Ikut Sebar Konten Bom Bunuh Diri Medan, Bisa Dipenjara 4 Tahun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 13 November 2019 11:22
Ikut Sebar Konten Bom Bunuh Diri Medan, Bisa Dipenjara 4 Tahun
Pelaku penyebaran konten terorisme juga diancam denda Rp750 juta.

Dream - Aksi bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pada Rabu 13 November 2019 tadi pagi. Hanya dalam beberapa menit, konten berisi potongan tubuh pelaku bom bunuh diri tersebar di media sosial. 

Jika mendapatkan konten tersebut, lebih baik tidak disebar kembali. Jika sampai tersebar, pelaku dapat terjerat sanksi hukum . 

Saat masih menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara pernah membuat imbauan agar masyarakat tidak menyebar konten terkait terorisme. Dampak yang ditimbulkan bisa besar terutama bagi anak-anak. 

“ Jangan buat anak-anak kita takut nantinya, karena itu yang diinginkan oleh yang membuat teror. Bangsa kita bukan bangsa penakut,” kata Rudiantara beberapa saat usai ledakan bom gereja di Surabaya pada 2018 lalu, dikutip dari Liputan6.com.

Terdapat dua titik tekan dalam imbauan Rudiantara. Pertama, memviralkan konten, baik foto, gambar, atau video aksi terorisme di media apa pun. Kedua, memperhatikan dampak penyebaran konten bisa menyukseskan tujuan pelaku, yaitu menebar ketakutan di masyarakat.


1 dari 4 halaman

Ancamannya Tak Main-main

Penyebaran konten mengandung aksi kekerasan melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pelakunya diancam dengan sanksi penjara atau denda ratusan juta rupiah.

“ Setiap orang dengan sengaja atau tanpa hak mengirimkan informasi elektronik atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan pribadi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah),” demikian bunyi Pasal 45B UU ITE


(Sumber: Liputan6.com/Jeko I. R)

2 dari 4 halaman

Polisi Sempat Kejar Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolresta Medan

Dream - Satu polisi terluka akibat ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Medan, Sumatera Utara.

" Satu orang polisi terluka," kata seorang anggota polisi dikutip dari , Rabu 13 November 2019.

Polisi yang terluka sudah dievakuasi dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.

Sebelum ledakan terjadi, polisi sempat mengejar pelaku yang menerobos masuk ke markas polisi. Pelaku meledakkan diri di dekat kantin.

" Kasi Propam sempat mengejar pelaku yang menerobos masuk Mapolres. Kemudian meledak di dekat kantin," ujar dia.

Setelah terjadi ledakan pada pukul 08.45 WIB, polisi menutup akses tempat kejadian perkara. Masyarakat dan media tidak diizinkan masuk ke Mapolresta Medan.

Masyarakat diminta berada di radius 15 meter dari pintu masuk. Saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan satu unit ambulans datang ke lokasi.

3 dari 4 halaman

Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan, 1 Tewas

Dream - Bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara. Kejadian ini berlangsung pada Rabu 13 November 2019 pukul 08.45.

Dikutip dari Liputan6.com, bom bunuh diri dilakukan oleh dua orang. Kedua orang memakai atribut Gojek, lalu meledakkan diri di kantin Polrestabel Medan.

Kejadian ini dilakukan sebelum apel siaga di Mapolrestabes Medan.

(Sumber: Liputan6)

4 dari 4 halaman

Detik-detik Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Dream - Bom bunuh diri meledak di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pada Rabu 13 November 2019. Kasus ini masih dalam penanganan Detasemen Khusus 88 dan Polda Sumatera Utara.

" Iya, masih diduga pelaku suicide bomber (bom bunuh diri),” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi Dream, di Jakarta, Rabu 13 November 2019.

 Bom bunuh diri di Polrestabes Medan



Kini, kejadian itu langsung ditangani oleh aparat. “ Saat ini sedang Olah Tempat Kejadian Perkara,” kata dia.

Dedi belum bisa menjelaskan secara rinci tentang kronologi peristiwa. Pihaknya sedang menunggu hasil investigasi.

“ Menunggu hasil investigasi lanjut,” kata dia.

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal