Hati-Hati dengan Aplikasi Ini, Bisa Sedot Uang di Rekeningmu

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 4 November 2019 15:30
Hati-Hati dengan Aplikasi Ini, Bisa Sedot Uang di Rekeningmu
Masih banyak pengguna yang memakai aplikasi ini.

Dream - Peneliti keamanan internet memeringatkan bahaya aplikasi papan ketik pihak ke tiga Android, Ai.type. Aplikasi ini secara diam-diam mendaftarkan penggunanya untuk pembelian jutaan konten premium tanpa izin.

Menurut The Next Web, perusahaan teknologi seluler, Upstream, mengungkap bahwa aplikasi Ai.type telah diunduh lebih dari 40 juta kali. Meski telah dihapus dari Google Play Store, pengguna aplikasi ini masih aktif.

Aplikasi Ai.type kerap mengirim iklan yang tak terlihat dan menghasilkan klik palsu. Aplikasi ini mengakses ke perpesanan, foto, video, dan kontak, serta penyimpanan perangkat.

" Ai.type melakukan beberapa aktivitas menyamar dengan identitas lain, termasuk menyamar untuk menipu aplikasi populer seperti Soundcloud. Trik aplikasi ini juga termasuk menyebabkan lonjakan aktivitas mencurigakan yang pernah dihapus dari Google Play Store," kata para peneliti.

Secara keseluruhan, Upstream mendeteksi 14 juta permintaan transaksi mencurigakan dari 110.000 perangkat yang mengunduh keyboard Ai.type. Aplikasi ini berpotensi memakan korban kolektif dengan total kerugian sebesar US$18 juta, setara Rp252 miliar.

Aktivitas penggunaan papan ketik ini tercatat di 13 negara. Angka ini secara signifikan meningkat di Mesir dan Brasil. Ai.type menjadi pembahasan karena kasus kebocoran data sebanyak 31 juta pengguna pada 2017.

Belajar dari pengalaman ini, selama beberapa bulan terakhir, toko aplikasi resmi iOS dan Android menemukan beberapa aplikasi yang melakukan penipuan dengan iklan.

1 dari 5 halaman

Heboh! Google Play Store Disusupi Virus Joker, Segera Hapus 24 Aplikasi Ini

 Ilustrasi

Dream - Para pengguna Android tengah dibuat ketar-ketir dengan beredarnya ancaman serangan virus jahat. Tak tanggung-tanggung, total ada 24 aplikasi yang diketahui telah disusupi malware di toko resmi Google Play Store!

Bernama Joker, malware ini akan membuat kamu melakukan langganan dan pembelian produk tertentu secara diam-diam.

Program jahat ini juga bisa menyimulasikan klik iklan, mengintip isi pesan teks di ponsel, hingga mencuri informasi perangkat dan daftar kontak.

Malware ini pertama kali ditemukan oleh periset keamanan CSIS Group, Aleksejs Kuprins, dan ditulis melalui Medium.com.

" Sejauh ini kami menemukan keberadaan Joker di 24 aplikasi yang secara keseluruhan telah terpasang lebih dari 427.000 kali," ujar Kuprins.

2 dari 5 halaman

Menyerang Indonesia

Kuprins juga mengungkap bahwa Joker hanya mengincar korban dari negar-negara tertentu. Sayangnya Indonesia menjadi salah satu yang ditargetkan.

Selain Indonesia, total ada 37 negara dari berbagai benua yang menjadi incaran Joker. Termasuk AS, Mesir, Perancis, Jerman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Singapura.

Belum diketahui siapa dalang di balik virus Joker ini. Akan tetapi, jika dilihat dari kode bot, komentar, komando, dan server kontrol, transkripnya ditulis dalam bahasa Mandarin.

Nama " Joker" berasal dari salah satu server pengendali (C&C) sang malware. Pihak Google dilaporkan telah menghapus ke-24 aplikasi yang ditunggangi Joker dari Play Store.

Apabila sempat memasangnya di perangkat, CSIS mengimbau pengguna Android untuk segera menghapus aplikasi-aplikasi dimaksud.

Berikut daftar selengkapnya.

3 dari 5 halaman

Daftar Aplikasi yang Disusupi

1. Beach Camera 4.2 
2. Mini Camera 1.0.2 
3. Certain Wallpaper 1.02 
4. Reward Clean 1.1.6 
5. Age Face 1.1.2 
6. Altar Message 1.5 
7. Soby Camera 1.0.1 
8. Declare Message 10.02 
9. Display Camera 1.02 
10. Rapid Face Scanner 10.02 
11. Leaf Face Scanner 1.0.3 
12. Board Picture editing 1.1.2 
13. Cute Camera 1.04 
14. Dazzle Wallpaper 1.0.1 
15. Spark Wallpaper 1.1.11 
16. Climate SMS 3.5 
17. Great VPN 2.0 
18. Humour Camera 1.1.5 
19. Print Plant scan 
20. Advocate Wallpaper 1.1.9 
21. Ruddy SMS Mod 
22. Ignite Clean 7.3 
23. Antivirus Security - Security Scan, App Lock 
24. Collate Face Scanner

4 dari 5 halaman

Hati-hati! Ada Virus Mata-Mata Serang Ponsel Android

 Hati-hati Ponsel Android Anda Bisa Diserang Virus Mata-mata

Dream - Modifikasi virus telah berkembang pesat. Tak hanya menyerang laptop dan komputer, virus kini juga dikembangkan untuk menginfeksi ponsel.

Kaspersky Lab mulai mendeteksi virus bernama stalkerware di sistem operasi Android. Kaspersky menyebut, sebanyak 58.487 pengguna Android tanpa sadar memasang virus ini di ponsel mereka pada 2018.

Dilaporkan CNet, yang mengutip Motherboard, virus ini kerap digunakan penguntit atau pelaku kejahatan untuk memata-matai si pemilik ponsel. Virus ini akan merekam aktivitas setiap pengguna bahkan, dapat melacak langkah dan kata yang dibuat.

Stalkerware juga akan mengirimkan akses data pribadi lain, termasuk lokasi GPS, pesan teks, foto, dan percakapan melalui mikrofon.

Anehnya, virus ini dijual secara bebas. Harganya hanya ratusan dollar. Bahkan beberapa orang menjual virus ini dengan harga US$68, setara Rp963 ribu, untuk langganan per bulan.

Peneliti Cornell University, Hunter College, dan New York University menemukan, pada 2018 banyak program virus tak menandai aplikasi pengintai yang dipasarkan. Sebab, dugaan awal, aplikasi itu berguna untuk melacak anak-anak atau barang curian.

5 dari 5 halaman

Tindakan Berbeda Anti Virus

Tapi, setelah menemukan bahaya lain, Kaspersky Lab menandai aplikasi penguntit sebagai virus.

" Sebagai hasilnya, kami sekarang menandai spyware komersial dengan peringatan khusus yang memperingatkan pengguna bahaya stalkerware," kata peneliti keamanan di Kaspersky Lab, Alexey Firsh.

Sementara itu, Symantex, perusahaan antivirus Norton, juga memblokir spyware dan stalkerwarre yang berbahaya bagi piranti lunak. Salah satu jenis perlindungan yang ditawarkan dari perusahaan ini yaitu memberi peringatan ke pengguna ketika diminta mengirim informasi lokasi.

Beda lagi dengan Malwarebytes. Perusahaan anti virus itu telah memblokir stalkerware sejak 2014.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone