Yakin Hilal Takkan Terlihat, LAPAN Perkirakan Hari Idul Fitri Jatuh Lusa

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 11 Mei 2021 12:40
Yakin Hilal Takkan Terlihat, LAPAN Perkirakan Hari Idul Fitri Jatuh Lusa
Data astronomis menunjukkan tinggi bulan masih di bawah ufuk sehingga hilal mustahil dirukyat.

Dream - Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, memprediksi tidak akan ada perbedaan mengenai jatuhnya 1 Syawal 1442 H. Dia mengatakan berdasarkan data astronomis, Idul Fitri 1442 H akan jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021.

" Dari hasil analisis astronomis dengan garis tanggal berbagai kriteria yang digunakan di Indonesia, insya Allah Idul Fitri 1442 H akan seragam Kamis, 13 Mei 2021," ujar Djamaluddin, dalam akun Instagramnya.

Menurut Djamaluddin, pada saat Maghrib akhir 29 Ramadan 1442 H yang bertepatan dengan 11 Mei 2021, posisi bulan di bawah ufuk. Dia menyatakan hilal mustahil dirukyat.

" Semua hasil rukyat dipastikan hilal tidak terlihat," kata Djamaluddin.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Thomas Djamaluddin (@t_djamal)

1 dari 3 halaman

Belum Masuk Kriteria Wujudul Hilal

Bulan pada maghrib nanti di Indonesia belum memenuhi kriteria Wujudul Hilal. Demikian pula, hilal juga belum memenuhi kriteria tinggi 2 derajat.

" Kalau pun ada yang mengaku melihat hilal, itu akan ditolak sidang isbat," terang Djamaluddin.

Sehingga, Ramadan tahun ini akan diistikmalkan atau digenapkan menjadi 30 hari. " Sehingga Idul Fitri pada Kamis, 13 Mei 2021," kata Djamaluddin.

Sebelumnya, Muhammadiyah telah mengumumkan 1 Syawal 1442 H akan jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021. Berdasarkan hasil hisab, hilal dinyatakan masih di bawah ufuk.

Sedangkan Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat 1 Syawal 1442 H sore ini. Sidang ini akan digelar secara daring dan luring untuk menetapkan jatuhnya Idul Fitri.

2 dari 3 halaman

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Jatuh pada 13 Mei 2021

Dream - Pimpinan Pusat Muhammaddiyah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah jauh pada Kamis 13 Mei 2021. Keputusan itu termuat dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zuhijah 1442 Hijriah.

" 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis Wage, 13 Mei 2021 M," demikian salah satu poin maklumat yang ditandatangi Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dan Sekretaris, Agung Danarto, pada 26 Januari 2021.

Penetapan tersebut berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Saat dikonfirmasi, Haedar Nashir membenarkan Maklumat tersebut. " Betul (13 Mei hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H)," kata Haedar.

3 dari 3 halaman

Sidang Isbat Kemenag

Sementara, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal bulan Syawal 1442 H pada Selasa, 11 Mei 2021, bertepatan 29 Ramadan 1442 H.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dijadwalkan memimpin langsung sidang isbat. Sidang isbat dilakukan sesuai protokol kesehatan sehingga tidak semua perwakilan hadir secara fisik di kantor Kementerian Agama.

" Isbat awal Syawal digelar 11 Mei 2021 atau 29 Ramadan 1442 H secara daring dan luring," terang Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, di Jakarta, Rabu 5 Mei 2021.

" Sesuai protokol kesehatan, undangan untuk menghadiri sidang dibatasi, hanya dihadiri Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, serta sejumlah Dubes negara sahabat dan perwakilan ormas," sambungnya.

Menurut Kamaruddin, panitia juga menyiapkan aplikasi pertemuan dalam jaringan baik untuk peserta sidang maupun media. Sebab, peliputan akan dilakukan terbatas.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar