueblo.

Pihak kejaksaan, George Brauchler menagatakan ini adalah kasus pembunuhan yang mengerikan dan kejam yang pernah dilakukan seorang anak perempuan terhadap ibu kandungnya.

Bagaimana tidak, gadis asal Colorado tersebut secara sadis menikam ibunya sebanyak 151 kali di bagian wajah dan leher yang membuat ibunya meninggal dunia.

" Tetapi sistem kami adalah sistem yang tidak hanya sarat dengan hukuman atau penjara, tetapi juga terikat pada keadilan, dan kamu harus melihat komponen ini, yaitu kesehatan mental," tegas George Brauchler.

2 dari 4 halaman

Dalam kesaksiannya, Dr. Richard Pounds mengatakan jika Isabella didiagnosis mengidap skizofrenia paranoid. Gejala utama skizofrenia yakni paranoid yang berujung pada delusi dan halusinasi

" Ada tanda-tanda halusinasi yang jelas. Dia menatap ke ruang hampa, berbicara dengan orang-orang yang tidak ada, dan dia menertawakan dirinya sendiri," kata Dr. Richard Pounds.

Gangguan jiwa itu diakibatkan trauma masa kecil. Diketahui, ayah dan ibunya bercerai sejak dia masih kecil. Isabella dan ibunya, Yun-Mi Hoy kerap bertengkar, apalagi semenjak ibunya menikah lagi dengan seorang pria bernama Ryan Hoy.

Menurut kepolisian, Isabella semakin sering melawan dan bertengkar dengan ibunya sejak pernikahan kedua ibuya. Diduga Isabella kesal dengan ibunya yang menikah lagi.

3 dari 4 halaman

Kirim Email Ancaman

Sehari sebelum membunuh ibunya, Isabella bertengkar hebat hingga meludahi ibunya. Isabella juga sempat mengirimkan email kepada ibunya yang berisi " Kau akan menebusnya" .

Ketika menerima email tersebut, ibunya sempat menelpon pihak kepolisian dan meminta datang ke rumahnya. Hingga akhirnya, polisi datang memenuhi permintaan ibunya.

Polisi datang dan tidak menemukan perdebatan atau kekacauan di rumah itu. Namun, polisi memperingatkan Isabella jika ibunya bisa saja mengusirnya dari rumah akibat perilaku yang diperbuat.

4 dari 4 halaman

Kronologi Kejadian

Sehari setelah ancaman melalui e-mail tersebut, Isabella melancarkan aksinya di rumah ibunya di blok 2600 Jalan South Lima. Kala itu, ayah tiri Isabella, Ryan Hoy ada disana dan mencoba membuka pintu kamar mandi, namun Isabella mendorong dengan punggungnya.

Tempat Kejadian Perkara© Daily Mail

Lalu, Ryan Hoy melaporkan kejadian tersebut dengan menelpon 911. Ketika polisi tiba, mereka menemukan jasad Yun-Mi Hoy dengan tubuh telanjang di kamar mandi lantai dua dengan kondisi banyak luka robek dan tusukan. Yun-Mi Hoy dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian pada pukul 10:28 malam.

Isabella diringkus dalam waktu 16 jam semenjak ditetapkan sebagai buronan. Saat itu, usianya masih 18 tahun, dan kini ia sudah berumur 25 tahun.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More