Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Siapa bilang bicara di depan umum itu perkara mudah? Bagi yang tak terbiasa, ini jadi tantangan berat.
Rasa gugup sering muncul ketika berada di depan banyak orang. Saking gugupnya, tidak jarang orang jadi kesulitan bicara.
Akhirnya, ucapan jadi tidak terarah. Alhasil, pesan yang ingin disampaikan tidak bisa ditangkap oleh pendengar.
Kondisi ini umum terjadi di masyarakat. Tidak hanya di pengajian, namun juga rapat, baik skala besar maupun kecil.
Untuk mengatasinya, ada satu doa yang bisa diucapkan sebelum berbicara di depan umum. Doa tersebut tercantum dalam Alquran Surah Thaha ayat 25-28.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Rabbisyrakhli shadri wayassirli amri wakhlul 'uqdatam mil lisani yafqohu qouli.
Artinya,
" Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku."
Sumber: NU Online.
Dream - Pertemuan resmi seperti rapat, pengajian, diskusi, dan sebagainya sudah akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Tidak hanya di antara para pejabat, kegiatan ini berlaku hingga masyarakat tingkat RT.
Seringkali pertemuan digelar untuk membahas sejumlah hal. Tidak jarang pula pertemuan dilaksanakan sebagai sarana untuk menambah pengetahuan.
Dalam Islam, pertemuan tersebut dikenal dengan istilah majelis. Apapun yang dibahas, majelis digelar dengan tujuan untuk mendapatkan kemanfaatan.
Entah berupa keputusan bersama. Bisa pula mendapatkan pengetahuan baru.
Setiap kali majelis selesai, kita dianjurkan membaca doa sebelum meninggalkannya. Ini agar majelis tersebut membawa keberkahan kepada semua orang.
Dianjurkan membaca doa ini ketika hendak meninggalkan majelis pertemuan.

Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika. 'Amiltu su-an aw zholamtu nasi faghfirli fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.
Artinya,
" Maha Suci Engkau, Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku mohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Aku berbuat keburukan atau berbuat zalim kepada diriku sendiri. Maka ampunilah, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."
Advertisement