Bukan Gelombang Panas! BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Beberapa Hari Ini

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 14 November 2020 16:12
Bukan Gelombang Panas! BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Beberapa Hari Ini
Beredar pesan hoaks yang mengatakan Indonesia sedang mengalami gelombang panas. Ini penjelasan BMKG

Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah kabar hoaks adanya gelombang panas yang sedang melanda Indonesia saat ini. Pesan itu beredar viral melalui sosial media dan aplikasi percakapan.

Dalam pesan yang beredar disebutkan bhawa cuaca saat ini sangat panas dan bisa mencapai 40 derjata celcius pada siang siang hari. Masyarakat diimbau untuk menghindari minum es atau air dingin.

" Berita yang beredar ini tentu tidak tepat, karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Sabtu, 14 November 2020.

Dalam keterangan itu dijelaskan gelombang panas dalam ilmu klimatologi didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas yang tidak biasa yang biasanya berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih (sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO) disertai oleh kelembapan udara yang tinggi.

Cuaca Panas© BMKG

(Foto: BMKG)

 

1 dari 3 halaman

Ini Kondisi Gelombang Panas

Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik, misalnya 5 derajat celcius lebih panas, dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, dan setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut.

" Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama maka tidak dikatakan sebagai gelombang panas."

Gelombang panas umumnya terjadi berkaitan dengan berkembanganya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten dalam beberapa hari. Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi) sehingga termampatkan dan suhunya meningkat.

Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut. Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, semakin meningkat panas di area tersebut, dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Cuaca Terpanas di Indonesia

Dari pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia diketahui suhu tertinggi di siang hari mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Tercatat suhu di atas 36 derajat celcius terjadi di Bima, Sabu, dan di Sumbawa pada catatan meteorologis tanggal 12-11-2020.

Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima yaitu 37,2C. Namun catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di Bulan November.

 

3 dari 3 halaman

Dugaan Penyebab Cuaca Panas Saat Ini

BMKG memperkirakan suhu maksimum yang meningkat dalam beberapa hari ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor. Pada November, kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa dalam perjalannya menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator.

Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi 2 kali yaitu di bulan November dan April, sehingga puncak suhu maksimum mulai dari Jawa hingga NTT terjadi di seputar bulan-bulan tersebut.

Cuaca cerah juga menyebabkan penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan. Cuaca cerah di Jakarta dalam dua hari terakhir berkaitan dengan berkembangnya siklon tropis VAMCO di Laut Cina Selatan yang menarik masa udara dan awan-awan sehinggga menjauhi wilayah Indonesia bagian selatan sehingga cuaca cenderung menjadi lebih cerah dalam 2 hari terakhir.

Beri Komentar