4 Vaksin Covid-19 Paling Potensial Mulai Diuji Klinis pada Manusia

Reporter : Sugiono
Selasa, 12 Mei 2020 15:33
4 Vaksin Covid-19 Paling Potensial Mulai Diuji Klinis pada Manusia
Empat vaksin Covid-19 yang saat ini dianggap paling potensial melawan virus corona dan dapat diproduksi dalam waktu dekat.

Dream - Dengan lebih dari 4,1 juta kasus di seluruh dunia dan hampir 283.876 kematian secara global, grafik kasus Covid-19 makin terus meningkat.

Pada saat yang sama, para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia berlomba melawan waktu untuk mengembangkan vaksin untuk virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Sampai saat ini, sudah hampir 100 kelompok peneliti bekerja sepanjang waktu untuk mengembangkan vaksin yang potensial dalam melawan virus Covid-19.

Perlu diketahui bahwa pembuatan vaksin biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun. Karena harus melewati serangkaian uji coba untuk menguji keamanan dan efisiensinya.

Tetapi dengan teknologi canggih dan pengetahuan yang memadai seperti saat ini, pengembangan vaksin kemungkinan hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri sedang mencari tahu vaksin Covid-19 yang paling potensial melalui evaluasi atau uji klinis terhadap manusia.

Dilansir dari Times of India, berikut adalah empat vaksin Covid-19 yang saat ini dianggap paling potensial melawan virus corona dan dapat diproduksi dalam waktu dekat.

1 dari 4 halaman

Vaksin Oxford University dari Inggris

Oxford University telah mengembangkan sebuah kandidat vaksin bernama ChAdOx1 nCoV-19 hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Kandidat vaksin tersebut menggunakan jenis virus flu biasa (adenovirus) yang sudah dijinakkan dan dikombinasikan dengan materi genetik dari SARS-CoV-2 (jenis virus corona yang menyebabkan Covid-19).

ChAdOx1 nCoV-19 akan memungkinkan tubuh mengidentifikasi protein lonjakan virus SARS-CoV-2. Saat ini kandidat vaksin Oxford University sedang dalam uji klinis fase-1. Para peneliti telah menyuntik sukarelawan yang sehat dengan ChAdOx1 nCoV-19 untuk mengetahui keamanan dan efisiensinya.

2 dari 4 halaman

Vaksin Moderna dari Amerika Serikat

Bekerja sama dengan Institut Nasional Penyakit Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), sebuah perusahaan bioteknologi di Massachusetts, Moderna, sedang mengembangkan vaksin Covid-19 berbasis RNA.

Kandidat vaksin bernama mRNA-1273 telah melalui uji coba fase 1 dan siap untuk memulai uji coba fase 2.

Vaksin RNA bekerja dengan masuk ke sel manusia dengan membawa instruksi molekuler untuk menciptakan protein virus. Setelah protein virus ini dikenali oleh tubuh, sistem kekebalan tubuh terpicu untuk menyerang virus SARS-CoV-2.

3 dari 4 halaman

Vaksin SinoVac Biotech dari China

Ilmuwan Cina mengklaim telah berhasil menguji vaksin yang potensial untuk melawan virus corona baru dengan melakukan percobaan pada monyet.

Untuk melakukan percobaan ini, para peneliti menyuntik monyet dengan vaksin bernama PiCoVacc yang dibuat oleh Sinovac Biotech, sebuah perusahaan biofarmasi.

Monyet-monyet itu kemudian terpapar virus corona. Setelah disuntik dengan vaksin PiCoVacc, monyet-monyet itu terlindung dari virus. Vaksin saat ini sedang menjalani uji klinis pada manusia.

4 dari 4 halaman

Vaksin Pfizer dan BioNtech dari AS dan Jerman

Perusahaan farmasi Pfizer di AS dan mitranya dari Jerman, BioNtech, bekerja sama untuk mengembangkan empat kandidat vaksin berbasis RNA. Mereka juga memulai uji klinis kandidat vaksin mereka yang diberi nama BNT162.

Kandidat vaksin mereka didasarkan pada messenger RNA yang dirancang khusus (mirip dengan vaksin Moderna).

Pengujian vaksin dilakukan di AS dan mereka berencana untuk menguji vaksin pada 360 sukarelawan sehat.

Beri Komentar