Di Negara Ini, Pintu Keluar-Masuk Buruh Pakai iPad

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 6 Agustus 2019 18:48
Di Negara Ini, Pintu Keluar-Masuk Buruh Pakai iPad
Tinggal buka aplikasi dan pekerja dapat keluar dari gerbang.

Dream - China terus mengembangkan kreativitas di bidang teknologi. Tetapi, kreativitas yang muncul kerap menghasilkan produk yang unik.

Salah satunya, penggunaan pengenal wajah atau face recognition iPad. Diunggah akun Twitter Matthew Brennan @mbrennanchina, pengenal wajah itu digunakan untuk membuka pintu putar.

Dalam video itu, seorang pekerja tampak menuju pintu putar dan memilih aplikasi pemindai wajah di iPad. Pekerja itu tinggal membuka aplikasi dan terbukalah pintu putar secara otomatis. Pintu yang biasa digunakan buruh untuk keluar-masuk area pekerja. 

Ini bukan kali pertama iPad digunakan sebagai produk unik lain. Sebelumnya, dilaporkan China Daily, pusat perbelanjaan di Wenzhou City, Provinsi Zhejiang, China, pengenal wajah iPad dijadikan metode pembayaran baru.

Pemprov Zhejiang bersama pembayaran digital Ant Financial, yang dikembangkan Alipay (Alibaba Group), mengembangkan `area bisnis cerdas`.

Pembeli yang ingin membayar tinggal melihat ke iPad yang disediakan Alipay. Proses pembayaran itu berlangsung kurang dari 10 detik.

Sistem pembayaran ini, kata manajer toko, Nan Hai, membuat kemudahan tersendiri. Nan tak lagi harus menghitung uang receh atau memberi kembalian.

1 dari 5 halaman

Bukan Apple, Perusahaan Termahal Sepanjang Sejarah Ada di Indonesia

Dream – Ketika ditanya perusahaan termahal di dunia, kita pasti akan langsung menyebut nama Apple, Microsoft, atau Saudi Aramco. Jawaban itu memang tak sepenuhnya salah. Setidaknya untuk saat ini.

Tahukah Sahabat Dream jika perusahaan termahal di dunia sepanjang sejarah ternyata berdiri di Indonesia. 

Perusahaan yang bernilai paling tinggi di dunia sepanjang masa yang ada di Indonesia itu adalah Verenidge Oost—Indische Compagnie atau sering disingkat VOC.

Nama VOC yang merupakan perusahaan kongsi dagang milik Belanda ini pasti dikenal oleh semua orang Indonesia.

Dikutip dari Visual Capitalist, Selasa 11 Juni 2019, VOC didirikan pada 1602. Meskipun berupa sekutu dagang, perusahaan ini mendapatkan hak istimewa dari pemerintah Belanda. Mereka mendapatkan monopoli perdagangan dan melakukan perjalanan ke tempat-tempat misterius dan asing.

 

2 dari 5 halaman

Nilai Perusahaan VOC Rp112.634 Triliun

VOC bisa mendapatkan barang-barang eksotis, membangun koloni, bahkan bisa menciptakan militer dan memulai perang atau konflik!

 VOC menjadi perusahaan terkaya di dunia.

Selama 21 tahun, perusahaan ini diberikan monopoli dagang oleh pemerintah Belanda untuk berdagang rempah-rempah di Asia. VOC mengirim lebih dari satu juta pelayaran ke Asia. Jumlah ini melebihi pelayaran seluruh Eropa.

Sekadar informasi, tak ada tolok ukur yang nyata untuk menentukan nilai perusahaan ini. Tapi, VOC bisa “ diukur” dari masa kejayaannya pada 1637. Kala itu terjadi Tulip Mania di Belanda.

Para periode tersebut, perusahaan yang juga sempat mencengkeram pengaruh mereka di Indonesia ini bernilai 78 juta gulden atau sekitar US$7,9 triliun (Rp112.634,77 triliun) pada zaman modern.

 

3 dari 5 halaman

Setara 20 Perusahaan Berkelas Dunia

Menariknya, VOC memiliki nilai yang sama dengan PDB Jepang senilai US$4,8 triliun (Rp68.436,32 triliun) ditambah dengan Jerman US$3,4 triliun (Rp48.475,72 triliun).

Lalu, nilai VOC sama dengan 20 perusahaan terbesar dunia. Sebut saja, Microsoft, Apple, Amazon, ExxonMobil, dan Tencent. Bahkan, nilai Apple hanya 11 persen dari VOC.

Perusahaan kongsi dagang ini memiliki 70 ribu karyawan dan bertahan lebih dari 400 tahun (perusahaan ini bangkrut pada 1799).

Sebagai perbandingan, ini adalah perusahaan kelas dunia yang mencapai puncak.

  • Saudi Aramco: US$4,1 triliun (Rp58.456,02 triliun) mendapatkan puncak pada 2010.
  • PetroChina: US$1,4 triliun (Rp19.960,59 triliun) pada 2007.
  • Standard Oil: US$1 triliun (Rp14.257,57 triliun).
  • Microsoft: US$912 miliar (Rp13.002,9 triliun).

4 dari 5 halaman

Wow! Tanpa Casing, Komputer Jadul Apple 1 Terjual Rp 6,7 Miliar!

Dream - Siapa sih yang tak mengenal Apple? Salah satu perusahaan raksasa teknologi yang paling bernilai di dunia.

Meski termasuk barang mewah karena harga jual yang sangat mahal, tetap saja orang berbondong-bondong mengantre untuk membeli produk Apple saat mereka mengeluarkan produk anyarnya.

Dari sekian banyak teknologi yang kini ditawarkan Apple, baru-baru ini sang nenek moyang yakni komputer Apple-1 terjual dengan harga fantastis.

Seperti dilansir dari thevocket.com, rumah lelang Christie, baru-baru ini melelang Apple-1 buatan tahun 1976 di pelelangan di London, Inggris.

Tak disangka, komputer yang masih bisa bekerja itu terjual dengan harga sekitar Rp 6,7 miliar. Nama pembelinya dirahasiakan pihak rumah lelang. 

5 dari 5 halaman

Komputer Pertama Apple

Seperti diketahui, Apple-1 merupakan komputer keluaran pertama yang dirancang dan dibuat sendiri oleh pendiri Apple Steve Wozniak dan Steve Jobs.

Apple-1 yang diluncurkan pada Juli 1976 itu adalah komputer desktop pertama yang dirilis oleh Apple pada tahun yang sama ketika perusahaan itu didirikan di garasi orang tua Steve Jobs.

Wozniak membuat sendiri 200 komputer Apple-1 yang diproduksi perusahaan.

Pada tahun 1977, Apple merilis versi terbaru dari komputer desktopnya, Apple-II, dan menghentikan produksi Apple-1 setelah hanya memproduksi beberapa ratus komputer.

Karena komputer Apple-1 asli tidak dijual dengan kasingnya, maka komputer yang dilelang oleh Christie dikemas dalam tas kulit yang dipasang oleh pemilik sebelumnya, kata rumah lelang itu, mengutip CNBC Make It.

Komputer ini juga dilengkapi dengan keyboard bawaan dan manual pengoperasian asli untuk Apple-1, serta manual pengguna untuk menulis bahasa pemrograman komputer, atau yang disebut BASIC.

      Lihat postingan ini di Instagram

#hypebeasttech: A 1976 @apple I encased in its leather briefcase has been sold for almost $500,000 USD. The computer was hand-built by co-founder Steve Wozniak himself, with only 200 units believed to be made. Today only 68 editions remain to exist as the rest have been destroyed over time. How much would you bid for it? Photo: @christiesinc

Sebuah kiriman dibagikan oleh HYPEBEAST (@hypebeast) pada 

Karena sedikitnya jumlah Apple-1 yang ada saat ini, komputer itu jarang ditemukan di pasar terbuka, terutama dalam kondisi masih bekerja, dan itu membuatnya cukup berharga bagi siapa pun yang ingin mengetahui sepotong sejarah teknologi.

Saat ini hanya ada 15 Apple-1 dalam koleksi publik, termasuk museum, seperti Museum Seni Smithsonian di Washington, D.C.

(sah, thevocket.com)

Beri Komentar
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting