Pergerakan Kerak Bumi Melambat Akibat Covid-19, Kok Bisa?

Reporter : Reni Novita Sari
Selasa, 7 April 2020 07:33
Pergerakan Kerak Bumi Melambat Akibat Covid-19, Kok Bisa?
Dampak Positif Virus Corona untuk Dunia

Dream- Corona adalah pandemi dunia bukan masalah Indonesia saja. Maka setiap hari berita internasional menjadi santapan masyarakat Indonesia.

Setiap negara punya strategi sendiri-sendiri, namun dunia sepakat untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah.

Imbauan untuk tinggal di rumah ini memang bukan saja diberlakukan di Indonesia, tapi juga di negara-negara terdampak Corona Covid-19.

Cara ini dipercaya dapat memerangi penyebaran virus Corona. Tanpa disadari, para ilmuan kembali menemukan sisi positif dari pandemi virus corona atau Covid-19.

1 dari 3 halaman

Tindakan Memerangi Virus Corona di Seluruh Dunia Membuat Gerakan Kerak Bumi Lebih Tenang

 bumi© Ilustrasi foto : pixabay.com

Baru-baru ini para pakar seismologi di seluruh dunia mendapati adanya pengurangan kebisingan seismik (seismic noise) selama sebulan terakhir ini.

Kebisingan seismik, dijelaskan oleh Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, disebabkan oleh getaran-getaran kecil (mikroseismik) artifisial yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, seperti aktivitas pabrik dan kendaraan.

Sehingga, berkat adanya kebijakan untuk tetap tinggal di rumah yang berlaku di seluruh dunia untukmenekan penyebaran virus corona, getaran-getaran kecil artifisial di muka bumi ini pun berkurang dan kebisingan seismik menurun.

Inilah kabar gembira bagi bumi.

Hal ini pertama kali disampaikan oleh Thomas Lecocq di laman CNN, seorang ahli geologi dan seismolog di Royal Observatory di Belgia, pertama kali menunjukkan fenomena ini di Brussels.

Brussels menilai sejak seluruh negara mulai menerapkan penutupan sekolah dan bisnis dan langkah-langkah jarak sosial lainnya. Sejak pertengahan Maret, Ia melihat pengurangan 30% hingga 50% dalam kebisingan seismik.

Stasiun seismik di Brussel, misalnya. Lecocq berkata, pada hari biasa, stasiun yang dibangun lebih dari seabad lalu di tengah kota ini nyaris tak berguna karena terganggu oleh kebisingan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia.

Para pakar Belgia bahkan harus mengandalkan stasiun lain yang memanfaatkan pipa di bawah tanah untuk memonitor aktivitas seismik di area Brussel.

2 dari 3 halaman

Apa Dampak Berkurangnya Getaran Seismik?

 gempa© Ilustrasi foto : pixabay.com

Berkurangnya polusi tentu merupakan hal yang baik bagi Bumi kita, namun apa dampak dari berkurangnya getaran seismik?

Dengan berkurangnya kebisingan berarti seismolog dapat mendeteksi kejadian yang lebih kecil. Sehingga mampu mendeteksi gempa bumi yang lebih kecil dan peristiwa seismik lainnya.

Karena berkurangnya kebisingan manusia membuatnya lebih mudah untuk menangkap getaran halus di tanah.

Intinya, berkurangnya kebisingan seismik membantu para pakar di BMKG dalam membaca gelombang gempa. Sebab, gelombang, yang khususnya bersumber dekat kota, menjadi relatif lebih jelas.

3 dari 3 halaman

Berkurangnya Getaran Seismik Merupakan Tanda Bahwa Kehidupan Dunia Sedang Tidak Normal

Fenomena ini memang sangat langka, kata Lecocq, mengingat Brussel juga merupakan kota yang dibangun seabad lalu sehingga sulit untuk menangkap dengungan kecil.

Seismolog lain sependapat. Paula Koelemeijer memposting grafik di Twitter yang menunjukkan bagaimana kebisingan di London Barat begitu berubah setelah sekolah dan tempat-tempat sosial di Inggris.

Celeste Labedz, seorang mahasiswa PhD di California Institute of Technology, pun memposting grafik yang menunjukkan penurunan tajam grafik kebisingan di Los Angeles.

Namun, seismolog mengatakan, pengurangan kebisingan adalah pengingat serius akan virus yang telah membuat lebih dari satu juta orang terinfeksi, dan menewaskan puluhan ribu orang sehingga menghentikan ritme kehidupan yang normal.

Beri Komentar