Ilmuwan Usul Kirim 6,7 Juta Sperma dan Sel Telur ke Bulan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 16 Maret 2021 08:42
Ilmuwan Usul Kirim 6,7 Juta Sperma dan Sel Telur ke Bulan
Pembuatan bank sperma & sel telur sebagai upaya persiapan manusia dalam menghadapi krisis di Bum

Dream - Bermula dari kekhawatiran musnahnya populasi makhluk hidup, termasuk manusia, di bumi, sejumlah imuwan berencana mendirikan bank sperma dan sel telur di Bulan.

Para ilmuwan menyebut, pembuatan bank ini sebagai upaya persiapan manusia dalam menghadapi krisis di Bumi seperti bencana alam, kekeringan, asteroid, dan potensi terjadinya perang nuklir.

Bank sperma itu akan menjadi " polis asuransi global modern" yang bersiikan sperma dan sel telur dari 6,7 juta spesies di Bumi. Bank itu nantinya akan dibangun di bawah permukaan Bulan.

" Bumi adalah tempat yang mudah berubah. Karena ketidakstabilannya, penyimpanan di Bumi akan membuat spesimen rentan," kata Jekan Thanga, penulis penelitian Lunar Pits and Lava Tubes for a Modern Ark, dikutip dari New York Post, Senin 15 Maret 2021.

1 dari 7 halaman

Dalam pertemuan di Institute of Electrical and Electronics Engineers Aerospace Conference, Jekan Thanga dan koleganya dari Universitas Arizona, mengusulkan untuk memulai semacam eksodus planet dengan mendirikan gudang benih manusia di Bulan sesegera mungkin.

“ Kami masih bisa menyelamatkan mereka sampai kemajuan teknologi untuk kemudian memperkenalkan kembali spesies ini - dengan kata lain, simpan mereka untuk hari lain,” katanya Thanga.

Lebih lanjut ia mengungkapnya, saat ini ada banyak tumbuhan dan hewan yang terancam punah. Ia lalu menyebut letusan Gunung Toba di Indonesia 75.000 tahun lalu, sebagai alasannya.

Peristiwa itu, kata dia menyebabkan periode pendinginan 1.000 tahun dan sejalan dengan penurunan keragaman manusia.

2 dari 7 halaman

Biaya

Thanga menambahkan, dia terkejut dengan betapa " hemat biaya" misi tersebut. Untuk mengangkut 50 sampel dari setiap spesies (target 6,7 juta) dibutuhkan 250 peluncuran roket.

Sebagai perbandingan, 40 peluncuran diperlukan untuk membangun Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang berada di orbit rendah Bumi, yang berjarak jauh lebih dekat daripada Bulan.

" Ini tidak terlalu besar. Kami sedikit terkejut tentang itu," ungkapnya.

Sumber: New York Post

3 dari 7 halaman

Setelah Bumi, Sekarang Sudah Ada Peta Bulan

Dream - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seluruh permukaan Bulan telah dipetakan dan geologinya diklasifikasikan.

Pencapaian besar-besaran di bidang astronomi ini membuka jalan bagi pendaratan di Bulan yang lebih aman di masa depan.

Para ilmuwan dari USGS Astrogeology Science Center, bekerja sama dengan NASA dan Lunar and Planetary Institute, telah menghasilkan 'Peta Geologi Bulan Terpadu'.

4 dari 7 halaman

Dibuat dalam Skala 1:5.000.000

Dibuat pada skala 1:5.000.000, keberhasilan ini menandai puncak dari kerja keras ketiga badan yang fokus di bidang angkasa luar itu selama puluhan tahun.

" Orang-orang selalu terpesona oleh Bulan dan kapan kita bisa kembali," kata Jim Reilly, direktur USGS saat ini dan mantan astronot di NASA.

" Jadi, sungguh luar biasa melihat USGS menciptakan sumber daya yang dapat membantu NASA dengan rencana mereka untuk misi luar angkasa di masa depan," tambah Reilly.

5 dari 7 halaman

Menggunakan Data Lama dan Baru

Untuk melakukan pemetaan dan klasifikasi permukaan Bulan, peneliti USGS menggabungkan data lama dan baru. Sehingga dihasilkan deskripsi yang terpadu dari lapisan batuan di Bulan.

Untuk menandai era geologis yang berbeda di Bulan, peneliti USGS menggunakan warna yang berbeda pula. Misalnya, warna pink menunjukkan era Imbrian di Bulan.

Era Imbrian ini mendominasi permukaan Bulan yang menandai waktu di mana satelit alami Bumi itu dibombardir oleh asteroid dari luar angkasa.

6 dari 7 halaman

Manusia Kembali Mendarat di Bulan Tahun 2024

Perlu diketahui bahwa NASA saat ini sedang mempersiapkan misi pendaratan baru di Bulan.

Misi diperkirakan akan dimulai pada 2024 dan kemungkinan mengikutkan astronot wanita pertama yang berjalan di permukaan Bulan.

7 dari 7 halaman

Rusia Ciptakan Peta Bulan Tiga Dimensi

Sementara itu, Lembaga Penelitian Luar Angkasa Rusia sedang menciptakan peta Bulan dalam bentuk 3D untuk pertama kali dalam sejarah.

Peta berbentuk 3D ini untuk membantu pengintaian lokasi misi pendaratan di Bulan milik Rusia, Roscosmos, di masa depan.

Sumber: RT.com

Beri Komentar