Facebook Akan Hapus Sistem Pengenalan Wajah, Bersama 1 Miliar Arsip Wajah di Dalamnya

Reporter : Sugiono
Kamis, 4 November 2021 07:17
Facebook Akan Hapus Sistem Pengenalan Wajah, Bersama 1 Miliar Arsip Wajah di Dalamnya
Ada alasan tertentu yang memaksa Facebook yang kini bernama Meta untuk mencabut teknologi pengenalan wajah dan menghapus lebih dari satu miliar data di dalamnya.

Dream - Setelah heboh dengan mengganti namanya menjadi Meta, Facebook kembali membuat pengumuman yang cukup mengejutkan.

Kali ini Facebook memutuskan untuk untuk mencabut teknologi face recognition alias pengenalan wajah yang dibenamkan di aplikasinya.

Selain itu, Facebook juga akan menghapus faceprint atau arsip wajah lebih dari satu miliar penggunanya.

1 dari 5 halaman

Pengenalan wajah merupakan salah satu fitur yang dibenamkan Facebook dalam mengidentifikasi wajah pengguna dalam foto.

Dengan teknologi pengenalan wajah, pengguna akan dengan mudah melakukan tag terhadap pengguna lainnya melalui foto.

Namun, tidak semua orang suka dengan fitur ini karena dianggap tidak aman. Selain karena Facebook tidak memiliki rekam jejak yang bagus dalam menjaga privasi pengguna dalam beberapa tahun terakhir.

2 dari 5 halaman

Sekarang, Meta, nama Facebook yang baru, akhirnya menuruti keinginan sebagian pengguna yang tidak merasa nyaman dengan fitur pengenalan wajah ini.

Dilansir UberGizmo, Meta akan menghapus sistem pengenalan wajah untuk selamanya, bersama satu miliar lebih arsip wajah yang ada di dalamnya.

Sistem pengenalan wajah milik Facebook dianggap tidak aman.© Shutterstock

" Ada banyak kekhawatiran tentang teknologi pengenalan wajah di masyarakat, dan penentu kebijakan masih dalam proses memberikan seperangkat aturan yang jelas yang mengatur penggunaannya.

" Di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung ini, kami percaya bahwa membatasi penggunaan pengenalan wajah untuk penggunaan terbatas sangat tepat," ungkap Meta.

3 dari 5 halaman

Meta masih percaya pada potensi dan manfaat pengenalan wajah, tetapi tampaknya sampai 'keseimbangan yang tepat' ditemukan, perusahaan tidak akan lagi menggunakannya di Facebook.

" Setiap teknologi baru membawa serta manfaat dan selalu jadi pusat perhatian, dan kami ingin menemukan keseimbangan yang tepat (di antara keduanya).

" Dalam hal pengenalan wajah, peran jangka panjangnya dalam masyarakat perlu diperdebatkan secara terbuka, termasuk dampaknya," pungkas Meta.

4 dari 5 halaman

Facebook Ganti Nama Jadi Meta, Saham Perusahaan Ini Auto Melonjak, Berkah Nama Mirip!

Dream - Saham perusahaan material asal Kanada ikut melambung setelah Facebook berganti nama menjadi Meta (MVRS). Padahal perusahaan yang bernama Meta Materials ini tidak ada kaitannya dengan Facebook.

Banyak yang mengira Meta Materials adalah Facebook yang baru. Akibatnya, nilai saham Meta Materials naik 26 persen saat jam bursa di Nasdaq.

Menyadari hal ini, CEO Meta Materials, George Palikaras menuliskan cuitan di akun Twitternya, " Atas nama @Metamaterialtec saya ingin menyambut @Facebook ke #metaverse."

Perusahaan tersebut sekarang bernilai sekitar USD 1,33 miliar, pada harga saham saat ini.

Meta Materials adalah perusahaan yang bergerak di bidang rancangan material, biasnaya digunakan di industri seperti perangkat elektronik dan pesawat luar angkasa.

5 dari 5 halaman

Sebelumnya CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengatakan nama baru tersebut mencerminkan perusahaan yang diinvestasikan dalam metaverse.

Metaverse adalah dunia virtual yang membuat internet menjadi terasa nyata. Analis mengharapkan platform metaverse dapat menciptakan pengalaman lebih baik bagi konsumen yang menggunakan teknologi augmented reality dan virtual. Mulai dari mengembangkan video game hingga menggunakan kacamata pintar.

Meta Facebook© Shutterstock.com

Analis J.P.Morgan Doug Anmuth mengatakan akan ada potensi semu sektor bisa dilakukan virtual, seperti tempat kebugaran, tempat kerja, pendidikan, dan lain sebagainya.

" Mirip dengan strateginya saat ini dengan FB Family, kami yakin perusahaan berencana untuk meminimalisir biaya dari waktu ke waktu untuk memaksimalkan ekonomi kreator," jelas Anmuth.

Laporan: Alfi Salima Puteri

Beri Komentar