Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Belajar Ditemaram Lampu Jalan

Reporter : Vinda Prashita
Rabu, 24 Agustus 2016 07:14
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Belajar Ditemaram Lampu Jalan
Bocah 2 SD itu mengungkapkan bahwa ia tidak dapat membaca di rumah. Lantaran...

Dream - Carilah ilmu sampai ke Negeri Cina. Begitu pepatah lama yang artinya terus belajar menuntut ilmu setinggi-tingginya. Namun kadang perasaan malas membuat kita enggan melakukan sesuatu terlebih hal yang tidak mereka sukai, seperti belajar.

Kondisi seperti ini memang cukup memprihatinkan dimana seorang anak dengan fasilitas tercukupi namun masih malas belajar. Sementara di luar sana, pelajar dengan segala keterbatasannya masih memiliki semangat untuk mengejar impian.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Filipina. Melalui akun facebooknya, Brian Parantar menceritakan apa yang ia temui pada hari Sabtu malam (20/08/2016). Dalam perjalanannya menuju Romandiyas di Calinan, kota Davao, Brian bertemu dengan seorang bocah yang belum ia kenal sebelumnya.

Pertemuan dengan bocah tersebut membuat hati Brian terenyuh. Ia mendapati seorang anak kecil membuka bukunya di bawah lampu jalan yang remang-remang.

Bocah yang duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar itu mengaku tidak dapat membaca di rumah. Lantaran pondok yang ia tinggali bersama keluarganya itu tidak ada listrik, sehingga tidak ada cahaya untuk meneranginya belajar. Simak cerita lengkapnya di sini...

Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)
4. Isi diluar tanggung jawab Redaksi

 

 

 

 

1 dari 1 halaman

Kisah Haru Bocah Belajar di Bawah Temaram Lampu McDonald

Kisah Haru Bocah Belajar di Bawah Temaram Lampu McDonald © Dream

Dream - Bocah itu berjongkok di belakang meja kayu. Memasang muka serius. Mata menyorot tajam buku yang dia corat-coret dengan pensil di tangan kanan.

Bukan di kamar belajar. Bukan pula di ruang kelas. Melainkan di pinggir jalan. Di bawah temaram lampu toko yang menjadi penerangan gratis.

Anak dalam foto itu adalah Daniel Cabrera. Bocah berusia 9 tahun asal Filipina yang tengah menggarap pekerjaan rumah yang diberikan guru di sekolah. Bocah itu tengah bekerja keras, menggapai mimpi menjadi dokter atau polisi.

Foto Daniel itu diambil oleh seorang mahasiswi kedokteran, Joyce Torrefranca. Dia sengaja memotret Daniel karena kagum dengan tekad bocah itu, yang mau belajar di tepi jalan. Joyce sengaja mengunggah foto itu ke media sosial untuk memotivasi banyak orang.

Foto Daniel kemudian menjadi viral. Banyak dibincangkan di dunia maya. Tak hanya di Filipina. Pengguna media sosial belahan lain Bumi pun turut kagum dengan kegigihan bocah itu. Belajar di pinggir jalan, menumpang penerangan dari lampu McDonald.

Bukan hanya soal kegigihan. Kisah hidup anak itu juga membuat haru. Daniel berasal dari keluarga miskin. Tak punya rumah. Hidup menggelandang. " Cerita Daniel lebih sedih dari fotonya," demikian laporan laman Metro.co.uk, sebagaimana dikutip Dream, Kamis 9 Juli 2015.

Kisah Daniel benar-benar nestapa. Sang bapak wafat saat rumahnya terbakar hebat. Saat ini, dia dipaksa mengemis di jalanan oleh sang ibu. Meski demikian, itu bukan hambatan. Semangat mengejar cita sebagai dokter dan polisi tetap membara di dalam jiwa.

" Sebagai mahasiswa, ini memberikan inspirasi kepada saya untuk bekerja keras. Saya beruntung orangtua saya menyekolahkan saya. Saya kadang-kadang ke kafe untuk belajar, tapi anak ini menyentuh saya," tulis Joyce yang mengunggah foto itu.

Meski dihimpit kesulitan, bukan berarti otak Daniel menjadi kering. Di sekolah, dia termasuk murid yang berotak cemerlang. Setiap diskusi, tanya jawab, dia aktif menjawab dan berpendapat. (Sah)

Baca Juga: Kisah Haru Gadis Penderita Kanker Tulang Sambut Sakaratul Maut Pelayan Diberi Tip Rp6,6 Juta, Alasannya Bikin Nangis Geger Penampakan Keranda Mayat Terbang di Depok Foto Menyedihkan, Bocah Tidur di Samping Lukisan Mendiang Ibu Masya Allah, Jenazah Guru Tetap Utuh Meski Terkubur 35 Tahun Ketulusan Aiptu Agus: Saya Hidup untuk Mengabdi dan Ibadah

Beri Komentar