Ketakjuban Renaldo Melihat Ponsel Usai Bebas Usai 37 Tahun Dipenjara

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 31 Maret 2021 12:42
Ketakjuban Renaldo Melihat Ponsel Usai Bebas Usai 37 Tahun Dipenjara
Renaldo menghabiskan waktunya di penjara, membuatnya tertinggal dalam penguasaan teknologi.

Dream - September 2020 menjadi momen berharga bagi Renaldo Hudson. Narapidana itu bisa menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman penjaran 37 tahun lamanya.

Karena dipenjara cukup lama, pria yang kini berusia 57 tahun tersebut bingung dengan kemajuan teknologi saat ini. Bahkan saat diberikan ponsel pintar untuk pertama kalinya, dia begitu takjub dan mulai menyadari telah berada di dunia yang berbeda.

Terlebih dengan adanya pandemi, teknologi digital berkembang pesat. Kondisi tersebut mendorong Hudson dan narapidana lain berusaha keras untuk beradaptasi dengan teknologi yang tak pernah mereka akses selama di penjara.

Ketika Hudson dipenjara pada 1983, ponsel memiliki berat sekitar 2 pon dan lebih besar dari batu bata. Versi awal internet telah lahir tahun itu meskipun tidak tampak seperti saat ini.

" Itu menghubungkan saya dengan dunia pada tingkat yang tak terbayangkan," kata Hudson, dikutip dari NBC News.

 

1 dari 2 halaman

Saat ini ada banyak layanan penting yang perlu diakses oleh para narapidana yang telah bebas. Seperti asuransi kesehatan, perawatan medis, lowongan kerja, dan tanda pengenal resmi.

Sebelum pandemi, orang dapat secara fisik pergi ke kantor layanan sosial, atau agen kepegawaian. Sekarang, semuanya online, dan hambatan untuk mendapatkan akses ke layanan tersebut jauh lebih besar.

" Ketika seorang Narapidana dipulangkan, kita harus benar-benar meluangkan waktu untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana menavigasi segala sesuatu," kata Wendell Robinson, manajer program keadilan restoratif.

Direktur eksekutif Proyek Penjara Illinois juga mengatakan hal senada. Sebagian besar kliennya berusia 60-70an dan kebanyakan dari mereka telah berada di penjara selama 30 tahun atau lebih sehingga banyak mengalami kegagapan teknologi.

18 negara bagian dan Washington telah menerapkan beberapa bentuk pembebasan belas kasihan tahun lalu untuk mengurangi kepadatan penjara. Para tahanan yang mendekati akhir masa hukuman serta lanjut usia dengan risiko lebih besar tertular Covid-19 dibebaskan.

 

2 dari 2 halaman

Banyak dari mereka yang belum mendapatkan literasi digital, tidak mengetahui dasar-dasarnya. Akibatnya, mereka terlalu gugup untuk meminta bantuan, karena akan terlihat sangat lambat dan banyak bertanya.

Selain mencari bantuan dari organisasi nirlaba dan perpustakaan umum, mantan narapidana juga mempelajari dasar-dasar teknologi dari anggota keluarga, teman dan saudara termuda mereka.

Robinson salah satu narapidana yang telah pulang pertama kali dan bertemu dengan keponakannya yang berusia 2 tahun mengaku terinspirasi oleh penguasaan teknologi anak masa kini.

" Anak kecil ini, dia berjalan-jalan menggunakan empeng di mulutnya, anak kecil yang dimanja, tapi dia mengangkat telepon dan menggunakannya seperti sedang berurusan dengan orang lain," kata Robinson.

Menurutnya anggota termuda di keluarganya bukan hanya yang paling paham teknologi, namun juga beberapa dari mereka telah menjadi pendukung terbesar dalam perjalanan pemahaman teknologinya.

Laporan: Yuni Puspita Dewi

Beri Komentar