Grab Bebaskan Tagihan Penjual Nasi Bebek Korban Order Fiktif Rp40 Juta

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 3 Agustus 2019 14:00
Grab Bebaskan Tagihan Penjual Nasi Bebek Korban Order Fiktif Rp40 Juta
Tagihan pesanan tidak akan dibebankan ke pemilik warung.

Dream - Aplikasi perpesanan Grab menjawab keresahan yang dialami penjual nasi bebek asal kota Malang, Riski Riswandi dan Fitri Dwi Astuti. Pasangan ini mengeluhkan tentang palsu atau order fiktif.

Pemilik Warung Bebek Ciphuk disebut merugi hingga Rp40 juta.

Mendapat laporan tersebut, Grab memastikan pesanan fiktif tersebut tidak akan tercatat sebagai beban biaya bagi pemilik Warung Bebek Ciphuk.

" Grab tidak akan membebankan biaya apapun kepada pihak merchant," tulis Grab dalam keterangan resminya, Jumat, 2 Agustus 2019.

Manajemen Grab memastikan kerugian yang ditimbulkan oknum akan sesegera ditindaklanjuti. Grab juga akan memberikan informasi Riski mengenai peristiwa ini.

" Kejadian ini akan segera ditindak lanjuti karena kemitraan dengan para merchant merupakan prioritas bagi Grab dan merupakan pilar penting dari seluruh kegiatan operasional dan layanan kami," kata dia.

1 dari 6 halaman

Pesanan Ojol Fiktif, Penjual Nasi Bebek Rugi Rp40 Juta

Dream - Sepasang suami istri penjual nasi bebek di kota Malang, Jawa Timur, Riski Riswandi dan Fitri Dwi Astuti, merugi hingga Rp40 juta. Perkaranya, karena pesanan fiktif dari aplikasi ojek online.

Riswandi telah melaporkan masalah pesanan fiktif itu ke Polres Malang Kota. 

Laporan Liputan6.com, Riski dan Fitri merupakan pengelola warung makan Bebek Ciphuk di Pujasera Jalan Tumenggung Suryo, 17 D, Kota Malang.

Ketika hendak direnovasi, pengelola pujasera bersepakat dengan warung untuk tutup hingga perbaikan selesai.

Awal Juli, Fitri melapor secara online ke layanan GrabFood agar menutup akun warung di pujasera itu dan mengajukan pindah alamat.

Pada Sabtu hingga Senin kemarin, ada surat elektronik berisi pemberitahuan laporan total transaksi. Dalam sehari nilai transaksi yang terjadi sebesar Rp10 juta hingga Rp15 juta. Total keseluruhan transaksi tersebut kurang lebih Rp40 juta.

" Padahal warung saya kan tutup, tentu saja tidak pernah melayani pembelian apapun," kata dia.

2 dari 6 halaman

Cetak Nota Palsu

Dari rincian laporan itu terdapat detail transaksi pembelian dalam satu hari. Anehnya setiap transaksi selalu sebesar Rp125 ribu. Antara satu transaksi hanya berselang dalam beberapa detik hingga 15 menit saja.

Dugaan Riski dan Fitri terhadap kemungkinan pesanan fiktif menguat karena ditelepon pengemudi transportasi daring.

" Pengemudi itu mungkin berempati ke saya. Setelah itu segera saya cek ke bekas lokasi warung," kata dia.

Riski dan Fitri mengecek kondisi bekas warungnya pada Selasa, 30 Juli 2019. Di warung tersebut, banyak pengemudi ojol yang membawa nota palsu pembelian Bebek Ciphuk. Para pengemudi ojol itu tunggang langgang ketika diperiksa.

" Mereka cetak sendiri memanfaatkan layanan aplikasi kasir pintar," kata Fitri.

3 dari 6 halaman

Enggan Membayar

Kerugian yang dialami Riski yaitu porsi pembayaran dalam aplikasi ojol. Sebagai mitra pengelola Bebek Ciphuk wajib membayar 20 hingga 25 persen dari total transaksi tersebut.

Riski dan Fitri enggan membayar tanggungan itu lantaran sama sekali tidak pernah melayani transaksi sebenarnya.

Kepolisian Resor Kota Malang sendiri belum mau memberikan keterangan perihal laporan kasus pesanan fiktif ini. Sementara salah satu perwakilan Grab tidak menjawab saat dihubungi melalui telepon selulernya.

(Sumber: Liputan6.com/Zainul Arifin)

4 dari 6 halaman

Bikin Order Fiktif Rp300 Juta, Polisi Ciduk 10 Driver Online

Dream - Polda Metro Jaya menangkap 10 pengemudi transportasi online Grab yang diduga memanipulasi data pemesanan penumpang. Mereka ditangkap di Kembangan, Jakarta Barat pada Kamis, 25 Januari 2018.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan 10 driver tersebut adalah RJ, GJH, YR, FA, D, ET, PA, M, FF dan PE. Menurut dia, para pelaku memasang aplikasi khusus pada ponsel untuk menjalankan aksinya..

" Para pelaku memasang software khusus yang ada di handphone untuk dapat memanipulasi data informasi sistem," kata Argo saat dikonfirmasi, Jumat, 26 Januari 2018.

Argo mengatakan akibat pesanan palsu itu, Grab menelan kerugian ratusan juta rupiah. " Grab Indonesia dirugikan sekitar Rp300 juta," ucap dia.

Kini, polisi terus mengembangkan kasus tersebut. Sebab, polisi berkeyakinan masih ada oknum pengemudi taksi online lain yang melakukan aksi serupa.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 30 Juncto Pasal 35 Undangan-undangan Nomor 11 Tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara.

(Sah)

5 dari 6 halaman

Driver Taksi Online Terima Orderan Mistis ke Kuburan, yang Terjadi Selanjutnya..

Dream - Di dunia ini, sering terjadi hal-hal di luar logika. Sama seperti yang dialami seorang pengemudi taksi online yang satu ini.

Dikutip dari akun Instagram @makassar_iinfo, Sabtu 21 Juli 2019, seorang pengguna Facebook bernama Iwan Salim Irwan, berbagi cerita tentang nasib apes yang dialami temannya. Iwan mengatakan rekannya adalah seorang pengemudi taksi online.

Pada malam hari, temannya bernama Sahir menerima pesanan taksi di SD Puri Tamansari dan tujuannya ke pemakaman.

" Pas tiba di lokasi jemputan, si pengorder minta mobil dimajukan lagi," tulis Iwan.

Padahal, menurut dia, mobil sudah mentok tembok.

 

 Driver taksi online kerasukan.

6 dari 6 halaman

Kursi Belakang Terlipat Sendiri

Tiba-tiba, lanjut Iwan, customer bilang bahwa dia sudah ada di belakang mobil. Ponsel Sahir terlempar. Kursi belakang mobil pun terlipat sendiri.

Sang pengemudi lari ke luar mobil dan terlihat pucat. Dia pun kerasukan.

Di akun @makassar_iinfo, ada dua video sang pengemudi kerasukan. Di video itu, terlihat sang pengemudi menangis dan berbicara dalam bahasa Makassar.

Menurut informasi, yang merasuki Sahir adalah arwah korban pembunuhan. Dikatakan bahwa jin itu ingin menunjukkan jasad tubuhnya.

Beberapa warganet memberi tahu bahwa jin ini menceritakan dia korban pembunuhan. Jasadnya ditaruh di tempat sampah.

" Ceritanya dia korban pembunuhan. Minta tolong sama bapak driver, kepala nya dipukul pakai palu dan mayatnya dikubur di tempat sampah," tulis @av.anhaaaa.

" teriak kalau dia kesakitan, katanya kepalanya dipukul pake palu, terus jasadnya dikuburin," tulis @feggytarian_

Beri Komentar
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting