Turki Ingin Ubah UUD Jadi Konstitusi Islam

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 27 April 2016 09:29
Turki Ingin Ubah UUD Jadi Konstitusi Islam
"Untuk satu hal, konstitusi baru seharusnya bukan sekularisme," tutur Ismail Kahraman.

Dream - Ketua Parlemen Turki, Ismail Kahraman, menyerukan penerapan “ konstitusi Islam” dan meninggalkan sekularisme. Seruan ini menjadi kebalikan dari prinsip dasar pendiri Republik Turki modern.

“ Untuk satu hal, konstitusi baru seharusnya bukan sekularisme,” tutur Ismail Kahraman, sebagaimana dikutip Dream dari laman Albawaba, Selasa 26 April 2016.

Saat didirikan pada 1923, Turki modern telah menerapkan faham sekular. Kala itu, simbol-simbol Islam dilarang. Turki sepenuhnya menerapkan sistim sekular.

Setelah kudeta militer pada tahun 1980, Turki masih tetap menerapkan sistim sekular, namun mereka memandang agama sebagai cara yang efektif untuk melawan ide-ide sosialis. Islam kembali mendapat tempat.

Dan kini, partai berkuasa yang mengusung Presiden Recep Tayyip Erdogan, Partai AK, mendorong amandemen undang-undang dasar yang berlaku saat ini. Mereka ingin konstitusi yang lebih religius.

Anggota parlemen dari PAK dan partai oposisi telah bersepakat dan menilai bahwa negara mereka telah terlambat untuk melakukan amandemen tersebut.

Meski demikian, para kritikus takut konstitusi baru ini akan memberi kekuasaan lebih pada Erdogan. Para kritikus ini takut Erdogan akan mengganti sistim parlementer menjadi sistim presidensial. 

Beri Komentar