Cegah Hoax Rusuh 22 Mei, Menkominfo Batasi Akses WhatsApp

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 22 Mei 2019 14:53
Cegah Hoax Rusuh 22 Mei, Menkominfo Batasi Akses WhatsApp
Pembatasan ini dalam bentuk perlambatan saat akan mengunduh atau mengunggah foto atau video di aplikasi WhatsApp.

Dream - Buntut kerusuhan aksi 22 Mei yang terjadi di beberapa titik Jakarta, terjadi penyebaran foto-foto dan video-video hoax di sosial media yang dikaitkan dengan kerusuhan. Untuk mengantisipasi penyebaran hoax itu pemerintah membatasi akses sosial media.

" Pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap. Pembatasan dilakukan terhadap platform-platform sosial media," ujar Menkominfo Rudiantara dalam keterangan pers bersama di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu 22 Mei 2019.

Menurut Rudiantara, foto-foto dan video-video yang beredar itu kemudian bukan menjadi viral di sosial media melainkan di fitur aplikasi WhatsApp.

Pembatasan ini dalam bentuk perlambatan saat akan mengunduh atau mengunggah foto atau video di aplikasi WhatsApp.

" Modusnya screencapture diambil kemudian viralnya bukan di sosial media melainkan di WhatsApp. Jadi teman-teman, kita semua akan mengalami perlambatan bila melakukan download atau upload video dan foto," terang Rudiantara.

Mengapa itu dilakukan? Karena secara psikologis, lanjut Rudiantara, gambar foto atau video yang provokatif, meski tanpa teks, dapat memicu emosi mereka yang membaca.

" Saya mohon maaf, tapi ini sekali lagi sementara. Jadi sekarang kita kembali ke media mainstream, kita appreciate media mainstream," tutup Rudiantara.

Sejak semalam, memang beredar sejumlah foto dan video yang tidak ada hubungannya dengan peristiwa kerusuhan semalam. Seperti misalnya, Brimob mengejar demonstran ke dalam masjid sampai seorang pria yang tertusuk sangkur di kepalanya. Semua gambar dan video itu terbukti hoax. (ism)

1 dari 2 halaman

Perusuh 22 Mei Dibayar Rp6 Juta

Dream - Polisi menyita amplop dari sejumlah orang yang ditangkap saat terjadi kerusuhan di beberapa wilayah Jakarta, Rabu dinihari, 22 Mei 2019. Amplop-amplop itu berisi uang.

" Yang diamankan ini kita lihat termasuk di depan Bawaslu juga ditemukan di mereka amplop uang yang berisi uang total kurang lebih Rp6 juta terpisah amplop-amplopnya," kata Kapolri, Jenderal Polisi Toto Karnavian, di Jakarta.

Menurut Tito, orang-orang yang ditangkap dalam kerusuhan itu mengaku dibayar. Namun, Tito tidak menyebut pihak yang membayar para perusuh tersebut.

" Mereka mengaku ada yang membayar dan kemudian kita lihat sebagian dari pelaku yang melakukan aksi anarkis ini memiliki tato. Nanti bisa dilihat sendiri," tambah dia.

2 dari 2 halaman

Datang, Langsung Serang

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Tito menyebutkan bahwa kelompok perusuh ini berbeda dengan massa pendemo yang menggelar aksi di depan kantor Baawaslu pada Selasa siang. Kelompok perusuh ini datang setelah massa pendemo di Bawaslu bubar.

Dia menambahkan, sekitar pukul 22.30 WIB atau 23.00 WIB sekelompok pemuda, dengan jumlah sekitar 300 orang, mendatangi Bawaslu dari arah Tanah Abang.

Para pemuda itu langsung melempari aggota polisi yang berjaga di Bawaslu dengan alat-alat membahayakan. " Ada batu besar, conblock, kemudian bom molotov dan petasan," tutur Tito.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya