Evermos, Social Commerce Pertama di Indonesia Disuntik Rp115 M

Reporter : Ismoko Widjaya
Senin, 24 Februari 2020 14:24
Evermos, Social Commerce Pertama di Indonesia Disuntik Rp115 M
Evermos merupakan kependekan dari Everyday Need for Every Moslem. Sudah mendapat investasi Rp115 Miliar.

Dream - Evermos. Aplikasi social commerce pertama di Indonesia telah hadir. Lalu, apa bedanya social commerce dengan e-commerce yang sudah ada?

" Beda. Mereka (e-commerce) ke customer iya, ke reseller iya. Kami hanya ke reseller," ujar Co-Founder Evermos, Ilham Taufiq saat berbincang dengan Dream.co.id di arena Muslim Fashion Festival (Muffest) 2020, JCC, Senayan, Jakarta. 

Evermos merupakan kependekan dari Everyday Need for Every Moslem. Ilham mengklaim aplikasi dengan model bisnis social commerce ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. 

Evermos, lanjut Ilham, merupakan aplikasi tertutup. Hanya bisa diakses oleh reseller, bukan end customer. Dengan mendaftar Rp300 ribu seumur hidup, lanjut dia, para reseller ini akan mendapat banyak benefit. 

" Mereka mendapat toko online sendiri, gratis, toko online personal. Mereka ngga perlu pikirkan lagi soal domain, hosting dan lain-lain. Itu semua kami buatkan. Seperti online catalog," jelas mantan founder startup properti ini. 

Lanjut Ilham, karakter para reseller ini bukan distributor atau agen besar. Tapi beberapa customer yang memang mencari uang tambahan. Seperti dari kalangan ibu-ibu rumah tangga dan sejenisnya. 

" Komisinya jelas, sekitar15 sampai 35 persen dari harga jual ke customer. Keuntungan lain reseller, mereka tak perlu bayar pendaftaran sebagai reseller di semua brand. Cukup sekali di Evermos," beber Chief Partnership and Strategy Officer Evermos ini. 

Saat ini, Ilham mengklaim Evermos sudah memiliki sekitar 30 ribu reseller. Evermos juga melakukan maintenance komunitas-komunitas reseller yang sudah tersebar di lima kota. Caranya, dengan melakukan pelatihan-pelatihan digital bisnis gratis. 

" Untuk mengaktifkan reseller kita ada sistem training, online, event, dan supporting. Kita install mindset, softskill, upskill. Itu free semua," jelasnya lagi.

1 dari 3 halaman

Evermos Dapat Suntikan Investor Rp115 Miliar

Evermos menyebut sudah memiliki 200 karyawan dan berpusat di Bandung. Aplikasi yang berdiri sejak 2018 dan rilis 1 Februari 2019 itu mengaku sudah mendapat suntikan dana investor. 

" Kami juga baru mendapat pendanaan Seri A sebesar Rp115 miliar," tambah Ilham. 

Suntikan itu berasal dari investor Alpha JWC Ventures, Jungle Ventures, dan Shunwei Capital. Rencananya, investasi itu akan digunakan untuk pengembangan aplikasi. 

" Kami akan membangun infrastruktur. Dana itu tujuannya untuk membangun ekosistem islam lewat digital," terangnya. 

Intinya, lanjut Ilham, Evermos ingin fokus menjadi jembatan antara pemilik brand dengan reseller.

" Jadi brand bisa menciptakan jalur distribusi, sementara reseller juga bisa mendapat uang lebih," ujar Ilham. 

 

2 dari 3 halaman

Model Bisnis Evermos

Dengan maraknya startup digital di Indonesia, Ilham sangat optimistis Evermos bisa bersaing.

 Co-Founder Aplikasi Evermos Ilham Taufiq © Co-Founder Aplikasi Evermos Ilham Taufiq (Foto: Ismoko Widjaya/Dream)

Chief Partnership and Strategy Evermos, Ilham Taufiq (Foto: Ismoko Widjaya/Dream)

 

Dengan model bisnis yang ada, Evermos kata Ilham, bisa menjadi perusahaan rintisan yang membangun ekosistem Islam dengan baik. Lalu, seperti apa model bisnis Evermos?

" Kami menjadi distribution channel. Misal, kami mendapat diskon 30 persen dari brand. Nanti kami akan memberi harga diskon 20 persen kepada reseller,"  Ilham blak-blakan. 

Apalagi, ditambah dengan banyaknya barang-barang kebutuhan muslim yang sudah tersedia di Evermos. Dari mulai fashon, jasa paket wisata religi, kuliner halal, sampai Alquran. 

" Saya lihat tidak ada teknologi yang membuat ekosistem Islam dengan baik. Kalau ojol itu driver, Evermos itu reseller,"  yakin Ilham. 

 

3 dari 3 halaman

Kenapa Segmen Muslim?

Dengan demografi 90 persen penduduk muslim di Indonesia, pemilihan segmen muslim menurut Ilham sangat realistis. Ditambah, dengan fenomena dan tren hijrah yang terus menanjak. 

" Ekonomi syariah sekarang tidak hanya hanya tren saja. Pemerintah juga mendukung lewat masterplan syariah yang sudah ada," ungkap Ilham. 

Ilham menegaskan Evermos sangat optimistis dapat survive. Pada prinsipnya, lanjut Ilham, Evermos mengutamakan kolaborasi. 

" Kami tak hanya sekadar bakar uang, tapi membangun ekosistem yang baik. DNA kita itu kolaborasi, kami merangkul semua orang," tegasnya lagi. 

Maka itu, kata Ilham, Evermos banyak berkolaborasi dengan beberapa brand. Dari fashion misal dengan Zoya, Elzatta dan lain-lain.

" Kami sampaikan kepada owner-nya. DNI kita itu kolaborasi. Kami mengimani rezeki itu ngga bakal tertukar. Sok imani lewat kamu suplai di sini," yakin Ilham. 

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya