Begitu cintanya pada warna ungu ini, rumah Tety semuanya jadi serba ungu. Bukan hanya pada warna cat dan dekorasinya, tapi sampai ke hal-hal kecil seperti alat makan dan alat masaknya.
Ketika berada di depan rumah itu, kita tidak menemukan carport atau teras seperti rumah-rumah lainnya. Tapi kita akan mendapati deretan kamar dengan pintu dan jendela yang menghadap langsung ke jalan.
Pemilik rumah tidak membangun rumahnya dengan dinding yang menggunakan material bata, papan kayu, atau anyaman bambu tapi tempelen seng bekas yang sudah karatan.