Letusan Super Yellowstone Segera Terjadi? Cek Faktanya

Reporter : Sugiono
Kamis, 11 Juni 2020 10:36
Letusan Super Yellowstone Segera Terjadi? Cek Faktanya
Di masa lampau letusan super Yellowstone menghasilkan awan gas dan abu panas dengan suhu di atas 900 derajat Celcius.

Dream - Baru-baru ini para peneliti telah menemukan dua letusan super dari zaman kuno yang memengaruhi kelangsungan hidup titik panas Yellowstone di Amerika Utara.

Menurut Science Alert, dua peristiwa letusan yang baru ditemukan itu dinamai erupsi McMullen Creek yang terjadi sekitar 8,99 juta tahun yang lalu. Sementara letusan berikutnya yang terjadi sekitar 8,72 juta tahun yang lalu diberi nama erupsi Grey Landing.

Kedua letusan super itu secara signifikan mengubah linimasa aktivitas vulkanik jangka panjang dari Yellowstone. Sehingga di masa-masa selanjutnya terjadi letusan super yang jauh lebih jarang daripada sebelumnya.

1 dari 4 halaman

Letusan Terbesar dan Bencana Terluas

Penelitian terbaru ini telah diterbitkan awal bulan ini dalam jurnal Geology. Para ahli percaya dua letusan yang terjadi selama 9 juta tahun terakhir itu termasuk 'peristiwa gunung berapi terbesar dan bencana vulkanik terluas'.

Penemuan ini juga mengungkap fenomena baru di mana intensitas titik panas supervolcano Yellowstone melemah secara drastis.

" Tampaknya titik panas Yellowstone telah mengalami penurunan tiga kali lipat dalam kapasitasnya untuk menghasilkan letusan super," ujar Thomas Knott, pemimpin penelitian ini.

2 dari 4 halaman

Dampak Dahsyat Letusan Super Yellowstone

Untuk mendapatkan penemuan ini, para ilmuwan menggunakan kombinasi analisis kimia, magnetik, dan radio-isotop untuk menghubungkan endapan vulkanik seluas puluhan ribu kilometer persegi di Yellowstone, sebelum menggabungkannya dengan catatan geologis yang sebelumnya diperlakukan sebagai terpisah.

Letusan super pertama, yang dikenal sebagai erupsi McMullen Creek, berdampak pada sebagian wilayah Idaho modern seluas hampir 11.913 kilometer persegi.

Sedangkan letusan super kedua, yang disebut dengan erupsi Grey Landing, berdampak pada sebagian wilayah Idaho dan Nevada dengan luas hampir 23.050 kilometer persegi.

3 dari 4 halaman

Awan Gas dan Abu Panas

Kedua letusan super itu menghasilkan awan gas dan abu panas dengan suhu di atas 900 derajat Celcius yang menyebar dengan kecepatan supersonik.

" Sebaran awan gas dan abu panas itu meratakan semua yang ada di permukaan tanah," kata Knott, ahli vulkanologi di The University of Leicester.

Supervolcano Yellowstone telah meletus setidaknya 10 kali selama 16 juta tahun terakhir, menurut Live Science.

Dengan dua tambahan yang baru ditemukan, sekarang ada enam letusan super yang terjadi antara 23 juta dan 5,3 juta tahun yang lalu.

4 dari 4 halaman

Aktivitas Menurun Bukan Berarti Kewaspadaan Berkurang

Namun sejak terjadi dua letusan super, Yellowstone rata-rata memiliki rentang satu letusan setiap 1,5 juta tahun. Hal ini menunjukkan adanya penurunan peristiwa letusan super dari Yellowstone.

Knott mengatakan data baru ini menimbulkan pertanyaan tentang umur titik api vulkanik Yellowstone.

Titik api Yellowstone mungkin mengalami krisis sehingga aktivitasnya perlahan berkurang sebelum akhirnya mati.

" Namun, hanya karena aktivitasnya jauh berkurang, bukan berarti kita harus menurunkan kewaspadaan dalam mengantisipasi peristiwa bencana besar berikutnya - bahkan jika itu mungkin tidak terjadi selama ratusan ribu tahun," ujar Knott.

Mengawasi aktivitas Yellowstone merupakan keharusan. Bahkan jika aktivitas di wilayah Yellowstone sedang berkurang, itu tidak berarti bahwa itu belum aktif.

Sumber: IndianTimes.com

Beri Komentar