Curhat Haru Pelajar ke Jokowi Soal Sekolah Online: Pak, Kami Sangat Rindu...

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 14 Juli 2021 19:12
Curhat Haru Pelajar ke Jokowi Soal Sekolah Online: Pak, Kami Sangat Rindu...
Presiden Jokowi dengarkan curhatan para pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia selama pelaksanaan sekolah daring.

Dream - Presiden Joko Widodo mengecek pelaksanaan vaksinasi terhadap pelajar SMP dan SMA secara virtual pada Rabu, 14 Juli 2021. Jokowi pun mendengarkan curhatan para pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia melalui virtual.

Salah satu pelajar bernama Axa dari SMPN 103 Jakarta mengaku sudah disuntik vaksin dan berharap bisa segera masuk sekolah. Sebab ia lebih suka sekolah tatap muka karena lebih mudah memahami penjelasan langsung dari guru.

" Lebih ke arah tatap muka pak, karena lebih mudah menerima pelajaran, lebih jelas langsung dari gurunya," jawab Axa saat ditanya presiden tentang curahan hatinya selama sekolah daring.

Selain itu salah satu pelajar bernama Jasmin dari SMAN 1 Sentani Papua. Ia mengatakan, ada sekitar 600 siswa yang divaksin pada hari ini di wilayahnya.

" Senang (belajar) tatap muka, karena bisa bertemu dengan teman-teman dan guru-guru," ucap Jasmin.

" Jadi nanti kalau belajar tatap muka sudah diperbolehkan, saya titip kepada anak-anakku semuanya tetap memakai masker meskipun sudah divaksin, menjaga jarak kalau bertemu dengan teman-temannya, dan jangan berada dalam kerumunan yang banyak sekali, karena itu akan mempermudah penyebaran Covid-19. Tetap semangat belajar, jangan kendor," tutur Jokowi.

1 dari 4 halaman

Rindu Belajar di Sekolah

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Selain itu, ada pula pelajar yang bertanya kepada Presiden Jokowi mengenai kemungkinan sekolah tatap muka dimulai usai program vaksinasi di sekolah tersebut. Pelajar itu bernama Ayu Lestari dari SMAN 1 Tanjungpinang Kepulauan Riau.

" Izin bertanya pak, soal program vaksinasi pelajar ini, apakah ada kemungkinan untuk pembelajaran tatap muka, Pak? Karena kami sangat rindu belajar di sekolah karena pemahaman di sekolah lebih nangkap, kayak kerja kelompok, presentasi," kata Ayu kepada Jokowi melalui siaran Youtube Sekretariat Presiden.

Menurut Ayu, ada beberapa kendala yang dialami pelajar saat proses pembelajaran tatap muka. Misalnya, jaringan yang putus-putus saat guru tengah menjelaskan sehinhga membuat materi yang disampaikan tak dipahami siswa.

" Kalau (belajar) secara online itu terkadang gangguan jaringan, Pak. Dan ketika guru menjelaskan putus-putus, Pak," katanya.

2 dari 4 halaman

Tunda Sekolah Tatap Muka

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Mendengar keluhan pelajar dari Kepulauan Riau itu, Jokowi menjelaskan pembelajaran tatap muka di sekolah sebenarnya direncanakan dimulai pada Juli 2021.

Akan tetapi pemerintah terpaksa menundanya karena kasus Covid-19 di Indonesia yang tiba-tiba mengalami peningkatan yang signifikan.

" Jadi gini, ini kan kita masih pandemi, pandemi belum mereda. Kemarin kan rencananya bulan Juli ini kita akan mulai belajar tatap muka. Tetapi karena penyebaran virus ini meningkat, sehingga rencana itu kita tunda dulu," jelas Jokowi.

Jokowi sendiri mengaku sering mendengar keluhan yang sama terkait banyaknya anak-anak yang ingin sekolah tatap muka dimulai. Hanya saja, situasi pandemi Covid-19 saat ini membuat pemerintah harus berhati-hati membuka sekolah.

" Sehingga kita rem dulu untuk belajar tatap muka, kalau Covid sudah mereda nanti kita bolehkan tatap muka di sekolah," jelas Jokowi.

3 dari 4 halaman

Jokowi Minta Pelajar Patuhi Protokol Kesehatan

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Selain mendengarkan curhatan para pelajar di beberapa wilayah di Indonesia tersebut, Presiden Jokowi tak lupa meminta anak-anak untuk tetap disiplin protokol kesehatan apabila pembelajaran tatap muka sudah dimulai.

Meskipun mereka sudah menjalani vaksinasi, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan rajin, dan tak berkerumun.

" Kalau bertemu dengan teman-teman, jangan dalam kerumunan yang banyak karena itu akan mempermudah penyebaran Covid-19," tutur dia.

4 dari 4 halaman

50 Ribu Peserta Vaksinasi

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Diketahui kegiatan vaksinasi kepada para pelajar dan door to door ini dilaksanakan di 14 provinsi daerah episentrum, pada 15 kabupaten atau kota dan 32 titik.

Baik itu di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

Jumlah peserta vaksinasi adalah 50 ribu orang dengan rincian 15.000 pelajar SMP dan 15.000 pelajar SMA di Indonesia. Kemudian, ada pula pelaksanaan vaksinasi door to door yang diikuti 20.000 masyarakat.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar