Sidang Sengketa Pilpres, Sebaran Hoax Meningkat?

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 14 Juni 2019 14:08
Sidang Sengketa Pilpres, Sebaran Hoax Meningkat?
Wacana pembatasan muncul berkaca pada kasus 22 Mei.

Dream - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memantau perbincangan di media sosial selama sidang sengketa pemilu presiden 2019 digelar di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat, 14 Juni 2019.

Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu, berharap selama sidang berlangsung tidak ada pembatasan atau pelambatan media sosial. Langkah itu dilakukan bila terjadi peningkatan eskalasi berita bohong dan hasutan di medsos.

" Sejauh pemantauan kami pagi ini, belum ada peningkatan eskalasi hoaks dan hasutan," kata Ferdinandus, dilaporkan .

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebut wacana pembatasan akses ke sejumlah fitur media sosial saat sidang sengketa hasil pemilu 2019.

Wacana itu dia sampaikan karena berkaca pada penyebaran kabar bohong pada 22 Mei 2019. Dia menyebut, saat aksi 22 Mei ada sebanyak 600 URL konten hoaks per hari yang disebar.

" Kontennya memang menghasut masyarakat," kata Rudiantara. (Ism)

Beri Komentar
15 NOV 2019 | 15:00 WIB - Dear Netizen - Lolos Ke Piala Dunia, TIMNAS U-19 Menatap Dunia