Istana Mewah yang Dihancurkan 586 SM Ditemukan di Tengah Yerusalem

Reporter : Reni Novita Sari
Senin, 7 September 2020 15:12
Istana Mewah yang Dihancurkan 586 SM Ditemukan di Tengah Yerusalem
Wow, bagaimana bisa bangunan megah ini ditemukan masih utuh dan rapi?

Dream- Arkeolog Israel menemukan bukti sebuah istana megah dari era kerajaan Yahudi di Jerusalem. Istana ini dipercaya sebagai peninggalan Raja di Era Kuno.

Uniknya, para arkeolog menemukan sejumlah artefak dari istana itu terkubur dengan rapi. Padahal sejarah mencatat jika istana ini telah dihancurkan pada 586 SM.

Melansir Daily Star, struktur batu berukir rumit dan peninggalan lain terkait bangunan istana itu ditemukan sekitar 3 km di selatan Kota Tua Jerusalem. Untuk diketahui, Istana ini dibangun sekitar abad ke-8 atau ke-7 SM.

Seorang Direktur Penggalian bernama Yaakov Billig mengatakan istana itu kemungkinan besar bergaya proto-Aeolian. Proto- Aeolian merupakan ciri khas bangunan kerajaan. Hal ini pun semakin meningkatkan kemungkinan bahwa istana itu dulunya milik seorang raja.

1 dari 3 halaman

Bangunan yang Sangat Mewah

Di antara yang ditemukan di lokasi yang kini menjadi lingkungan Talpiot Timur itu ialah tiga batu berornamen dan bagian bingkai jendela mewah.

Menurut Otoritas Barang Antik Israel (IAA), temuan itu diidentifikasi sebagai konstruksi kerajaan periode Kuil Pertama (abad 10-6 SM) serta yang paling indah dan mengesankan hingga saat ini.

" Pucuk-pucuk pilar ini, identik dengan bangunan kerajaan dari periode Kuil Pertama [abad ke-10 dan ke-6 sebelum Masehi], adalah yang paling indah dan mengesankan dari yang ditemukan sampai saat ini," kata Otoritas benda Purbakala Israel (IAA) dalam sebuah pernyataan.

Temuan Istana© Foto : Pen News/Israel Antiquities Authority

2 dari 3 halaman

Dihancurkan pada 586 SM

Benda-benda ini ditemukan di kawasan East Talpiot, juga dikenal dengan sebutan Armon Hanatziv. IAA mengaku ‘sangat terkejut’ bahwa dua dari tiga pilar ditemukan terkubur sangat rapi, bertumpuk satu dengan yang lain.

Padahal mereka yakin istana itu kemungkinan dihancurkan saat pendudukan Babilonia di Yerusalem pada 586 sebelum Masehi.

" Pada titik ini, masih sulit untuk mengatakan siapa yang menyembunyikan pilar-pilar ini dari cara benda-benda tersebut ditemukan, dan kenapa dia melakukannya," kata direktur penggalian, Prof Yaakov Billig.

Tapi, dia menambahkan, " tak ada keraguan, bahwa ini adalah satu dari sejumlah misteri pada situs unik tersebut, yang akan kami berusaha ungkap."

Temuan Istana© Foto : EPA

3 dari 3 halaman

Milik Raja Kuno

Pada 586 SM, Yerusalem diperintah oleh delapan raja yang berbeda, lima di antaranya disebutkan dalam Alkitab sebagai nenek moyang Kristus. Sepertinya antara raja-raja kuno ini dan gaya artefak itu memiliki hubungan yang erat. Pahatan yang menghiasi pilar dikenal sebagai simbol visual periode Kerajaan Yehuda dan Israel.

Simbol itu dapat juga dilihat pada koin lima Shekel, mata uang Israel modern. Berdasarkan bukti tersebut, para ahli menduga pemilik bangunan itu bisa saja salah satu Raja Yehuda atau keluarga bangsawan kaya.

Temuan Istana© Foto : YANIV BERMAN/ISRAEL ANTIQUITIES AUTHORITY

Menurut IAA siapapun yang pernah tinggal di bangunan ‘monumental’ ini, dapat meilhat pemandangan yang ‘menakjubkan’ ke area yang kini dikenal sebagai Kota Daud atau Wadi Hilweh dalam bahasa Arab.

 

Sumber : Daily Star 

 

Beri Komentar