Asik! Sekarang Bisa Telfon dan Video Call Lewat WhatsApp Desktop

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 5 Maret 2021 07:35
Asik! Sekarang Bisa Telfon dan Video Call Lewat WhatsApp Desktop
WhatsApp berharap fitur itu akan memudahkan pengguna untuk berkomunikasi secara privat dan aman.

Dream - WhatsApp resmi meluncurkan fitur telepon dan video call lewat WhatsApp Desktop. WhatsApp berharap fitur itu akan memudahkan pengguna untuk berkomunikasi secara privat dan aman dengan keluarga ataupun teman.

WhatsApp mengklaim panggilan suara dan video individual tetap dilindungi oleh enkripsi end-to-end. Siapapun, termasuk WhatsApp, diklaim tidak bisa mendengar atau melihat panggilan pengguna yang dilakukan melalui ponsel maupun desktop.

WhatsApp menyampaikan terjadi peningkatan signifikan jumlah pengguna yang melakukan panggilan di WhatsApp sepanjang tahun 2020. Perusahaan menyebut panggilan yang berdurasi panjang paling dominan.

1 dari 5 halaman

Pada malam Tahun Baru 2021, WhatsApp panggilan suara dan video memecahkan rekor panggilan terbanyak yang pernah dilakukan dalam satu hari. WhatsApp mencatat panggilan suara dan video saat itu mencapai 1,4 miliar panggilan suara dan video.

" Saat ini, masih banyak sekali dari kita yang terpisah dari orang-orang terdekat, serta masih berusaha menyesuaikan diri dengan cara baru dalam bekerja. Oleh karena itu, kami ingin percakapan di WhatsApp sedapat mungkin terasa seperti percakapan tatap muka, terlepas dari lokasi atau perangkat yang digunakan," ujar WhatsApp dalam keterangan resmi yang diterima Dream, Kamis 4 Maret 2021.

WhatsApp menilai melakukan panggilan pada layar yang lebih besar akan memudahkan pengguna untuk berkolaborasi dengan pengguna lain. Untuk kenyamanan pengguna, panggilan desktop juga telah didesain agar dapat berfungsi tanpa kendala dalam orientasi potret maupun lanskap.

" Panggilan desktop akan ditampilkan sebagai jendela terpisah dengan ukuran yang dapat diatur dan selalu tampil paling depan. Dengan demikian, Anda tidak perlu mencari-cari panggilan video tersebut di antara tumpukan jendela lain yang sedang terbuka," kata WhatsApp.

2 dari 5 halaman

WhatsApp Desktop© Istimewa

Usai peluncuran fitur telepon dan video call di WhatsApp Desktop, WhatsApp mengaku akan mengembangkan fitur tersebut untuk mencakup panggilan suara dan video grup.

“ Kami berharap Anda akan menikmati panggilan desktop yang selalu privat dan aman dengan teman dan keluarga,” kata WhatsApp.

3 dari 5 halaman

Pengguna WhatsApp Tolak Aturan Baru, Siap-Siap Pesan Tak Terkirim 3 Bulan Lagi

Dream – WhatsApp, aplikasi pesan smartphone mengatakan secara bertahap akan 'mendepak' para pengguna yang tidak mematuhi perubahan kebijakan privasi baru.

Kebijakan itu akan mulai diterapkan pada 15 Mei 2021 mendatang. Sebelumnya, WhatsApp sempat mendapat kecaman dari penggunannya yang merasa khawatir platform chat tersebut akan membongkar isi percakapan mereka.

Kekhawatiran yang viral di media sosial membuat banyak pengguna WhatsApps yang berpaling ke platform chat lain.

Namun apa yang sebenarnya akan terjadi jika para pengguna menolak persyaratan terbaru yang dibuat WhatsApp tersebut?

Dalam email ke salah satu mitranya, ditinjau TechCrunch, WhatsApp yang juga merupakan milik Facebook mengatakan, “ Perlahan-lahan meminta pengguna untuk mematuhi persyaratan baru agar mereka memiliki fungsionalitas penuh (terhadap) WhatsApp."

Jika mereka tidak menerima persyaratan, “ Untuk waktu yang singkat, pengguna akan dapat menerima panggilan dan pemberitahuan, tetapi tidak dapat membaca atau mengirim pesan dari aplikasi,” jelas perusahaan.

“ Biasanya akan dihapus setelah 120 hari tidak aktif,” tambah perusahaan sebagai kebijakannya untuk para pengguna yang tidak mengaktifkan akun pada aplikasi.

4 dari 5 halaman

Sempat dapat reaksi tidak sedap

Layanan pesan instan itu juga mengklarifikasi bahwa pesan pribadi antar pengguna akan tetap dienkripsi end-to-end sehingga cuma antar pengguna itu saja yang dapat mengakses.

WhatsApp menerima reaksi beberapa penggunanya, termasuk yang berada di India, pasar terbesarnya, mengenai peringatan dalam aplikasi yang mengatakan mereka cuma memiliki waktu hingga 8 Februari kemarin untuk menyetujui persyaratan privasi yang direncanakan.

Hal tersebut berhubungan dengan dorongan baru ke dalam e-commerce, jika ingin terus menggunakan layanan aplikasi tersebut.

Reaksi balik dari hal di atas, WhatsApp merasa bahwa pengguna banyak yang merasa kebingungan akan pembaruan privasi yang direncakan.

“ Kami telah mendengar dari begitu banyak orang betapa banyak kebingungan yang terjadi seputar pembaruan terbaru kami. Ada banyak kesalahan informasi yang menyebabkan kekhawatiran dan kami ingin membantu semua orang memahami prinsip dan fakta kami,” jelas WhatsApp pada blog bulan lalu.

 

5 dari 5 halaman

Siap dengan aturan baru WhatsApp?

Sebenarnya sejak 2016, kebijakan privasi WhatsApp telah memberikan izin layanan untuk berbagi metadata tertentu dengan Facebook, seperti nomor telepon pengguna dan informasi perangkat.

Persyaratan baru ini dilakukan untuk menyempurnakan keterhubungan antar kedua aplikasi yang memungkinkan untuk berbagi pembayaran dan data transaksi.

Hal ini dilakukan untuk membantu mereka menargetkan iklan dengan lebih baik karena besar sosialisasi penawaran e-commerce dan berupaya menggabungkan platform perpesanannya.

WhatsApp dengan lebih dari dua miliar pengguna ini, pada bulan lalu telah menunda pemberlakuan peraturan baru selama tiga bulan perihal menjelaskan persyaratannya kepada para pengguna.

Jadi, siap dengan aturan baru WhatsApp?

(Laporan: Josephine Widya, Sumber: Techcrunch.com)

Beri Komentar