Dibandingkan Video Game, Media Sosial Berdampak Lebih Buruk?

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 23 Juli 2019 14:48
Dibandingkan Video Game, Media Sosial Berdampak Lebih Buruk?
Orangtua diminta untuk mengajarkan anak bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak.

Dream - Penggunaan gawai kini tak bisa dilepaskan dalam aktivitas sehari-hari. Termasuk pada anak-anak. Tugas sekolah, pergaulan hingga hiburan kerap mengandalkan gawai

Penting diketahui menurut banyak penelitian, efek penggunaan gawai dapat memengaruhi kesehatan mental. Peneliti juga menyebut media sosial dapat secara signifikan meningkatkan risiko depresi.

Tim peneliti dari University of Montreal meneliti sebanyak 4.000 remaja selama bertahun-tahun. Untuk penelitian ini, para remaja melaporkan sendiri berbagai informasi yang termasuk lama penggunaan gawai dan tingkat depresinya.

Dilaporkan Misskyra, tim peneliti membagi waktu penggunaan gawai menjadi empat kategori, televisi, media sosial, video game dan aktivitas lainnya.

Tujuannya untuk memahami setiap dampak kegiatan terhadap kesehatan. Dari penelitian tersebut, waktu yang berlebihan di media sosial dan menonton TV lebih berisiko meningkatkan depresi pada remaja.

" Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan media sosial dan televisi dalam satu tahun tertentu memicu gejala depresi yang lebih parah di tahun yang sama," ujar Elroy Boers, penulis studi dan peneliti posdoktoral di Departemen Psikiatri Universitas Montreal.

Para peneliti percaya ada elemen penting yang mungkin menjadi alasan kedua jenis kegiatan tersebut memiliki dampak seperti itu.

" Kami mengaitkan temuan ini dengan fakta bahwa media sosial dan televisi, mengandung penggambaran hidup yang lebih ideal, seperti penggambaran peristiwa kehidupan yang menarik dan tubuh yang sempurna," kata dia.

Para peneliti mendesak para orang tua untuk mengawasi anak-anak dalam penggunaan media sosial. " Orang tua harus memantau penggunaan media sosial dan televisi anak. Terutama ketika seorang anak rentan terhadap masalah kesehatan mental atau sudah pernah mengalaminya di masa lalu," ujar dia. (mut)

1 dari 5 halaman

Ketahuan Main Medsos saat Kerja, Ponsel Karyawan Disita Bos

Dream – Dewasa ini, kita semua bergantung kepada smartphone. Kita bisa melihat orang-orang acapkali menunduk untuk beraktivitas dengan ponsel pintarnya.

“ Pemandangan” ini juga sering ditemui di kantor. Tapi, kamu takkan bisa menemui pemandangan ini di sebuah perusahaan marketing di Inggris.

Dikutip dari Mirror, Senin 8 Juli 2019, direktur perusahaan dari Business Marketing Services di Inggris. Gerard O’Shaughnessy, melarang karyawan menggunakan ponsel ketika bekerja. Misalnya, mengakses Facebook atau Instagram, bahkan mengirimkan pesan selama jeda setelah makan siang.

Bila ada yang melanggar, pasti ponselnya disita. Kebijakan ini kelihatannya ekstrem, tapi Gerard memiliki alasan yang logis. Dia mengatakan saat ini orang-orang, bahkan pegawai, telah kecanduan smartphone.

“ Para wanita lemas ketika datang ke kantor dan diberitahu mereka harus memasukkan ponselnya ke sebuah kotak,” kata dia kepada RSVP Live.

Gerard mengatakan kebijakan ini juga membuat orang-orang kesal dan penyitaan bisa mengusik hak asasi mereka.

“ Sebelum ada kebijakan ini, orang-orang akan mengecek media sosial selama rapat. Mereka benar-benar kecandungan ponsel,” kata dia.

2 dari 5 halaman

3 Etiket Penggunaan Smartphone di Kantor, Dijamin Bos Tak Ngamuk

Dream – Smartphone mempermudah penggunanya untuk menyelesaikan banyak hal. Mulai dari urusan keluarga, hubungan percintaan, sampai masalah bisnis bisa diselesaikan dengan satu sentuhan d layar. 

Pemilik Ponsel kita bisa berkomunikasi melalui hubungan telepon atau aplikasi perpesanan. Tapi hendaknya hati-hati jika kamu sering menggunakan smartphone di kantor ya. 

Hal paling mengganggu saat menggunakan smartphone di kantor adalah suara notifikasi. Ada kalanya kita lupa mematikan notifikasi atau membuat smartphone dalam posisi getar. Alhasil suara yang keluar membuat seisi kantor terganggu.

Kamu akan bernasib sial jika suara smarthphone menyala saat rapat penting dengan atasan. Bisa-bisa surat peringatan yang melayang. 

Mengutip laman Success, sebuah studi di University of Texas, Austin, Texas, Amerika Serikat, menunjukkan kehadiran smartphone bisa mengurangi kapasitas kognitif seorang pegawai, malah bisa merusaknya. Kondisi ini bisa terjadi meskipun pengguna merasa telah memperhatikan dan fokus kepada pekerjaannya.

Sangat penting untuk menetapkan batasan yang jelas tentang penggunaan smartphone di kantor. Ada tiga etiket yang bisa diterapkan di kantor tentang penggunaan smartphone di area kerja.

3 dari 5 halaman

Setting Aman Ponsel di Kantor

Bebas Smartphone di Ruangan Rapat

Tatap muka masih menjadi salah satu cara yang efektif untuk berkomunikasi. Cara ini juga penting dalam bisnis. Jangan membawa teleponmu ke jamuan bisnis. Berikan klienmu dengan penuh perhatian dan buatlah kesan yang baik.

Sopan Santun

Jangan menggunakan ponsel untuk alasan pribadi, termasuk mengirim SMS dan media sosial selama jam kerja. Jauhkan ponsel dari meja dan jangan sampai terlihat. Kalau diajak bicara, jangan menyela pembicaraan untuk menerima panggilan. Selesaikan diskusi pekerjaan jika ingin menjawab telepon pribadi.

Pertimbangkan Lingkungan

Gunakanlah nada dering yang sewajarnya. Terimalah telepon panggilan pribadi di luar kantor dan jawablah secara singkat. Jangan menggunakan speaker ponsel. Gunakanlah headset untuk menerima telepon dan mendengarkan panggilan suara.

4 dari 5 halaman

Kendalikan Penggunaan Ponsel Anda

Ponsel pintar memang sangat bagus untuk berkomunikasi, baik urusan pribadi maupun pekerjaan. Tapi, kalau dua urusan ini dijadikan satu smartphone, akan sulit untuk memisahkan waktu kerja dan pribadi.

Solusinya, kamu perlu punya dua ponsel, 1 untuk bekerja dan 1 untuk pribadi. Kamu juga bisa menghapus semua aplikasi yang mengganggu dari ponsel atau menonaktifkan notifikasi. 

5 dari 5 halaman

Ponsel Kurangi Kapasitas Kognitif

Dream – Smartphone memang membawa kemudahan bagi kita. Produk teknologi ini mempermudah kita untuk berkomunikasi dan bekerja. Tapi, ada sisi buruk dari teknologi.

Ternyata, smartphone bisa membawa pengaruh negatif terhadap karier. Gawai diyakini bisa membuat daya pikir kita memburuk.

Dikutip dari The Muse, Jumat 29 Juni 2018, Sekolah Bisnis McComb di Universitas Texas, di Austin, membuat kajian tentang dampak smartphone terhadap daya pikir.

Seorang peneliti, Adrian Ward, meneliti 800 peserta tentang dampak gadget terhadap daya pikir. Para peserta ini diminta untuk mengerjakan tugas dengan ponsel yang ditaruh di dekat mereka dan ada juga mengerjakannya tanpa kehadiran ponsel.

Hasilnya?

Peserta yang tidak membawa ponsel, bisa mengerjakan tugas dengan lebih baik daripada yang tidak membawa gawai.

“ Mereka (yang membawa ponsel) terganggu dengan notifikasi di ponsel mereka. Kehadiran smartphone saja suda cukup mengurangi kapasitas kognitif mereka,” kata dia.

Ward mengatakan, notifikasi yang muncul di ponsel, bisa merusak konsentrasi, seperti lampu layar yang berkedip ketika muncul pemberitahuan atau ada getaran ketika notifikasi masuk.

“ Ketika smartphone terlihat, kapasitas kognitif yang tersedia, berkurang. Pikiran sadar kamu tidak membuatmu berpikir tentang gawai, tapi prosesnya membuatmu tak memikirkan gawai, justru menguras otak,” kata dia.

Nah, kalau mau lebih fokus dalam bekerja, sebaiknya kamu “ menyingkirkan sementara” ponselmu. Misalnya, menaruh barang ini di laci meja kerja.

Selamat mencoba.

Beri Komentar