Alasan Elon Musk Ingin Buka Blokir Akun Twitter Donald Trump

Reporter : Alfi Salima Puteri
Rabu, 11 Mei 2022 14:47
Alasan Elon Musk Ingin Buka Blokir Akun Twitter Donald Trump
Menurut Musk, keputusan untuk memblokir Trump dari Twitter merupakan sebuah kesalahan.

Dream - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan bisa kembali menuliskan cuitan di Twitter setelah diblokir sejak Januari 2021. Peluang ini muncul setelah pemilik baru Twitter, Elon Musk menyampaikan akan memulihkan kembali akun Donald Trump.

Diketahui Twitter sejak terpaksa memblokir akses akun Donald Trump karena cuitan mantan orang nomor satu di AS itu berisi hasutan. Diketahui kondisi AS kala itu tengah menghadapi ketegangan setelah terjadi kerusuhan di Gedung Capitol.

Melansir CNN Business, Musk mengatakan akun Twitter Trump akan diaktifkan kembali jika kesepakatannya untuk mengakuisisi Twitter selesai. Musk membeli Twitter seharga US$44 miliar atau sekitar Rp639 triliun pada akhir April.

Menurut Musk, keputusan untuk memblokir Trump dari Twitter merupakan sebuah kesalahan.

1 dari 2 halaman

Cukup Disembunyikan atau Dihapus

" Menurut saya itu tidak tepat melarang Donald Trump, saya pikir itu sebuah kesalahan. Saya akan membatalkan larangan itu. Tapi menurut pendapat saya, dan Jack Dorsey (salah satu pendiri Twitter), saya ingin memperjelas, membagikan pendapat ini bahwa kita seharusnya tidak ada larangan permanen," kata Musk.

Bos Tesla dan SpaceX ini mengatakan, jika ada hal yang ilegal atau unggahan merugikan di Twitter, bisa diberlakukan pemblokiran sementara atau tweet tersebut bisa disembunyikan.

" Menurut saya kalau ada tweet yang salah dan buruk, seharusnya dihapus atau disembunyikan, dan pemblokiran, pemblokiran sementara itu layak tapi bukan larangan permanen," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Mantan CEO Twitter Setuju

Twitter menolak mengomentari pernyataan Musk ini. Sementara itu, Dorsey yang juga mantan CEO Twitter menyampaikan setuju tidak ada larangan permanen bagi pengguna Twitter.

" Ada pengecualian, tapi umumnya larangan permanen merupakan kegagalan kami dan tidak mempan," tulisnya di Twitter.

Trump dilarang menggunakan Twitter secara permanen sejak kerusuhan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 karena melanggar pedoman Twitter terkait hasutan kekerasan.

Belum lama ini Trump mengatakan dia tidak akan kembali menggunakan Twitter walaupun akunnya diaktifkan kembali. Namun dia akan menggunakan platform media sosial yang dia ciptakan sendiri, Truth Social.

Beri Komentar