Wastafel Canggih, Punya Slot Diklaim Bisa `Mencuci` Smartphone dari Virus

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 22 Juli 2021 08:47
Wastafel Canggih, Punya Slot Diklaim Bisa `Mencuci` Smartphone dari Virus
Ternyata, wastafel canggih itu nggak hanya bisa bersihkan tangan.

Dream – Tak hanya lewat kontak fisik atau berdekatan, virus Covid-19 kini dapat menular melalui berbagai media yang digunakan pasien. Dengan bantuan udara, virus Sar-CoV-2 dalam kondisi tertentu juga bisa hidup beberapa jam di media-media tertentu seperti smartphone. 

Meski tak seharusnya membuat kita cemas berlebihan, hampir semua media bisa menjadi tempat bersarangnya virus tersebut. Terlebih smartphone yang tak pernah lepas dari genggaman dan mungkin terpapar virus dari pasien positif Covid-19 di dekat kita.

Selain harus lebih waspada, wabah Covid-19 juga membuat banyak orang muncul dengan ide-ide baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Salah satunya adalah wastafel untuk mencuci smartphone.

Dikutip dari Oddity Central, Kamis 22 Juli 2021, sebuah video di platform TikTok memperlihatkan wastafel berteknologi tinggi yang diklaim bisa membersihkan smartphone dari berbagai partikel berbahaya. video itu awalnya diunggah oleh @kensei_prochari_. 

Meski efektivitasnya menangkal virus masih harus dibuktikan, si pengunggah memperlihatkan sebuah wastafel mewah yang memiliki slot tipis untuk meletakkan smartphone mereka saat mencuci tangan.

Lebih dari sekadar tempat penyimpanan, slot tersebut dilengkapi sinar UV yang diklaim bisa membunuh virus dan bakteri.

1 dari 4 halaman

Fungsi UV Sterilizer

Seperti yang kita ketahui, UV Sterilizer memang belakangan ini menjadi populer. Alat canggih ini dianggap mampu membunuh virus yang menempel pada barang.

Setelah kamu selesai mencuci tangan, smartphone yang telah dibersihkan muncul keluar melalui slot yang sama. Slot tersebut akan mensterilasikan smartphone dengan cahaya berwarna biru.

Meskipun dalam video tidak disebutkan lokasinya, diperkirakan wastafel tersebut berada di Jepang.

 

(Laporan: Angela Irena Mihardja)

2 dari 4 halaman

Ilmuwan Klaim Temukan Sinar Ultraviolet yang Bisa Bunuh Virus Covid-19

Dream- Para ilmuwan terus mencari vaksin yang efektif untuk membasmi virus covid-19 yang telah menyerang hampir seluruh negara di dunia. Di tengah pencarian vaksin, sebuah jenis teknologi baru diklaim bisa mendisinfeksi ruangan dan barang dari mikroorganisme seperti bakteri, jamur, protozoa hingga virus, termasuk virus penyebab Covid-19.

Dilansir dari Indiatimes, teknologi tersebut menggunakan lampu atau alat steril dari sinar ultraviolet C (UV-C) dari hasil penelitiam tim ilmuwan di Columbia University Medical Center, Amerika Serikat. Teknologi tersebut mengklaim dapat membunuh virus corona di tempat umum.

Bahkan para ilmuwan yang mempublikasikan hasil temuannya dalam Scientific Reports mengaku sinar ultraviolet ini aman digunakan di sekitar manusia.

Studi ini dipublikasikan dalam American Journal of Infection Control. Mereka mengklaim bahwa sinar ultraviolet-C (UVC) dengan panjang gelombang 222 nanometer (nm) dapat membunuh virus SARS-CoV-2, tanpa menembus kulit manusia.

3 dari 4 halaman

Sudah Diuji Coba

Sebelumnya, peneliti dari Universitas Hiroshima di Jepang telah mempelajari hal yang sama dalam memberantas virus corona musiman yang secara struktural mirip dengan novel coronavirus tetapi tidak pada SARS-CoV-2 itu sendiri.

" Studi terbaru menunjukkan bahwa 222-nm UVC kurang berbahaya daripada 254-nm UVC karena sinar UVC jauh memiliki kedalaman penetrasi yang sangat terbatas di kulit atau mata, dan juga merupakan teknologi anti-mikroba yang efisien," kata studi tersebut.

Untuk penelitian tersebut, para ahli menyebarkan larutan 100 mikroliter yang mengandung virus corona ke piring polistiren steril berukuran sembilan sentimeter. Setelah itu, mereka membiarkannya mengering dalam lemari biosafety pada suhu kamar sebelum menempatkan lampu Far-UVC 24 sentimeter di atas permukaan pelat.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa 99,7 persen kultur virus SARS-CoV-2 terbunuh dalam paparan 30 detik terhadap radiasi UVC 222 nm.

4 dari 4 halaman

Aman di Kulit Manusia

Penelitian menemukan bahwa pada panjang gelombang 222 nm ini, UVC gagal menembus lapisan luar mata dan kulit manusia yang tidak hidup. Artinya bentuk radiasi UV ini tidak akan membahayakan sel-sel hidup di bawahnya.

UV© Foto : Health Europe

Para peneliti percaya bahwa ini juga merupakan alternatif yang ampuh untuk lampu kuman 254 nm UVC yang lebih merusak yang digunakan dalam mendisinfeksi fasilitas kesehatan. Namun, para peneliti juga menyebutkan bahwa mereka hanya menyelidiki kemanjuran 222 nm UVC dalam kondisi laboratorium.

" Kami tidak mengevaluasi teknologi ini dalam pengaturan dunia nyata, seperti permukaan meja," ujar para ilmuan.

Sekarang, mereka ingin mengevaluasi lebih lanjut keamanan dan efektivitas penyinaran UVC 222 nm dalam membunuh virus SARS-CoV-2 di permukaan dunia nyata, untuk menentukan apakah itu dapat digunakan untuk membunuh virus di kehidupan nyata.

(Sah, Sumber : Indiatimes)

Beri Komentar