Coba Pertama Kali Teknologi VR, Reaksi Pria Ini Bikin `Auto-Ngakak`

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 12 Juni 2019 15:01
Coba Pertama Kali Teknologi VR, Reaksi Pria Ini Bikin `Auto-Ngakak`
Dia sampai melompat dan berusaha kabur.

Dream - Pernah mencoba Virtual Reality (VR)?  Teknologi terbaru ini menghadirkan gambar yang benar-benar nyata di hadapan penontonnya. Dengan benda mirip kacamata besar yang dipasang di depan mata, si pengguna memang tak bisa melihat hal lain selain gambar yang muncul dari VR.

Sebelum kamu benar-benar menjajal teknologi VR ini pastikan siapkan mental. Jangan sampai kami mengalami pengalaman kocak seperti pria berikut ini.

Baru-baru ini teknologi VR diperkenalkan ke masyarakat Yaman. Warga antusias mencoba teknologi baru ini.

Dalam video yang disebarkan akun Instagram @infia_fact, terlihat beberapa orang tengah mencoba perangkat VR. Mereka duduk pada kursi lalu mengenakan perangkat tersebut di mata.

 

1 dari 4 halaman

Reaksi Tegang Pria di Bangku Tengah

Beberapa saat kemudian, timbul reaksi dari masing-masing orang. Ada yang tetap duduk dengan tenang, ada pula yang sampai berjongkok di kursi karena ketakutan.

Dari sekian orang, seorag pria yang duduk di tengah bereaksi paling histeris. Kakinya seperti tegang saat melihat adegan dalam VR tersebut.

Sesaat kemudian seorang pria berkaos hitam melintas di depannya dan seperti menggelitik kaki pria yang tengah ketakutan tersebut. 

Mendapat kejahilan si pria diduga penjaga VR itu, si pria yang tegang tadi langsung bereaksi mengejutkan. Dia sempat menendangkan dua kakinya ke depan.

 

2 dari 4 halaman

Sampai Lompat Pagar Pembatas

Sesaat kemudian, dia kembali melompat dan kakinya sampai tersangkut di depan pagar pembatas. Namun aksi tegang itu belum berakhir.

Berusaha menonton lagi tayangan dalam perangkat VR dia kembali duduk ke kursinya. Namun adegan dalam VR yang tak diketahui isinya itu rupanya semakin menegangkan. Terbukti pria itu kembali menendang melewati pagar pembatas.

Yang lebih mengejutkan, pria itu sampai loncat dari kursi sambil masih mengenakan perangkat VR. Dia terus melompat sampai meloncati kerumunan warga di depannya.

Saat VR dicopot, wajah pria itu terlihat masih sangat tegang lantaran ketakutan. Dia lalu ditenangkan oleh sejumlah orang yang mengantre hendak mencoba teknologi tersebut.

Lihat videonya saat si pria ini masih terlihat ketakutan meski sudah tak memakai perangkat VR di wajahnya

      View this post on Instagram

Teknologi virtual reality atau yang biasa disingkat VR baru diperkenalkan di Yaman, dan beginilah reaksi orang-orang pertama yang mencobanya ��: Tiktok/abidvakery

A post shared by INFIA - Fact (@infia_fact) on 

3 dari 4 halaman

Makin Canggih, Inilah Robot Seniman Bernama Ai-Da

Dream - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial inteligent/AI) dan robotik telah berkembang pesat. Terinspirasi dari kesuksesan seniman, Andy Warhol, Tracy Emin, dan JMW Turner, seorang direktur galeri seni di Oxford, Inggris, bernama Aidan Meller mengembangkan robot seniman yang dapat membuat karya seni.

Meller melihat perkembangan pesat kecerdasan buatan di tahun ini, 2019. Dengan pemikiran ini, dia mengembangkan inovasi dan memutuskan membuat robot yang dapat membawa seni ke dunia nyata dengan potensi AI.

Ketertarikan ini menghasilkan Ai-Da, robot penghasil karya seni. Aida memiliki kepala dan leher humanoid, termasuk rambut panjang.

Saat ini kerangka dan anggota tubuhnya dibiarkan terbuka. Sementaranya jari-jarinya terlihat menggenggam alat lukis atau gambar.

Dengan menggunakan kamera di matanya, dia dapat mengidentifikasi apa yang ada di depannya dan membuat karya seni lukis bergaya impresionistik di atas kertas.

Dilaporkan CNet, pekan depan, Ai-Da akan membuka pameran seni perdananya di Galeri Barn, St John's College di Universitas Oxford, 12 Juni hingga 6 Juli 2019.

Ai-Da akan memamerkan gambar-gambar yang dia ciptakan. Gambar-gambar itu dihasilkan dari persepsi tentang objek dan pemandangan yang dia amati di dunia.

 



4 dari 4 halaman

Memamerkan Patung

Selain lukisan, Ai-Da juga akan memamerkan karya seni kriya, berupa patung kecil yang dibuat dalam perunggu.

" Ketika Anda mengamati seni, Anda akan mengamatinya dari kaca mata seorang seniman," ucap Meller.

" Jika kita tak punya robot humanoid, kondisi amatan itu tentu akan lebih sulit," kata dia.

Robot Ai-Da juga punya persepsi unik atas karyanya. Tetapi, kata Meller, proses itu tercipta dengan kondisi yang tak sederhana.

" Orang-orang bicara mengenai printer yang mahal. Tidak, karya ini merupakan hasil dari algoritma AI, itu sepenuhnya kreatif, kami tidak tahu apa hasil karya seninya," ujar dia.

Meskipun gambar Ai-Da dikendalikan oleh sistem pemrograman kecerdasan buata, lukisan yang dipajang saat pameran merupakan kolaborasi yang dipandu manusia. Melihat potensi itu, Meller menyebut, manusia dan teknologi dapat bekerja sama untuk menciptakan seni di masa depan.(Sah)

Beri Komentar
Lebih Dekat dengan Tiffani Afifa, Dokter Cantik Juara Kpop World Festival