Main Trading Card Game Bisa Hasilkan Uang Rp7 Miliar

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 9 Agustus 2019 10:24
Main Trading Card Game Bisa Hasilkan Uang Rp7 Miliar
Ternyata `trading card game` masih digemari hingga hari ini. Fungsi dan kemampuan tiap kartu juga berbeda-beda.

Dream - Di era digital seperti saat ini sulit untuk mencari permainan offline yang tidak membuat pemainnya suntuk. Namun bukan berarti tak ada sama sekali gim offline yang bisa mengusir rasa bosan itu.

Salah satu model permainan offline tersebut adalah trading card game. Gim ini memang dirancang punya keunikan dan tidak membosankan.

Si pemain makin dibuat penasaran karena mereka harus merancang strategi agar bisa mengalahkan lawan.

“ Bermain trading card game dibutuhkan creative thinking dan strategi,” ujar Axton Salim, Direktur Eksekutif Salim Group saat Peluncuran Pokemon Trading Card Game (TCG), Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019.

Dikenal pertama kali lewat seri kartun pokemon, trading game ini akan hadir dalam format bahasa Indonesia. Gim ini dikenalkan lewat PT Anugerah Kreasi Gemilang (AKG) yang telah berkolaborasi dengan The Pokemon Company. 

“ Saya berharap semua orang bisa menikmati pokemon trading card dan game-nya. Baik dinikmati dengan keluarga ataupun teman-teman,” kata Kenjiro Ito, salah satu anggota Dewan Direksi perusahaan The Pokemon Company.

1 dari 5 halaman

Bermain Trading Card Dapat 500 USD?

 Peluncuran Pokemon Trading Card Game (Foto: Razdkanya Ramadhanty)

Peluncuran Pokemon Trading Card Game (Foto: Razdkanya Ramadhanty)

The Pokemon Company rutin menggelar Pokemon World Championships setiap tahunnya. Kompetisi ini diikuti para penggemar Pokemon Trading Card Game dari seluruh dunia.

Menurut Kenjiro, pemenang Juara Dunia Pokemon Trading Card Game akan mendapatkan uang tunai sebesar US$500 ribu, setara Rp7,1 miliar.

Nah, di tingkat nasional, rencananya akan digelar Pokemon Indonesia Championships. Pemenang kompetisi ini akan diundang untuk mengikuti ajang kejuaraan Pokemon World Champions 2020.

Saat peluncuran Pokemon Trading Card Game di Jakarta, Kenjiro berharap tahun depan akan ada perwakilan dari Indonesia.

(Sah, Laporan: Razdkanya Ramadhanty)

2 dari 5 halaman

Ngenes! Beli 1 Kartu Pokemon Rp835 Juta, Hilang Saat Dikirim

Dream - Kartu Gim Pokemon populer diantara penggemar kartun ini sejak dikenalkan pada 1996. Tidak mengherankan kartu Pokemon seri langka dijual dengan harga mahal.

Seorang penggemar di New York, Amerika Serikat (AS) menebus sebuah kartu Pokemon langka seharga US$60 ribu, setara Rp835 juta. Dia diketahui sudah mulai membeli kartu langka sejak setahun lalu.

Hingga kini, dilaporkan CNet, kartu Pokemon tersebut tak muncul di rumahnya. Kartu tersebut hilang saat dikirimkan.

Kabar itu disampaikan pemilik akun Youtube, smpratte. " Aku kenal pembeli dan penjualnya," ucap dia.

 Kartu Pokemon langka (CNet)

Kartu Pokemon langka (CNet)

Kartu Pokemon tersebut, kata smpratte, merupakan kartu Trainer Nomor 3. Kartu tersebut diberikan kepada peringkat ketiga kejuaraan Super Secret Battle, kejuaraan kartu Pokemon pada 1999.

Kartu ini berharga karena tak sembarang orang bisa mendapatkannya. Untuk itulah, kartu yang masuk kategori langka itu dijual mahal di eBay.

Kartu tersebut resmi terjual pada Agustus 2018.

3 dari 5 halaman

Harga Kartu Pokemon Ini Nyaris Rp 1 Miliar, Wow!

Dream – Pria ini mengkoleksi 31 kartu Pokemon. Dia terkejut melihat harga koleksinya.

Kartu-kartu yang dimiliki pria ini senilai lebih dari Rp900 juta. Enam kali lipat dari yang dia bayangkan.

Dikutip dari Next Shark, Kamis 18 April 2019, dalam acara televisi, pria bernama Yoshiharu Takahashi memamerkan 31 kartu koleksinya. Dia memperkirakan nilainya mencapai 1,2 juta yen (Rp151,08 juta).

 Koleksi kartu Yoshihiro Takahashi.

Tapi, kenyataannya lebih dari itu. Total nilai 31 kartu ini mencapai 7,68 juta yen (Rp967,59 juta). Sayangnya, tak dijelaskan cara pria ini mendapatkan 31 kartu itu.

4 dari 5 halaman

Ada Kartu Langka

Beberapa kartu yang dikoleksi Takahashi ternyata kartu yang langka. Kartu tersebut hanya diberikan kepada pemenang turnamen tertentu.

Misalnya, pria itu memiliki 4 lembar kartu Kanghakshan 34. Kartu itu adalah hadiah turnamen anak-anak pada Mei 1998. Harga per lembarnya mencapai 1,2 juta yen (Rp151,09 juta).

 Ada yang harganya tembus Rp100 juta

Ada juga kartu Lucky Stadium yang senilai 1 juta yen (Rp125,91 juta). Kartu ini diberikan dalam babak kualifikasi turnamen di Hawaii, Amerika Serikat.

Koleksinya ini berupa kartu Victory Orb/Victory Ring, Porygon/Eeve/Trainer Certification, No. 2 Trainer/No. 1 Trainer, dan Shining Charizard.  (ism)

5 dari 5 halaman

Ingat Kakek Pemburu Pokemon Pakai 9 Ponsel, Begini Nasibnya Kini

Dream - Umur Chen San-yuan boleh saja menginjak 70 tahun. Tetapi, aksinya tak bisa dianggap remeh.

Sebagai pria tua, Chen masih gemar memainkan gim Pokemon Go. Sejak 2016, Chen masih setia bermain dengan gim tersebut.

Dilaporkan NDTV, yang mengutip Efe News, Chen telah menangkap sebanyak 45 juta pokemon.

" Itu semua dimulai ketika putra saya memberiku ponsel sebagai kado ulang tahun, dan cucu saya mengajariku cara bermain Pokemon Go," ujar Chen.

Bekerja sebagai ahli Fengshui, Chen semakin keranjingan bermain Pokemon Go. Dia membagi waktu kerjanya. Di siang hari aktif sebagai konsultan Fengshui, namun di malam hari akan naik sepeda bergerak dan mencari Pokemon.

Pergerakannya mencari Pokemon membuatnya dikenali hampir seluruh warga Taipei.

" Sebelum menaiki sepeda untuk mencari pokemon, dia terlihat di taman-taman dengan ponsel sebagai penunjuk arah. Dia kemudian mendapat ide mencari Pokemon dengan bersepeda," kata Wang, tetangga Chen.

Berawal dari satu ponsel, Chen kemudian mempersenjatai diri dengan beragam gawai. Total dia menggunakan sembilan ponsel secara bebarengan untuk menangkap Pokemon.

" Karena kita cuma punya 10 jari," kata dia.

Usahanya bermain gim ini tak sia-sia. Pada Februari 2019, Chen didapuk sebagai duta merek gawai Taiwan, Asus. Dia tidak hanya berpartisipasi saat peluncuran Zenfone Max Pro M2, namun juga membawa 20 ponsel itu di sepedanya.

" Di Taiwan, sekarang, (Pokemon Go) tak lagi jadi mainan anak-anak, terkadang kita melihat sekumpulan orang dewasa bermain Pokemon," kata penggemar Chen.

Ternyata tak ada yang sia-sia jika dilakukan dengan tekun ya Sahabat Dream.

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri