Facebook/@haramain.info
Dream - Dua tahun ini mungkin jadi momen sedih buat umat Islam. Munculnya pandemi membuat umat Islam di Indonesia tidak bisa menunanikan rukun Islam kelima, haji.
Menjadi pemakluman bersama jika Pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia dalam dua tahun ini. Sebab, Pemerintah bertanggung jawab untuk melindungi jiwa para jemaah haji.
Mungkin ini jadi momen sedih buat saudara kita yang sudah siap haji namun batal. Tetapi, bisa jadi momen lebih sedih lagi buat kita yang sudah sangat ingin menjadi tamu Allah di Tanah Suci namun belum mampu.
Janganlah bersedih, karena Allah pasti punya rencana. Selama kita terus menguatkan niat untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima, insya Allah akan ada jalannya.
Selain itu, amalkan terus doa ini setiap saat. Ini agar harapan untuk bisa berhaji bisa terwujud sesegera mungkin.

Rabbana taqabbal minna innaka anta sami'ul alim rabbana waj’alna muslimaini laka wamin zurriyatina ummatam muslimatan laka wa’arina manasikana wa tub’alaina innaka anta tawwabur rahim.
Artinya,
" Ya Tuhan kami semoga Engkau menerima (amalan ibadah kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Haji merupakan penggenap rukun Islam. Ibadah ini hukumnya wajib namun bagi mereka yang dinyatakan mampu.
Tentu kita semua ingin sekali bisa menunaikan ibadah haji. Meski tidak bisa dipungkiri, melaksanakan haji butuh biaya cukup besar dan fisik yang kuat.
Meski demikian, hal itu tidaklah menyurutkan niat umat Islam untuk pergi haji. Bahkan banyak umat Islam Indonesia berusaha keras agar bisa berhaji.
Mereka menyisihkan sebagian pendapatannya. Sedikit demi sedikit dikumpulkan demi bisa menjadi tamu Allah.
Tentu, doa dan harapan harus terus dipupuk. Amalan shalawat juga dapat menjadi perantara agar bisa segera melaksanakan haji.

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin tuballighuna biha hajja baitikal haram wa ziyarata qabri nabiyyika 'alaihi afdlalus shalatu was salamu fi luthfin wa 'afiyatin wa salamatin wa bulughil maram wa ‘alaa alihi wa shahbihi wa barik wa sallim.
Artinya,
" Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kami Muhammad dengan berkah shalawat yang dapat menyampaikan kami dengannya untuk berkunjung ke rumah Mu yang mulia dan mengunjungi makam nabi-Mu, atasnya shalawat dan salam yang paling utama dalam kelembutan, sehat, selamat, dan tercapai cita-citanya, serta berkahilah dan salam untuk keluarganya dan sahabat-sahabatnya."
Sumber: Bincang Syariah