Gojek Luncurkan Layanan Video Goplay

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 26 September 2019 18:48
Gojek Luncurkan Layanan Video Goplay
Siap menantang Netflix.

Dream - Gojek menggebrak aplikasi pemutar video. Mereka berinovasi menghadirkan layanan video streaming Goplay.

Video-on-demand mirip Netflix ini diklaim memberikan akses lebih luas untuk konten unik dan berkualitas. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi solusi agar para pencinta film Tanah Air mudah menonton film buatan karya anak bangsa.

" Goplay merupakan inovasi terbaru Gojek, melengkapi ekosistem yang telah sukses berevolusi dari layanan ride hailing menjadi platform teknologi terdepan di Asia Tenggara," kata Kevin Aluwi, Co-Founder Gojek, di kantor pusat Gojek Jakarta, Kamis 26 September 2019.

Di sisi industri kreatif, terutama industri konten dan film, Goplay hadir sebagai wadah sineas untuk berkarya.

" Kami ingin menghadirkan sebuah rumah atau wadah dimana sineas atau konten kreator Indonesia bisa menyalurkan karyanya kepada masyarakat lebih luas," kata CEO Goplay, Edy Sulistyo.

1 dari 5 halaman

Ini Biayanya

 Gojek meluncurkan Goplay (Foto: Dream.co.id/Vika Novianti Umar)

Goplay menawarkan film dan serial buatan anak negeri yang berkualitas. Melalui konten Goplay Originals dan konten eksklusif lainnya, penonton dapat menikmati berbagai film menarik.

Pengguna Gojek sudah bisa mengunduh aplikasi Goplay di Playstore dan App store. Untuk harga berlangganan, pengguna bisa membayar Rp89 ribu per bulan.

Pengguna juga bisa membayar dengan harga Rp99 ribu untuk mendapatkan akses eksklusif GoPlay selama satu bulan dengan tambahan benefit voucher delivery GoFood senilai Rp 600.000 (60 voucher) yang bisa digunakan dalam satu bulan.

Laporan: Vika Novianti Umar

2 dari 5 halaman

Kini Bisa Pesan Kelas Fitnes Lewat Gojek

Dream – Tak hanya untuk kesehatan, saat ini fitnes sudah menjadi gaya hidup masyarakat, terutama di perkotaan. Itulah yang dilihat oleh PT Aplikasi Anak Bangsa atai Gojek sebagai peluang bisnis.

Dengan menggandeng DOOgether, Gojek merilis GoFitness untuk menjawab kebutuhan gaya hidup sehat dan aktif masyarakat.

“ Informasi mengenai tren gaya hidup sehat inilah yang melatar belakangi hadirnya GoFitness sebagai layanan terbaru Gojek,” kata Head of Third Party Platform Gojek Group, Sony Rhadityo, di Jakarta, Rabu 28 Agustus 2019.

Sony mengatakan, tren gaya hidup sehat juga tercemin dari prilaku pengguna aplikasi Gojek. Sejak tahun 2019, rata-rata lebih sebelas ribu pengguna yang melakukan perjalanan ke tempat-tempat fitnes dan kebugaran setiap bulan.

Dengan aplikasi GoFitness, tambah dia, masyarakat bisa melakukan reservasi kelas di ratusan studio olah raga di Jakarta dan sekitarnya.

“ Kami harap kehadiran GoFitness dapat semakin memacu masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup sehat dan aktif, ditengah kesibukan sehari-hari,” kata Sony.

3 dari 5 halaman

Bisa Dukung Gaya Hidup Sehat

Sementara itu, antusiasme DOOgether berkolaborasi dengan Gojek dipercaya mampu menjadi partner bisnis yang tepat untuk mendukung gaya hidup sehat.

" Sejalan dengan Gojek, peluncuran GoFitness ini merupakan salah satu perwujudan partisipasi aktif kami untuk meningkatkan perkembangan industri olahraga di Indonesia. Kami ingin mendorong semangat dengan menjadi ‘Teman Hidup Sehat’,” kata Chief Executive Officer DOOgether, Fauzan Gani.

(Laporan: Vika Novianti Umar)

4 dari 5 halaman

Bos Taksi Malaysia Protes dan Cibir Gojek Buat Negara Miskin, Ini Kata Manajemen

Dream – PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia) siap berekspansi ke Malaysia. Namun niat perusahaan mengembangkan sayap ke negeri jiran tersebut ditentang oleh perusahaan taksi setempat.

Yang menyakitkan, seorang pengusaha taksi di Malaysia menilai Gojek hanya pantas beroperasi di Indonesia karena termasuk negara miskin.

Pernyataan kontroversial pengusaha transportasi Malaysia itu tak lantas membuat Gojek patah arang. 

“ Gojek, pada dasarnya, sangat terbuka dengan kompetisi. Itulah yang memacu kami untuk berbuat yang lebih baik lagi,” kata Chief Public Policy & Government Relation Gojek Group, Shinto Nugroho, dalam “ Gerakan Online Nusantara” di Jakarta, Selasa 27 Agustus 2019.

 

 

Shinto mengatakan penolakan dari berbagai pihak itu membuatnya tertantang untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal.

“ Kalau mau berkompetisi yang sehat, boleh. Yang penting, kan, tidak monopoli,” kata dia.

Shinto mengatakan Gojek mendapatkan sambutan oleh pemerintah Malaysia.

“ Kami tentunya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh pemerintah Malaysia,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Bos Taksi Sebut Indonesia Negara Miskin

Dikutip dari Free Malaysia Today, founder Big Blue Taxi, Shamsubahrin Ismail, tak sepakat dengan rencana Gojek mengaspal di Malaysia, apalagi konsep ojek pnline. Ismail meminta pemerintah Malaysia fokus dengan masalah taksi online dengan yang konvensional terlebih dahulu.

Jika ojek online ini sampai “ goal”, Ismail menilai itu sebuah langkah mundur pemerintah.

“ Karier di Gojek tidak menyediakan masa depan yang menjanjikan. Para pemuda kita bisa berkarier lebih dari itu,” kata dia.

Ismail juga mengatakan Malaysia berbeda dengan Indonesia. Dia juga menyebut Gojek pantas berada di Indonesia karena rasio kemiskinannya tinggi, tidak seperti di Malaysia.

“ Gojek bisa beroperasi di Indonesia karena rasio kemiskinan tinggi sekali, tak seperti Malaysia,” kata dia.

Ismail juga mengatakan ojek online tidak pas berada di Malaysia karena budaya. Dikatakan bahwa perempuan di Indonesia bisa memeluk driver ojek online yang mayoritas adalah pria.

“ Tapi, bagaimana dengan Malaysia? Apakah kita mau melihat para perempuan kita memeluk para pengemudi di sini dan di sana?” kata dia.

(Sah, Laporan : Alfi Salima Puteri)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone