Kini Pertanyaan Seputar Agama Bisa Dijawab Robot

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 31 Oktober 2019 18:40
Kini Pertanyaan Seputar Agama Bisa Dijawab Robot
Layanan ini bisa diakses di laman IACAD dan tersedia 24 jam sehari. tujuh hari sepekan.

Dream - Otoritas Dubai, Uni Emirat Arab, membuat terobosan berupa layanan penyediaan fatwa keagamaan Islam. Uniknya, layanan ini beroperasi dengan basis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang diberi nama Virtual Ifta.

Layanan tersebut diluncurkan pada Selasa, 29 Oktober 2019. Umat Islam yang membutuhkan fatwa mengenai segala persoalan keagamaan dapat melayangkan pertanyaan lewat aplikasi percapakan online dan langsung dibalas.

Tetapi, jawaban bukan diberikan oleh manusia melainkan mesin. Mesin akan menjawab semua pertanyaan seputar sholat, dia, dan lain sebagainya.

" Saat ini, layanan yang mampu memberikan jawaban untuk sekitar 205 pertanyaan terkait sholat," ujar Kepala Bidang Fatwa Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal (IACAD), Tariq Al Emadi, dikutip dari Gulf News.

Pada fase pertama, layanan AI tersedia dalam bahasa Arab dan Inggris di laman resmi IACAD, www.iacag.gov.ae. Sedangkan pada fase berikutnya akan bisa diakses via WhatsApp dan mencakup lebih banyak topik seperti puasa, kesucian dan wudu, serta masalah keuangan.

" Juga akan ditambahkan lebih banyak bahasa," ujar Emadi.

1 dari 5 halaman

Sokong Program `Dubai 10X`

Layanan ini dapat diakses pada laman IACAD dengan mengklik ikon " Chat With Us" yang terletak di sudut kanan bawah halaman. Pengunjung dapat memilih bahasa yang diinginkan, dan akan muncul pesan pop up.

Para pengunjung dapat memilih salah satu dari empat topik yang tersedia saat ini seperti sholat, zakat, bersuci (thaharah), dan ibadah. Setelah mengajukan pertanyaan, pengunjung akan mendapat jawaban secara otomatis.

Virtual Ifta yang beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari sepekan diperkenalkan untuk menyokong 'Dubai 10X'. Program pemerintah untuk menjaga agar Dubai selalu lebih maju 10 tahun dari kota-kota lainnya dalam menyediakan layanan publik dan menggunakan inovasi terbaru untuk menyelesaikan masalah.

 

2 dari 5 halaman

Terus Dikembangkan

Virtual Ifta dapat diakses oleh semua orang, di mana pun, kapan pun lewat laman IACAD dan secepatnya akan tersedia dalam bentuk aplikasi gratis yang bisa diunduh di Apple Store dan Google Play Store.

Di masa depan, masyarakat bisa mendapat jawaban lewat suara di samping tanggapan tertulis dari Virtual Ifta. Pengguna dapat menanyakan apapun sesuai keinginannya.

" Ini adalah proses intelijen, Virtual Ifta akan memahami Anda. Tapi jika tidak dapat dipastikan apa yang Anda tanyakan, layanan ini akan memberikan beberapa pilihan kepada Anda, apakah yang Anda maksud seperti ini atau seperti itu, untuk memastikan Anda dapat tanggapan yang relevan," kata Emadi.

Sumber: Gulf News

3 dari 5 halaman

Dengan Toleransi, Dubai Menjelma Jadi Kota Internasional Dunia

Dream - Saat tingkat toleransi di Tanah Air mulai menjadi pertanyaan, rasanya langsung kaget kala melihat sebuah tulisan " Year of Tolerance" yang begitu besar di tiap sudut kantor Dubai Tourism, di kawasan Dubai World Trade, Center.

Tulisan itulah yang dilihat Jurnalis Dream, Mutia Nugraheni kala bertandang ke Dubai, Uni Emirat Arab memenuhi undangan Dubai Tourism. 

Ramainya ajakan hidup bertoleransi ini memang sedang digaungkan di seluruh Uni Emirat Arab (UAE) dalam tiap aspek.

Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, bahkan sempat mendeklarasikan 2019 ini sebagai tahun toleransi.

UAE rupanya menyadari perekonomian negaranya takkan lagi bisa mengandalkan minyak untuk bisa membangun negeri ini.

" Butuh industri lain dan sektor privat agar terjadi kesinambungan pembangunan. Kerja sama dengan masyarakat internasional membutuhkan toleransi yang begitu besar, ini juga jadi kunci utama kami membangun Dubai menjadi kota internasional seperti sekarang," kata CEO Dubai Tourism, Issam Kazim, ketika ditemui Dream dan beberapa media di kantornya, Senin 8 April 2019.

Bukti toleransi itu ditunjukan Kazim di kantor miliknya. Dia saat ini mempekerjakan para stafnya yang tak hanya berasal dari 1-2 negara, tetapi dari banyak negara. Keberagaman ini juga bisa dilihat dari sekolah.

“ Bahkan di sekolah anak saya di kelas tidak mungkin terdiri hanya anak Emirati (sebutan untuk masyarakat asli Emirat). Dalam kelas bisa terdiri dari 4 atau lebih warga negara. Semua bisa mendukung satu sama lain, berhubungan baik dan tak mungkin tanpa toleransi,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Toleransi Juga Jadi Kunci Bangun Industri Pariwisata

Toleransi juga jadi modal utama dalam membangun industri pariwisata Dubai yang saat ini sudah sangat mapan. Kedatangan turis mencapai 16 juta pada 2018.

Issam mengungkap pembangunan industri pariwisata didominasi modalnya berasal dari sektor privat. Pemerintah dan raja membuat kebijakan yang sangat ramah bagi pemodal sehingga semuanya berjalan dengan mudah.

" Untuk di Dubai sendiri hingga sekarang kami merasa ini bukan hanya usaha masyarakat Dubai, tapi juga dari banyak masyarakat negara lain yang menjadikan Dubai sebagai rumah mereka, tempat mereka mencari uang, lalu mengajak keluarga mereka dan hidup di sini, " kata dia.

Banyak yang penasaran mengapa Dubai bisa jadi kota modern seperti sekarang padahal sebelumnya hanya gurun pasir tandus. Toleransi ternyata jadi kuncinya.(Sah)

5 dari 5 halaman

Motor Terbang Polisi Dubai Bikin Kantong `Minder`

Dream – Polisi berpatroli dengan sepeda motor, sudah biasa. Tapi, berpatroli dengan sepeda motor terbang, itu baru keren.

Dikutip dari Carscoops, Kamis 15 November 2018, polisi di Dubai menambahkan motor terbang Hoverbike sebagai armada operasional kepolisian pada tahun lalu.

Hoverbike ini dibangun oleh perusahaan berbasis di California, Hoversurf. “ Motor” Hoverbike ini menggunakan baterai hybrid berkapasitas 12,3 kWh. Kendaraan itu bisa terbang 40 menit dalam mode drone.

Ya, idealnya, motor itu terbang selama 10-25 menit. Waktu terbangnya bergantung kepada situasi dan cuaca di lapangan.

Hoverbike tipe S3 2019 ini memerlukan pengisian baterai selama 2,5 jam selama 25 menit. Maksimal kecepatan trebangnya mencapai 96 km per jam.

Empat baling-baling ini terlihat menyeramkan karena terlalu dekat dengan pengemudi. Tapi, kepolisian Dubai menyebut situasi ini aman.

Harganya? Kalau ingin tunggangan ini, kamu harus merogoh kocek US$150 ribu, atau sekitar Rp2,21 miliar. Harga ini belum termasuk pajak.

Beri Komentar
Dari Jakarta Hingga Bekasi, Ini Situasi Pemukiman yang Terkena Dampak Banjir