WhatsApp Tak Bisa Dipakai di Windows Phone Mulai 1 Juli

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 21 Juni 2019 11:47
WhatsApp Tak Bisa Dipakai di Windows Phone Mulai 1 Juli
Tidak hanya berlaku untuk sistem Windows Phone.

Dream - Pengguna ponsel bersistem operasi Windows Phone perlu waspada. Sejak 1 Juli 2019, WhatsApp tak akan lagi memberikan layanan pembaruan melalui Microsoft Store.

Informasi itu disampaikan WhatsApp di laman resminya. WhatsApp juga menyampaikan, aplikasi perpesanan daring ini juga akan berhenti beroperasi di Windows Phone dan Windows 10 Mobile selepas 31 Desember 2019.

Meski demikian, dilaporkan On Msft, ketentuan yang disampaikan WhatsApp terkesan masih abu-abu.

Tidak jelas, apakah pengguna yang menginstalasi layanan WhatsApp sebelum 1 Juli 2019 masih bisa menggunakan aplikasi ini hingga 31 Desember 2019.

Dalam pernyataan umum mengenai platform yang tidak didukung, perusahaan milik Facebook itu juga mengatakan, " karena kita tidak lagi secara aktif mengembangkan sistem operasi ini, beberapa fitur mungkin berhenti berfungsi kapan saja."  

Selain Windows Phone, WhatsApp juga akan berhenti bekerja setelah 1 Februari 2020 di Android versi 2.3.7. Sementara itu, WhatsApp juga akan berhenti pada iOS 7.

1 dari 5 halaman

Diuji di Luar Angkasa, Jam Ini Cuma Mati 1 Detik per 10 Juta Tahun

Dream - NASA atau National Aeronautics and Space Administration akan mengirim jam atom, Deep Space Atomic Clock, ke luar angkasa. Perangkat berukuran pemanggang roti akan terbang di Orbital Test Bed (OBT) bersama dua lusin satelit militer, pemerintah, dan peneliti pada 24 Juni 2019.

Dilaporkan Engadget, laboratorium NASA, Jet Propulsion Laboratory (JPL) perlu dua dekade mengembangkan teknologi Deep Space Atomic Clock.

Jam atom ini diklaim memiliki akurasi 50 kali lebih tinggi ketimbang waktu dan GPS. NASA menyebut, jam atom itu hanya akan mati 1 detik setiap 10 juta tahun.

Pesawat ruang angkasa bergantung pada sistem relai dua arah yang perlu memantulkan sinyal  yang berbasis di Bumi. Sistem relai itu mencari tahu posisi dan arah pergi pesawat luar angkasa itu.

Dengan jam atom, relai itu dapat `dipangkas`. Temuan itu penting untuk menjaga akurasi waktu dan posisi pesawat ruang angkasa dan astronot.

 

2 dari 5 halaman

Dirancang di Luar Angkasa

Deep Space Atomic Clock dirancang langsung di atas pesawat ruang angkasa dan untuk menghitung lokasi dan rute hanya menggunakan sinyal yang diterimanya dari Bumi. Deep Space Atomic Clock tidak perlu memantulkan kembali sinyal.

Rencananya, jam atom ini akan diuji tetap berada di ruang angkasa selama setahun. Fungsinya untuk membantu NASA mengetahui kemampuan stabilitas jam atom tersebut.

Seandainya berjalan dengan baik, jam atom itu dapat digunakan untuk misi paling cepat 2030-an.

3 dari 5 halaman

Beredar Foto Jamur di Mars, Ini Fakta Sesungguhnya

Dream - Sebuah temuan mengejutkan di planet Mars tertuang dalam makalah baru yang menjadi viral. Berdaasarkan isi makalah itu, diyakini memiliki tumbuhan 'jamur'.

Gambar-gambar itu membuat internet heboh. Tetapi beberapa warganet tetap skeptis. Salah satu yang disorot adalah jurnal yang menerbitkan informasi tersebut: Journal of Astrobiology and Space Science.

Dikutip dari Science Alert, Senin 1 April 2019, pada laman tersebut terdapat banyak jurnal penelitian bertema Menjaga Bumi dari Organisme Mars. Dari judul tersebut dapat tersaji seluruh sudut pandang mengenai kondisi biologi Mars.

Sehubungan dengan jurnal berisi tema jamur misterius berjudul Bukti Kehidupan di Mars?, dewan editorial mengklaim bahwa mereka mengakui " implikasi kontroversial" . Enam ilmuwan independen dan delapan editor senior akan memeriksa artikel tersebut.

Tiga dari pengulas segera menolak makalah itu dan satu editor dengan keras menentang makalah itu. Meski begitu, makalah ini akhirnya diterbitkan.

" Kami akui," kata Regina Dass, seorang ahli mikologi di Pondicherry University di India, " kami tidak memiliki bukti. Tidak ada foto sel atau struktur seluler. Tidak ada."

Alih-alih jamur, NASA menyebutnya 'blueberry'. Tetapi, tidak seperti penulis makalah baru ini, tidak ada seorang pun di badan antariksa yang benar-benar berpikir bola kecil ini adalah tanda kehidupan, apalagi buah atau sayuran yang sedang tumbuh.

4 dari 5 halaman

Ditemukan Bakteri Asing di 'Gurun Mars'

Dream - Penjelajah planet bernama Zoe menemukan bakteri asing dari tanah yang digalinya di lingkungan mirip Mars, Gurun Atacama, di Chili. Beberapa bakteri yang ditemukan itu bahkan belum tercatat oleh ilmu pengetahuan.

" Temuan ini penting karena sebagian besar ilmuwan sepakat bahwa setiap kehidupan di Mars menghindari kehidupan keras di mana radiasi tinggi, suhu rendah, dan kekurangan air membuat hidup terasa sulit," kata ahli biologi Yale-NUS College, Singapura, Stephen Pointing, dikutip dari Science Alert, Kamis, 28 Februari 2019.

Seperti diketahui, Mars lebih kering ketimbang bumi. Kondisi semacam itu mirip dengan Gurun Atacama.

Di gurun tersebut, hujan tidak turun selama beberapa dekade. Tapi tahun lalu, untuk pertama kalinya, kehidupan mikroba ditemukan tumbuh subur di permukaannya.

Permukaan Mars, seperti yang ditunjukkan Stephen, lebih keras ketimbang permukaan Gurun Atacama. Tetapi ketika Zoë mengebor untuk mengambil inti sampel hingga kedalaman 80 sentimeter, dia menemukan mikroba bawah permukaan yang menunjukkan cara suatu mahluk bertahan hidup.

" Kami melihat bahwa semakin dalam tanah, ditemukan komunitas bakteri yang didominasi oleh bakteri yang dapat tumbuh subur di tanah yang sangat asin dan basa," ujar dia.

5 dari 5 halaman

Semakin Dalam Semakin Unik

Stephen menyebut, sekelompok bakteri yang bertahan dengan metabolisme metana ditemukan di kedalaman 80 sentimeter.

" Ini sangat menarik karena menunjukkan bahwa di bawah permukaan Gurun Atacama mendukung mikroba yang sangat khusus yang dapat tumbuh subur di tanah seperti Mars," ujar dia.

Bakteri yang memetabolisasikan metana, katanya, adalah yang paling menarik. Bakteri itu cukup jauh di bawah permukaan, dan memiliki kemampuan untuk menggunakan substrat yang dikenal berlimpah di Mars.

Rencananya, Zoe akan menggali lebih dalam contoh tanah di gurun tersebut. Zoe akan mengebor tanah hingga kedalaman 2 meter untuk mencari contoh bakteri.

Dari hasil temuan sementara ini, tim dari Yale-NUS juga juga menyusun ide tentang di mana untuk memulai pengeboran di Mars.

Beri Komentar