Geger Lampu Lalu Lintas di Garut Diretas, Muncul Kata Tak Senonoh

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 25 September 2019 13:20
Geger Lampu Lalu Lintas di Garut Diretas, Muncul Kata Tak Senonoh
Kepala Dinas Perhubungan Garus minta pelaku ditangkap.

Dream - Kalimat tak pantas muncul di penunjuk jalan lampu lalu lintas di perempatan Jalan Terusan Pembangunan, Kabupaten Garut, Minggu, 22 September 2019.

Kalimat tersebut berbunyi, " Selamat mencoba we hacker ew**n" . Video rekaman perubahan teks berjalan tersebut sempat beredar di aplikasi whatsapp dan sejumlah media sosial.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Suherman menyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 hingga 19.00 Instansinya berencana mengambil langkah hukum untuk melaporkan kejadian tersebut kepada ke polisi.

" Awalnya itu kan isi tulisan pada layar adalah penunjuk arah jalan tiba-tiba berubah menjadi kalimat tidak senonoh. Memalukan sekali itu," ujar Suherman, diakses dari , Rabu, 25 September 2019.

Suherman mengaku, dia mengetahui perubahan tulisan tersebut dari masyarakat yang mengirimkan foto dan video kepadanya.

 

1 dari 5 halaman

Melapor ke Polisi

 Bajak Email Notaris, Hacker di Bali Gasak Rp1 Miliar

Setelah informasi dari warga diperoleh, Suherman segera memerintahkan teknisi agar mematikan sementara layar tersebut.

" Sekitar pukul 19.00 tulisan tersebut sudah tidak ada setelah teknisi kita langsung bergerak. Tapi ini kejadian sangat memalukan karena ada kata-kata yang tidak senonohnya. Kejadian ini juga kan menjadi perbincangan di dunia maya," kata dia.

Atas kejadian tersebut, Suherman mengaku sudah melakukan pelaporan resmi kepada kepolisian.

" Kita berharap orang iseng ini bisa ditangkap. Saya juga begitu kejadian sudah melapor langsung kepada Pak Bupati," kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Mochammad Iqbal)

2 dari 5 halaman

Situs Kemendagri Diretas, Mabes Polri Siap Buru Pelaku

Dream - Kepala Biro Penerapan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Mabes Polri menunggu laporan pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait situs www.kemendagri.go.id yang diretas.

" Setelah laporan resmi dari Bareskrim, nanti Direktorat Siber akan tindak lanjuti ilegal access yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum tertentu," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin 23 September 2019.

Dedi mengatakan Kemendagri memang sudah berkomunikasi secara lisan dengan Bareskrim Polri terkait kasus ini. Untuk saat ini, Mabes Polri tinggal menunggu laporan resmi dari kementerian yang mengelola data kependudukan di Tanah Air itu.

" Informasi yang saya dapat dari Siber sudah dikomunikasikan dengan Kemendagri dulu, nanti Kemendagri akan buat laporan secara resmi ke Bareskrim," ucap dia.

Sebelumnya, Kapuspen Kemendagri, Bahtiar memastikan data yang ada dalam situs www.kemendagri.go.id aman.

" Saat ini, permasalahan tersebut sudah diatasi dengan cepat oleh Tim Cyber Pusdatin Kemendagri," kata Bahtiar.

3 dari 5 halaman

Situs Kemendagri Diretas, Kapuspen Pastikan Data Aman

Dream - Website Kementerian Dalam Negeri, Kemendagri,go.id, diretas para hacker. Hingga Senin, 23 September 2019 pukul 12.21 WIB, situs Kemendagri tersebut masih tak bisa diakses. Laman tersebut tertulis `This site can`t be reached`.

`Kematian` laman itu karena sehari sebelumnya, Minggu, 22 September 2019 pukul 18.00 WIB, laman Kemendagri diambil alih peretas.

" Hacked by Security007... Your Files is Mine!!!" bunyi pesan peretas.

 Laman Kemendagri diretas

Pelaku peretasan mengatakan aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas diterbitkannya revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

" Kau itu pemimpin, yang gaji kau itu kami, seharusnya kau menuruti apa keinginan kami, bukan keinginan mereka yang berdasi!!! Suara rakyat kau batasi semua kau anggap makar dan diskriminalisasi, kau hanyalah boneka yang diikat tali, tak lebih dari sebuah komedi!!!" tulis peretas.

4 dari 5 halaman

Data Aman?

 Jurnalis Kecam Peretasan Cekfakta.com

Menanggapi pesan itu, Kapuspen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar memastikan data yang ada dalam sistem aman.

" Ada yang iseng. Ibarat rumah, mereka masuk halaman depan saja," ujar Bahtiar dalam keterangan tertulisnya, Senin, 23 September 2019.

Bahtiar mengatakan, permasalah itu kini sudah diatasi dan situs Kemendagri sudah kembali normal.

" Saat ini, permasalahan tersebut sudah diatasi dengan cepat oleh Tim Cyber Pusdatin Kemendagri," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Ratusan Hacker Serang KPU Tiap Hari

Dream - Proses tabulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah berlangsung. Tetapi, di tengah proses tabulasi itu ada serangan peretas atau hacker ke server KPU.

" Setiap hari dalam satu hari bisa ratusan yang nyerang," kata Komisioner KPU, Hasyim Asy'ari, dilaporkan Liputan6.com, Kamis, 25 April 2019.

Hasyim menyebut, sistem IT KPU tetap terjaga meski serangan peretas banyak terjadi.

" Ya Alhamdulillah, Tuhan masih lindungi KPU. (Ahli IT KPU) anak bangsa dari seluruh Indonesia, ada dari kampus, ada dari profesional IT," kata dia.

Sementara itu, Komisioner KPU, Viryan Aziz meminta peretas menghentikan serangan ke sistem KPU. Sebab, dia menyebut, setiap orang bisa datang ke KPU untuk melihat sistem IT.

" Kami ingin sampaikan beberapa pihak, teman-teman yang bisa kemampuan IT atau hacking yang sedang KPU lakukan ini adalah menentukan nasib bangsa. Klau teman-teman hackers menduga macam-macam, bisa datang ke kami," ucap Viryan.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal