Penampakan Drone Elang Hitam, Pesawat Nirawak Buatan Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 31 Desember 2019 08:45
Penampakan Drone Elang Hitam, Pesawat Nirawak Buatan Indonesia
Diharapkan terbang perdana pada 2020.

Dream - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memamerkan kembali pesawat udara nir awak (PUNA) tipe medium altitude long endurance di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 30 Desember 2019.

Kepala BPPT, Hammam Riza mengutip pernyataan Menteri Riset dan Teknologi / BRIN Bambang P.S. Brodjonegoro, drone tipe MALE ini diberi sebutan Puna MALE Elang Hitam atau Black Eagle.

Menurut Riza, PUNA MALE Elang Hitam nantinya akan bertugas untuk mendukung pengawasan hutan dan lahan di Indonesia.

" Karhutla itu setiap tahun terjadi, itu butuh pengawasan yang terus terhadap awan, terhadap cuaca, terhadap titik panas, terhadap tinggi muka air dari lahan gambut," kata Riza, dilaporkan Liputan6.com, Senin, 30 Desember 2019.

Drone Elang Hitam© Instagram @bpp_tri

(Foto: Instagram @bppt_ri)

Selain pengawasan terhadap kerusahakan lahan, pesawat tanpa awak ini juga dapat mencegah ancaman di daerah perbatasan, terorisme, penyelundupan, pembajakan, hingga pencurian Sumber Daya Alam (SDA), pembalakan dan penangkapan secara ilegal.

1 dari 4 halaman

Target Terbang Perdana 2020

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI), Elfien Goentoro mengatakan, PUNA MALE merupakan pesawat yang diupayakan dapat mendukung kedaulatan Indonesia. Dia mengatakan, PUNA MALE ditargetkan terbang perdana pada 2020.

Kepala BPPT Hammam Riza memamerkan drone hasil pengembangan BPPT (Foto: Twitter @BPPT_RI)© Twitter @BPPT_RI

Kepala BPPT Hammam Riza memamerkan drone hasil pengembangan BPPT (Foto: Twitter @BPPT_RI)

Pesawat nirawak itu diharapkan pada akhir tahun 2021 sudah mendapatkan sertifikat tipe dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan Indonesia.

Dia menjelaskan, PUNA MALE hanya butuh landasan sepanjang 700 meter untuk lepas landas dan mendarat. Drone ini juga mampu terbang setinggi 20 ribu kaki dengan kecepatan maksimum mencapai 235 kilometer per jam.

" Pesawat ini dirancang untuk mampu terbang selama 30 jam di udara. Untuk sertifikasinya kita targetkan tahun 2024. Nanti dilengkapi dengan rudal," kata Elfien.(sah)

2 dari 4 halaman

Ngeri! Rusia Buat Drone Dilengkapi Senapan AK-47

Dream - Rusia membuat kreasi senjata yang mengerikan. Muncul di media sosial Rusia, video inovasi pesawat tanpa awak yang dilengkapi senapan Kalashnikov AK-47.

Cuplikan video kendaraan udara tanpa awak itu muncul setelah pembuat senjata rusia Almaz-Antey mengajukan paten pada Februari 2019, mengenai pesawat tak berawak dilengkapi AK-47.

Defence-Blog melaporkan, serangkaian gambar paten Almaz-Antey menunjukkan desain yang sangat sederhana. Pesawat tanpa awak itu terpasang senapan.

Purwarupa ini menjadi gambaran menakutkan mengenai masa depan persenjataan. Drone yang kecil dapat menembaki pasukan musuh dengan senapan dari udara.

Belakangan diketahui, pesawat tanpa awak dilengkapi dengan autoloading smooth-bore Carbine Vepr-12 Hummer yang memiliki fitur serbu elektronik dan kotak peluru untuk 10 putaran.

Pesawat tanpa awak ini membuat bidikan dalam mode otomatis. Pesawat tanpa awak ini akan terus terbang dengan lintasan yang ditentukan. Jika target meleset, pesawat tanpa awak ini terus mengikuti objek tanpa menyesuaikan lebih lanjut lintasan.

Rusia telah meluncurkan sejumlah pesawat yang tidak biasa dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk drone bawah laut yang dimaksudkan untuk melawan penyelam bawah laut.

3 dari 4 halaman

Rudal Zircon, Senjata Rusia yang Bisa Lumat AS Jadi Debu

Dream - Persaingan senjata antara Rusia dan Amerika Serikat tak pernah berujung. Kali ini, giliran Rusia yang unjuk kekuatan dengan menguji coba rudal jelajah bernama Tsirkon, alias Zircon.

Menurut laman inquisitr.com, pada hari Minggu lalu sebuah siaran berita televisi Rusia mengupas rudal jelajah yang menjadi ancaman nyata bagi militer Amerika Serikat itu. Misil ini bisa diluncurkan dari atas kapal perang.

Menurut Popular Mechanics, sebagaimana dikutip inquisitr.com tersebut, kemampuan rudal jelajah Zircon diklaim sangat mengejutkan. Senjata mematikan ini bisa melaju dengan kecepatan hipersonik, 6.000 mil perjam. Atau sekitar 9.656 kilometer perjam.

Laporan pada uji coba Desember silam menyebut bahwa misil ini mampu melaju dengan kecepatan 1,7 mile perdetik. Itu artinya bisa terbang dengan kecepatan 6.138 mile perjam. Atau sekitar 9.878 kilometer perjam.

Keberadaan rudal jelajah Zircon selama ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan intelijen Amerika Serikat. Namun, pada Februari lalu Presiden Rusia, Vladimir Putin, baru mengonfirmasi bahwa negaranya mengembangkan rudal ini.

" AS pernah mencari dominasi global melalui program misilnya. Mereka harus meninggalkan ilusi, kami akan selalu merespons dengan respons timbal balik," kata Putin dalam pidato sekitar tiga minggu lalu. Putin juga mengklaim bahwa kemampuan rudal hipersonik ini " tak terkalahkan."

4 dari 4 halaman

Uji Coba

Pada hari Minggu, seperti dilaporkan melalui Twitter oleh jurnalis sekaligus pengamat Rusia, Julia Davis, dalam laporan tentang rudal Zircon, sebuah siaran berita televisi negeri Beruang Merah itu mengklaim " sistem pertahanan rudal AS berubah menjadi debu."

Menurut laporan Fast Company, rudal itu awalnya dirancang untuk menarget kapal. Tetapi sekarang diyakini juga punya kemampuan menyerang target di darat.

Sementara, laman Navy Recognition mengutip sebuah sumber yang menyebut bahwa uji coba peluncuran rudal Zircon melalui kapal perang angkatan laut akan dilakukan akhir 2019.

" Fregat kelas Laksamana Gorshkov, juga dikenal sebagai Proyek 22350, dari Armada Utara akan digunakan," kata sumber itu. Namun belum ada konfirmasi resmi tentang informasi ini.

Navy Recognition juga menyebut rudal Zircon punya kemampuan yang lebih besar untuk menghancurkan kapal induk.

Menurut laman Newsweek.com, intelijen AS menyebut bahwa Rusia siap memproduksi misil Zircon mulai 2021 dan mengoperasikannya pada awal 2022. Celakanya, laporan itu menyebut sistem pertahanan AS tak mampu mencegah ancaman itu.

Beri Komentar