Ilmuwan Rancang Ponsel yang Bisa Deteksi Corona, Hasil Keluar Dalam 60 Detik!

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 20 Mei 2020 09:47
Ilmuwan Rancang Ponsel yang Bisa Deteksi Corona, Hasil Keluar Dalam 60 Detik!
Ide ini awalnya akan digunakan untuk mendeteksi virus Zika yang juga sempat menjadi pandemik global.

Dream - Para ilmuwan dan teknokrat terus berinovasi untuk mempercepat proses deteksi dini orang yang mungkin terinfensi virus corona. Dengan metode yang lebih sederhana dan bisa dilakukan mandiri, para ilmuwan tengah mengembangkan sebuah sistem deteksi Covid-19 melalui smartphone atau gadgdet lainnya. 

Dalam bayangan para ilmuwan, smartphone dan gadget itu nantinya akan mendeteksi ada tidaknya virus di tubuh seseorang dengan hanya menghembuskan napas atau bersin di depan perangkat mereka. 

Perangkat itu nantinya akan dilengkapi sensor yang akan memberitahu penggunaannya apabila dirinya terinfeksi virus corona atau tidak. Bahkan diklaim hasil deteksi menggunakan teknologi ini bisa diketahui hanya dalam waktu 60 detik.

1 dari 2 halaman

Pengembangan dari Deteksi Virus Zika

Awalnya pengembangan teknologi ini bertujuan untuk memerangi virus Zika yang ditularkan oleh nyamuk. Virus tersebut pernah memicu keadaaan darurat kesehatan global pada tahun 2016 dan dikaitkan dengan cacat lahir.

" Gagasan utamanya adalah memungkinkan seseorang untuk memiliki gadget mereka sendiri guna mendeteksi Zika di tempat-tempat yang mereka kunjungi," jelas Pemimpin proyek, Prof Massood Tabib-Azar, seorang insinyur di Universitas Utah di Amerika Serikat.

Prof Massood mengatakan rencananya memprogram sensor perangkat ini untuk mengidentifikasi virus corona sebagai pengganti virus Zika.

" Jika seseorang bernafas, batuk, bersin atau menghembuskan nafas pada sensor, alat akan mengetahui apakah pengguna menderita Covid-19 atau tidak," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Target Sudah Bisa Dibuat 3 Bulan Lagi

Harapannya aplikasi atau sensor perangkat deteksi virus corona tersebut dapat tersedia dalam waktu 3 bulan kedepan.

Pengguna bisa memasang sensor ke port pengisian daya ponsel, sebelum menempatkan air liur ke atasnya dan menunggu sensor berubah warna jika seseorang terinfeksi virus mematikan.

Diharapkan aplikasi ini tersedia dalam kurun waktu tiga bulan dengan harga £45 (Rp 730 ribu)

(Sah, Sumber: Dailystar.co.uk)

Beri Komentar