Bandara Soetta Jadi Pionir Ekosistem Kendaraan Listrik

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 29 Januari 2020 06:41
Bandara Soetta Jadi Pionir Ekosistem Kendaraan Listrik
Dari transportasi umum sampai fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Dream - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) turut mendorong pemanfaatan kendaraan listrik. Bandara ini menciptakan ekosistem kendaraan listrik.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 28 Januari 2020, selain bekerja sama dengan Blue Bird dan Grab untuk penyediaan taksi mobil listrik, Bandara Soetta juga memiliki fasilitas pengisian kendaraan listrik.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, ingin bandara ini menjadi pionir dan leader untuk penggunaan kendaraan listrik di sektor pelayanan publik.

“ Kami berharap ekosistem ini dapat semakin berkembang,” kata Awaluddin di Bandara Internasional Soetta, Tangerang, Banten.

Dia mengatakan penggunaan mobil listrik sebagai transportasi publik membantu implementasi bandara yang ramah lingkungan. Selain itu, BUMN ini ingin mensosialisasikan penggunaan mobil listrik di sektor pelayanan publik.

“ Harapannya adalah di tempat lain juga menyediakan hal yang sama,” kata Awaluddin.

Saat ini sekitar 200 ribu penumpang pesawat dan 50 ribu pekerja dan visitor (non passenger) yang datang dan tiba setiap harinya di Bandara Soetta. Kondisi ini menjadikan Bandara Soetta sebagai tempat yang strategis dalam mengkampanyekan pengunaan mobil listrik.

“ Kami percaya kampanye penggunaan mobil listrik ini akan efektif, sehingga mendukung pemerintah yang menargetkan 2 juta populasi mobil listrik di Indonesia pada 2025,” kata dia.

1 dari 5 halaman

Beragam Transportasi Berbasis Listrik di Bandara Soetta

Di Bandara Soekarno-Hatta, sudah digunakan beragam alat transportasi berbasis listrik. Sebut saja Skytrain, Kereta Bandara, skuter GrabWheels, Segway, Boogie Car, dan Baggage Towing Tractor yang dipakai di sisi udara (air side).

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, mengatakan saat ini tengah dijajaki pembangunan fasilitas pengisian daya baterai mobil listrik untuk umum.

Dikatakan ada 30 titik pengisian kendaraan listrik yang bisa digunakan untuk umum.

“ Kami ingin semakin mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Soekarno-Hatta, bukan sekedar pemakaian mobil listrik saja tetapi juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap,” kata Agus.

PT Angkasa Pura II dan PT PLN juga telah menandatangani nota kesepahaman tentang Kerja Sama Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Dua BUMN ini akan bekerja sama dalam penyediaan infrastruktur pengisian baterai mobil listrik atau dikenal dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (PKLU). Ke depannya, konsep penggunaan sumber energi baru dan terbarukan (renewable energy) di bandara bandara Angkasa Pura II dapat diimplementasikan.

2 dari 5 halaman

Menhub Pesan 100 Mobil Listrik Buat Kendaraan Dinas Pejabat

Dream - Kementerian Perhubungan akan memesan 100 unit mobil listrik yang akan digunakan untuk kendaraan dinasnya termasuk para pejabat eselon I dan II.

“ Nantinya akan dipakai saya, jajaran di eselon I dan II,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dikutip dari Liputan6.com, Senin 27 Januari 2020.

 

 © Dream



Untuk saat ini Budi Karya belum bisa mejelaskan detail pemesanan mobil listrik tersebut. Namun dia kembali memastikan penggunaan mobil-mobil tenaga alternatif itu akan digunakan untuk kendaraan dinas para pejabat

“ Nanti akan ada pembahasan lebih lanjut,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Penggunaan Masih Minim

Pemesanan ini akan dilakukan untuk meningkatkan angka penggunaan kendarasan listrik yang saat ini masih minim di Indonesia. Pemerintah sendiri sudah menargetkan penggunaan mobil listrik pada 2025 sebanyak 2 juta unit.

“ Pengguna kendaraan listrik di Indonesia kurang dari 5 persen. Maka dari itu, kami tengah berupaya meningkatkannya. Salah satu caranya mulai dari para pejabat di Indonesia yang mengganti kendaraannya ke kendaraan listrik,” kata dia.

Upaya untuk mempromosikan pemakaian kendaraan listrik selanjutnya akan diarahkan pada penggunaan kendaraan angkutan massal yang sudah diprospek.

Tidak hanya itu, Budi Karya juga meminta pihak PT PLN (Persero) bisa lebih banyak menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraam Liatrik Umum (SPKLU).

" Titik-titik stasiun pengisiannya juga harus diperbanyak, supaya masyarakat bisa tahu secara pasti, jika pakai mobil listrik tidak susah pengisian dayanya," kata dia.


(Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

4 dari 5 halaman

20 Mobil Listrik Grab Resmi Beroperasi di Bandara Soetta

Dream - Mobil Hyundai Ioniq resmi beroperasi sebagai taksi online di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mobil ramah lingkungan karena tak mengeluarkan emisi buang ini dihadirkan oleh penyedia jasa transportasi online, Grab.

Untuk tahap awal Grab menyediakan 20 unit Ioniq di Terminal 3 Gate 2 Bandara Soetta. Perusahaan menargetkan akan menghadirkan 500 unit mobil listrik serupa yang beroperasi sebagai taksi online di Indonesia.

“ Kami menargetkan dalam setahun ini bisa membawa 500 unit Hyundai loniq untuk dijadikan taksi online Grab,” kata Ridzki Kramadibarata, President of Grab Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin 27 Januari 2020.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan keberadaaan taksi online ini mendukung Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Akseleresi Program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Budi Karya mengatakan mobil listrik bisa menjadi kendaraan yang mendukung konsep smart cities.

“ Di saat yang bersamaan, mobil listrik juga lebih ramah lingkungan serta minim biaya pengelolaan,” kata dia.

“ Kendaraan listrik ini diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas yang mengusung konsep smart cities

President Director Hyundai Motor Indonesia, Sung Jong Ha, menawarkan pengalaman berkendara yang pintar. Jong Ha mengatakan pelanggan bisa memanfaatkan teknologi canggih seperti Ioniq Electric.

“ Kami berharap pelangan Grab di Indonesia bisa menikmati kenyamanan mengendarai mobil elektrik yang ramah lingkungan ini,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Tarifnya?

Ridzky mengatakan pelanggan Grab bisa menjajal taksi online Ioniq. Pemesanan bisa dilakukan mulai pukul 12.00 WIB melalui aplikasi Grab.

“ Iya, langsung bisa dipesan di aplikasi GrabCar Elektrik,” kata dia.

Bagaimana dengan tarifnya? Ridzky mengatakan ongkos taksi listrik sedikit mahal daripada yang biasa.

“ Akan sedikit lebih mahal, berkisar 10-15 persen,” kata dia.


(Laporan: Michelle Rachel Evangelista Maramis)

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam