Ayah Bunuh Diri Usai Lihat Putrinya Ngambek Lihat Ponsel Pembeliannya

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 9 Juli 2020 08:35
Ayah Bunuh Diri Usai Lihat Putrinya Ngambek Lihat Ponsel Pembeliannya
Sang ayah mengurung diri di kamar setelah putrinya membantung ponsel. Esoknya dia ditemukan sudah tak bernyawa.

Dream - Pria paruh baya ditemukan meninggal rumahnya di Distrik Sepahijala, Tripura, India. Diduga pria berusia 50 tahun itu mengakhiri hidup dengan melakukan bunuh diri usai salah membeli Ponsel yang diminta anaknya.

Dikutip dari Hindustan Times, kepolisian mengatakan pria itu ditemukan meninggal di kamarnya pada Rabu pekan lalu. Sehari sebelumnya, dia sempat bertengkar dengan anaknya gara-gara salah membeli ponsel yang diminta.

Menurut hasil pemeriksaan sementara kepolisian, awalnya anak perempuan dari pria itu meminta ponsel karena harus menjalani kelas online karena sekolahnya tutup akibat pandemi Covid-19. Gadis tersebut diketahui pelajar yang masih duduk di kelas 10.

Gadis itu kemudian meminta kepada ayahnay agar dibelikan Ponsel. Mendengar permintaan putrinya, Sang ayah lalu bergegas ke toko dan membelikannya sebuah ponsel pada Selasa.

 

1 dari 2 halaman

Ponsel Malah Dibanting

Tetapi, ponsel tersebut ternyata tidak bisa digunakan untuk mengikuti kelas online. Keduanya lalu bertengkar dan gadis itu membanting ponsel tersebut.

Sang ayah lalu masuk kamar dan tidak terlihat lagi. Keesokan harinya, dia ditemukan sudah tidak bernyawa.

" Kami memeriksa beberapa penduduk setempat dan keluarganya tentang masalah ini," ujar pejabat kantor kepolisian Madhupur, Tapas Das.

Selama investigasi, banyak saksi menyebutkan pertengkaran antara ayah dan anak. Sebabnya pria tersebut tidak membelikan ponsel yang sesuai untuk anaknya.

2 dari 2 halaman

Bukan Kasus Bunuh Diri Pertama

" Kami melakukan post mortem dan menyerahkan mayat itu kepada mereka. Kami menetapkan ini adalah kasus kematian yang tidak wajar,” kata dia.

Ini bukan kasus bunuh diri pertama akibat kelas online di tengah pandemi. Banyak sekolah dan universitas dipaksa menggelar kelas online, sementara banyak pelajar yang tinggal di kawasan miskin harus berjuang agar bisa ikut serta.

Awal Juni lalu, satu pelajar di Kerala, India, bunuh diri lantaran tidak bisa mengikuti kelas online. Dia tidak punya TV ataupun ponsel.

Berasal dari keluarga miskin, dia khawatir pendidikannya terpengaruh hingga memutuskan kabur dari rumah. Beberapa hari kemudian dia ditemukan sudah tidak bernyawa. 

Beri Komentar