Tata Cara Sholat Tahajud dan Witir, Disertai Penjelasan Hukumnya

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 22 Desember 2021 18:45
Tata Cara Sholat Tahajud dan Witir, Disertai Penjelasan Hukumnya
Dalam satu malam tidak boleh ada dua sholat witir.

Dream – Rasulullah SAW menganjuri umatnya untuk menyempurnakan ibadah dengan menjalankan amalan sunnah. Amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah menjalankan sholat sunnah tahajud dan witir. Tata cara sholat tahajud dan witir dikerjakan pada malam hari, tepatnya dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir.

Sholat tahajud dilaksanakan sebelum sholat witir. Sebab posisi witir adalah sebagai penutup sholat pada hari itu. Kedua sholat ini memiliki keutamaan yang menakjubkan salah satunya adalah bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat hamba-Nya ke tempat yang lebih tinggi. Bahkan sholat witir menjadi penutup sholat setelah sholat tarawih di bulan ramadhan.

Tata cara sholat tahajud dan witir pun sangat mudah untuk dilakukan, terutama bagi orang yang sedang belajar syariat. Berikut ulasan selengkapnya tentang tata cara sholat tahajud dan witir dilengkapi dengan

1 dari 5 halaman

Tata Cara Sholat Tahajud

Ilustrasi© Shutterstock.com

Tata cara sholat tahajud dan witir perlu diketahui semua umat muslim mengingat keutamaan yang besar dari kedua sholat tersebut. Sholat tahajud merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan namun berat untuk dilakukan. Hal ini lantaran solat tahajud dikerjakan pada malam hari setelah tidur.

Pelaksanaan tata cara sholat tahajud dilakukan setiap dua rakaat salam. Jumlah rakaat sebenarnya tidak terbatas tetapi bila mengacu pada hadist Nabi SAW, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan sholat tahajud lebih dari 11 atau 13 rakaat.

Berikut tata cara sholat tahajud yang mudah ditiru bagi orang yang baru belajar syariat agama:

  • Niat dengan sunah membaca ushallii sunnatat tahajjudi rak’ataini (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta’aalaa. Yang artinya: Aku niat shalat sunnah tahajjud dua raka’at karena Allah ta’ala.
  • Takbiratul Ihram (disertai dengan niat di dalam hati).
  • Berdiri bagi yang mampu.
  • Disunahkan membaca doa iftitah.
  • Membaca Al Fatihah
  • Disunahkan membaca surat pendek atau ayat tertentu.
  • Ruku’ dengan thumaninah.
  • I’tidal dengan thumaninah.
  • Sujud yang pertama dengan thumaninah.
  • Duduk diantara dua sujud dengan thumaninah.
  • Sujud yang kedua.
  • Berdiri lagi untuk rakaat kedua.
  • Kemudian membaca al fatihah dan surat pendek.
  • Lalu ruku’, I’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.
  • Duduk tasyahud akhir.
  • Membaca tahiyat akhir.
  • Membaca sholawat atas Nabi saw.
  • Salam
  • Tertib atau berurutan.
  • Setelah melaksanakan serangkaian tata cara sholat tahajud di atas, disunahkan untuk dzikir dan membaca doa setelahnya.
2 dari 5 halaman

Tata Cara Sholat Witir

Seperti telah dibahas sebelumnya, bahwa tata cara sholat tahajud dan witir sangatlah mudah, terutama bagi orang yang baru belajar agama. Setelah membahas tentang tata cara sholat tahajud, maka saatnya membahas tata cara sholat witir.

Sholat witir memiliki jumlah rakaat yang selalu ganjil. Orang yang hendak melaksanakannya tidak dituntut melakukannya dalam rakaat tertentu asalkan dilakukan dengan ganjil.

Boleh melakukan sholat witir satu rakaat, tiga rakaat, atau lima rakaat dan seterusnya. Sebagaimana hadis Rasulullah, “ (Sholat) witir adalah hak bagi semua umat Islam, maka barang siapa yang suka untuk melakukan witir dengan lima rakaat, maka lakukanlah. Barang siapa yang suka melakukan witir dengan tiga rakaat, maka lakukanlah. Dan, barang siapa yang yang suka melakukan shalat witir dengan satu rakaat, maka lakukanlah.” (HR Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Berikut 3 tata cara sholat witir yang perlu diketahui:

1. Tata Cara Sholat Witir 1 rakaat 1 kali salam

  • Niat sholat witir 1 rakaat, ushalli sunnatan minal witri rak’atan lillahi ta’ala. Artinya: “ Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”
  • Takbiratul Ihram
  • Membaca Doa Iftitah
  • Membaca Surah Al-Fatihah
  • Membaca tiga surat sekaligus yakni Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan An-Nas atau surah lainnya
  • Ruku' dengan tuma'ninah
  • I'tidal dengan tuma'ninah
  • Sujud dengan tuma'ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah
  • Sujud kedua dengan tuma'ninah
  • Tasyahhud Akhir dengan tuma'ninah
  • Salam
  • Membaca dzikir dan Doa Sholat Witir

2. Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat 1 Salam

Tata cara sholat witir tiga rakaat, boleh dikerjakan dua rakaat kemudian diakhiri dengan satu rakaat, dengan masing-masing satu tasyahud dan satu kali salam. Boleh pula keseluruhan tiga rakaat sekaligus dengan satu kali salam.

  • Niat dengan sunah membaca ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'atin (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa. Artinya: " Saya berniat shalat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah ta'alaa.”
  • Takbiratul Ihram
  • Membaca Al-Fatihah
  • Membaca Suratan Pendek. Pada rakaat pertama disunahkan membaca surat Al A'la. Selanjutnya untuk rakaat kedua membaca surat Al-Kafiruun dan yang terakhir pada rakaat ketiga membaca tiga surat sekaligus yakni Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan An-Nas.
  • Ruku’
  • I'tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Berdiri lagi untuk rakaat kedua hingga ketiga seperti urutan yang dijelaskan.
  • Duduk tahiyat akhir.
  • Membaca tasyahud akhir.
  • Membaca sholawat Nabi.
  • Salam

3. Sholat Witir 3 Rakaat dengan 2 Rakaat Salam dan 1 Rakaat Salam

Selain kedua cara di atas, ada pula sholat witir tiga rakaat yang dikerjakan dengan cara dua rakaat salam kemudian dilanjutkan dengan satu rakaat salam. Semua urutannya sama, hanya saja pemenggalan rakaatnya saja yang berbeda.

3 dari 5 halaman

Doa Sholat Tahajud

Setelah mengetahui tata cara sholat tahajud dan witir di atas, maka dilanjutkan dengan membaca doa setelah sholat tahajud. Berikut doa setelah sholat tahajud:

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa‘dukal haqq. Wa liqa’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan naru haqq. Wan nabiyyuna haqq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haqq. Was sa‘atu haqq.

Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirlii ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a‘lantu, wa ma anta a‘lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.

Artinya:

" Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

4 dari 5 halaman

Doa Sholat Witir

Ilustrasi© Shutterstock.com

Setelah mengetaui doa setelah sholat tahajud, kamu juga perlu mengetahui doa setelah sholat witir  berikut ini.

 سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ، جَلَّلْتَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ بِالعَظَمَةِ وَالْجَبَرُوْتِ، وَتَعَزَّزْتَ بِالْقُدْرَةِ، وَقَهَّرْتَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ إنِّيْ أَعُوذُ بِرِضَـاكَ مِنْ سُخْطِكَ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم (وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ)  

Artinya:

“ Maha Suci Allah Penguasa Yang Kudus, Tuhan para malaikat dan Jibril. Engkau penuhi langit dan bumi dengan kemuliaan dan keperkasaan-Mu. Engkau memiliki keperkasaan dengan kekuasaan-Mu, dan Engkau tundukkan hamba-Mu dengan kematian. “ Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari siksaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

5 dari 5 halaman

Hukum Sholat Witir Setelah Tahajud

Setelah memahami tata cara sholat tahajud dan witir serta doanya, selanjutnya kita akan mengulas tentang hukum menjalankan sholat witir setelah sholat tahajud. Riwayat dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “ Sholat witir tidaklah seperti shalat wajib. Namun demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyunnahkannya. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah itu witir dan mencintai yang witir, maka lakukanlah witir, wahai Ahli Alquran.’” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad).

Berangkat dari hadis tersebut maka bisa diketahui bahwa hukum menjalankan sholat witir setelah sholat tahajud adalah sunnah muakkadah atau sunah yang sangat dianjurkan. Hal ini juga senada dengan pendapat mayoritas ulama Muslim.

Akan tetapi ada pula pendapat dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, yang mana beliau menyatakan hukum mengerjakan sholat witir setelah tahajud itu wajib karena orang tersebut punya kebiasaan melaksanakan sholat tahajud.

Dalil yang mendukung sholat witir setelah tahajud itu hukumnya wajib berasal dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut, “ Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat witir.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ada hal yang perlu jadi perhatian bagi umat Muslim yaitu dalam satu malam tidak boleh ada dua witir. Misalnya, jika seorang muslim sudah mengerjakan sholat witir sesudah melaksanakan sholat tawarih, maka tidak perlu lagi mengerjakan witir kedua setelah sholat tahajud.

Sepeti hadis yang diriwayatkan dari Thalq bin ‘Ali, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Tidak boleh ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, An-Nasa’i).

Itulah rangkaian tata cara sholat tahajud dan witir lengkap dengan bacaan doa dan hukumnya yang perlu kamu ketahui. Yuk mulai biasakan melaksanakan tata cara sholat tahajud dan witir untuk menghidupkan sepertiga malammu.

Beri Komentar