Kiamat Versi Ilmuwan: Ledakan Bintang, Suhu Minus 273 Derajat Celcius

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 27 Agustus 2020 17:40
Kiamat Versi Ilmuwan: Ledakan Bintang, Suhu Minus 273 Derajat Celcius
Alam semesta diperkirakan akan berakhir saat bintang berhenti bersinar dan memicu ledakan besar lubang hitam.

Dream – Para ilmuwan meyakini alam semesta akan berakhir jika terjadi sebuah ledakan bintang yang supermasif secara tiba-tiba. Proses itu tentu saja memakan waktu lama hingga jutaan tahun lamanya.

Alam semesta diperkirakan akan berakhir saat bintang berhenti bersinar dan memicu ledakan besar lubang hitam.

Dilansir dari Daily Star, ledakan itu disebut black dwarf supernova. Ledakan ini diperkirakan menjadi akhir dari dari alam semesta.

Ledakan supernova ini menurut para ilmuwan belum pernah terjadi sebelumya, sebab diperkirakan ledakan ini menjadi peristiwa besar terakhir yang terjadi di jagat raya.

Tentu saja perkiraan para ilmuwan itu menjadi hal yang perlu dimaknai bahwa manusia perlu memanfaatkan hidup dengan sebaik-baiknya sebelum masa itu datang.

1 dari 2 halaman

Suhu Alam Turun Jadi Nol Mutlak

Ilustrasi© Pixabay

Para ilmuwan menyebut ketika alam semesta akan berakhir maka suhu jagat raya akan turun menjadi nol mutlak, yaitu -273 derajat celcius. Proses tersebut tidak akan berakhir dalam satu momen yang dramatis, namun akan menjadi proses panjang yang berlarut-larut.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society menunjukkan bagaimana ledakan lubang hitam ini akan memancarkan cahaya terang untuk terakhir kalinya.

Penulis hasil penelitian sekaligus fisikawan teoritis di Universitas Illionis State, Matt Caplan, mengatakan proses menuju ledakan itu memakan waktu yang sangat lama.

“ Skala waktu ini sangatlah panjang. Kami memperkirakan lubang hitam terbesar itu mungkin akan menguap dalam skala waktu hanya sekitar 10 hingga 100 tahun,” kata Matt Caplan.

Ketika kilau cahaya terakhir memudar, maka tidak akan ada cahaya lagi yang tersisa di alam semesta ini.

2 dari 2 halaman

Dimensi Lain

Ilustrasi© Pixabay

Hasil penelitian itu didapatkan setelah para ilmuwan NASA mendeteksi alam semesta secara paralel. Namun para ahli fiksi ilmiah telah mengetahui tentang penelitian alam semesta secara paralel sejak awal tahun 1960-an.

Sementara itu para fisikawan telah melakukan perdebatan Panjang tentang alam semesta paralel sejak tahun 1952 dengan mempertanyakan apakah kita benar-benar hidup di multiverse.

Ahli Fisika Kuantum Erwin Schrodinger mengatakan bahwa perkiraan itu tampak gila, sejauh ini hanya ada sedikit bukti tentang dimensi di luar diri kita.

Tapi saat ini percobaan deteksi sinar kosmik telah menunjukkan bahwa partikel-partikel mungkin saja ditemukan berasal dari luar alam semesta kita atau dari dimensi lain.

Beri Komentar