WhatsApp Bakal Bisa Diakses dari 4 Perangkat Sekaligus

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 13 Agustus 2020 19:33
WhatsApp Bakal Bisa Diakses dari 4 Perangkat Sekaligus
WhatsApp dikabarkan tengah mempermudah sistemnya dengan mengizinkan para pengguna untuk mengakses akunnya di empat perangkat sekaligus.

Dream - Siapa yang disini selalu mengeluh saat menggunakan WhatsApp Web karena harus menghubungkannya ke ponsel?

Nah, WhatsApp dikabarkan tengah mempermudah sistemnya dengan mengizinkan para pengguna untuk mengakses akunnya di empat perangkat sekaligus.

Saat ini, WhatsApp hanya mendukung satu perangkat melalui web WhatsApp yang memungkinkan pengguna menggunakan WhatsApp di laptop, asalkan ponsel harus terhubung ke internet. Namun, jika ponsel terputus, WhatsApp Web tidak akan berfungsi.

1 dari 6 halaman

Fitur terbaru WhatsApp akan memungkinkan pengguna menggunakan akunnya secara bersamaan tanpa perlu ponsel yang terhubung ke internet.

Fitur ini juga akan dirilis di sistem operasi Android dan iOS.

Selain itu, WhatsApp juga akan menambahkan fitur menonaktifkan obrolan group secara permanan.

Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak WhatsApp. Jadi, kita tunggu saja ya fitur-fitur terbaru ini!

(Sumber: World of Buzz)

2 dari 6 halaman

Tanpa Sadar WhatsApp Dimata-matai 9 Bulan, Suami Ceraikan Istri

Dream – Seorang pria Saudi tengah mempelajari hukum terkait istri yang mematai-matainya melalui aplikasi Whatsapp. Pria itu telah dimata-matai selama sembilan bulan melalui aplikasi WhatsApp, tanpa diketahui.

Lewat aksi itu, sang istri, yang merupakan seorang guru, mengetahui segala percakapan WhatsApp sang suami. Seluruh data dalam WhatsApp sang suami telah dia kopi.

Setelah aksi itu terbongkar, sang suami sang istri meminta pembagian harta gono-gini sebelum akhirnya bercerai. Tindakan istri pria itu dianggap sebagai sebuah pengintaian dan merupakan bentuk kejahatan informasi.

 

 

3 dari 6 halaman

Tidak menggunakan jaringan dengan akses gratis

Seorang ahli keamanan siber memperingatkan agar tidak menggunakan jaringan Wi-Fi gratis, yang banyak tersebar luas di bandara, kafe, dan hotel. Karena bisa menjadi salah satu gerbang bagi para pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksinya.

Bushra Al Hout, seorang manajer pengembangan bisnis, menjelaskan bahwa WhatsApp telah menarik perhatian para peretas. Dan bahayanya semakin meningkat ketika menggunakan Whatsapp Web.

Ia mengatakan, untuk mengetahui cara melindungi data dari akses yang tidak sah, dengan tidak menggunakan jaringan digital gratis dan ikon situs web yang tidak aman, serta mengamankan akun pribadi dan tidak membagikannya dengan orang lain.

 

 

4 dari 6 halaman

Tindakan ini dapat dikenai sanksi hukum

Penasihat hukum, Khaled Abu Rashid, mengatakan bahwa pengintaian seorang istri atas pesan Whatsapp suaminya merupakan kejahatan informasi. Dan dapat dikenai hukuman penjara satu tahun dan denda sebesar 500 ribu riyal Saudi. Hal ini terdapat dalam Pasal 3 Undang-Undang Kejahatan Maya.

Abu Rashid menambahkan undang-undang kejahatan dunia maya Saudi tidak mengecualikan anggota keluarga mana pun. Karena meretas ponsel oleh suami, istri, ayah atau saudara laki-laki adalah kejahatan informasi terlepas dari ikatan keluarga.

Abu Rashid memperingatkan pasangan agar tidak melakukan tindakan seperti itu. Karena hal itu adalah kejahatan yang dapat dikenai sanksi hukum.

5 dari 6 halaman

WhatsApp Web paling banyak digunakan untuk mematai-matai

WhatsApp Web adalah salah satu alat yang paling banyak digunakan saat memata-matai percakapan WhatsApp. Cukup masuk ke WhatsApp di komputer, untuk mengakses semua percakapan, baik saat ini maupun sebelumnya, dengan semua pesan dan file yang dibagikan.

Selain itu, WhatsApp hanya mengirimkan notifikasi ke ponsel saat login pertama kali dilakukan. Jadi jika seseorang yang ingin memata-matai menghapus pemberitahuan itu, maka hal tersebut tidak akan menyebabkan di peretas diketahui.

6 dari 6 halaman

Bagaimana cara menghindarinya

  1. Untuk mencegah seseorang memata-matai Whatsapp melalui versi web, lakukan dengan membuka setting dan melihat bagian Whatsapp Web. Kemudian jika ada perangkat yang tidak dikenali, segera keluar dengan mengetuknya.
  2. Beberapa tahun belakangan ini, cadangan perpesanan Whatsapp telah disimpan di Google Drive. Hal ini akan menambah keamanan ekstra.
  3. Selain itu, bagi peretasnya harus memiliki kode login yang dikirim Whatsapp melalui SMS saat masuk ke perangkat baru. Itulah mengapa sangat penting untuk tetap berhati-hati bila ada yang menanyakan kode verifikasi.
  4. Sering-seringlah mengecek daftar aplikasi yang dipasang diponsel yang kamu gunakan. Hapus segala aplikasi yang mencurigakan atau yang sekiranya tak pernah kamu instal.
  5. Selain itu, jika kamu merasa ponsel berjalan sangat lambat atau baterai yang terasa ceoat habis, padahal jarang digunakan, kemungkinan ponsel kamu sedang diretas dan digunakan dibelakang layar.  

(Sumber: gulfnews.com)

Beri Komentar