Takut Jejak Digital Terbongkar, Mesin Bertarif Rp11 Ribu Ini Bikin Layanan Penghancur Hard Disk

Reporter : Alfi Salima Puteri
Kamis, 26 Mei 2022 12:01
Takut Jejak Digital Terbongkar, Mesin Bertarif Rp11 Ribu Ini Bikin Layanan Penghancur Hard Disk
Setelah selesai, pengunjung toko tersebut dapat memilih, meninggalkan drive di toko untuk dibuang atau membawanya pulang sebagai kenang-kenangan.

Dream - Jepang harus diakui sebagai negara nomor satu di dunia dalam hal teknologi dan sains. Para ilmuwan di Negeri Sakura itu banyak menciptakan berbagai inovasi yang tak produknya banyak dipergunakan negara di dunia.

Saking banyaknya inovasi yang dihasilnya, seringkali hasil ciptaan para inovator Jepang ini membuat orang terperangah karena bentuk maupun fungsinya. Seperti teknologi yang ada di sebuah toko di Jepang ini.

Toko tersebut menyediakan teknologi bernama Dark Past Final Disposal yang berfungsi memberi ketenangan kepada seseorang yang khawatir dengan data digital mereka. Alat ini mampu menghancurkan data digital yang dianggap berrpotensi membahayakan kehidupannya.

Data digital yang disimpan di hard disk termasuk salah satu yang bisa dihancurkan oleh inovasi ini.

1 dari 2 halaman

Ide Awal Penghancur Data Harddisk

Melansir Oddity Central, masyarakat Jepang yang ingin menghilangkan data mereka cukup mengunjungi toko tersebut dan meminta menghancurkan hard drive lama mereka di sebuah mesin khusus.

Untuk bisa mendapat layanan tersebut, pelanggan hanya diminta membayar 100 yen atau sekitar Rp11 ribu saja.

Toko yang terletak di basement sebuah gedung di distrik Akihabara ini sebenarnya telah memperkenalkan layanan tersebut pada tahun 2020.

Saat itu semakin banyak orang yang mulai mempertanyakan tentang apa yang terjadi pada data pribadi ketika mereka mengganti komputer.

2 dari 2 halaman

Cara Kerja Mesin Penghancur Data

Dari situlah ide tersebut muncul, yang membuat pemilik toko Dark Past Final Disposal Site ini membeli mesin penghancur hard drive profesional. Sang pemilik pun mulai menawarkan layanan tersebut kepada warga Jepang untuk membuang data mereka yang berpotensi membahayakan dengan aman.

Toko ini pada dasarnya menggunakan perusak hard drive profesional Nitto Zoki DB-60PRO. Siapa pun hanya tinggal masuk dan membayar biaya sebesar 100 yen, lalu menyerahkan drive yang ingin dihancurkan kepada staf di toko.

Drive tersebut akan dimasukkan ke dalam mesin. Setelah tombol 'on' ditekan, ada empat batang baja bertenaga hidrolik yang menembus penyimpanan data dan membuatnya berlubang, sehinga drive tidak dapat digunakan kembali.

Setelah selesai, pengunjung toko tersebut dapat memilih, meninggalkan drive di toko untuk dibuang atau membawanya pulang sebagai kenang-kenangan.

Beri Komentar