Startup Olahan Apel Malang Raup Rp200 Juta per Bulan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 11 Mei 2020 09:13
Startup Olahan Apel Malang Raup Rp200 Juta per Bulan
Sang pendiri prihatin masih ada apel yang terbuang karena tidak layak jual.

Dream – Kota Malang terkenal dengan oleh-oleh apelnya. Ketenaran apel malang tak hanya santer di Indonesia, tetapi juga pasar internasional.

Nah, peluang ini ditangkap oleh startup pertanian, Syamsul Huda. Pria ini bisa meraup omzet hingga ratusan juta dari bisnis yang dia rintis.

Dikutip dari Merdeka.com, Minggu 10 Mei 2020, dengan alamnya yang sejuk, Kota Batu memang dikenal sebagai daerah penghasil buah Apel berkualitas.

Masyarakat di Batu pun banyak yang menjadi pengusaha buah apel. Peluang ini yang dibaca Syamsul Huda yang membangun start up pertanian. Syamsul Huda menekuni bisnis olahan dari buah apel sejak tahun 2001.

Semula, pria ini prihatin karena produktivitas apel saat itu turun. Hanya 70 persen panen petani yang layak jual. Sisanya, tidak.

“ Melihat keadaan ini, saya berinisiatif untuk mengolahnya agar dapat memberikan nilai tambah pada produk apel yang tidak layak jual,” kata dia.

Hal ini sejalan dengan rencana kerja Kementerian Pertanian mengenai peningkatan diversifikasi pangan dan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan sumberdaya lokal. Salah satunya adalah buah apel yang tidak lepas bagi pecinta diet sebagai menu utamanya.

Apel dapat diolah menjadi berbagai macam produk yaitu keripik, dodol, jenang, sari apel, manisan apel, bakpia apel, carang apel dan sirup buah. Jika dapat mengolahnya dengan baik dan benar, bisa jadi hal ini merupakan peluang bisnis yang menguntungkan bagi masyarakat secara luas.

1 dari 3 halaman

Raih Sukses

Kesuksesan dalam berbisnis olahan apel telah dirasakan oleh Syamsul. Berbagai prestasi pun telah disematkan kepadanya, di antaranya Juara I Wirausaha Muda UKM Award Parasamya Kertanugraha Propinsi Jawa Timur Tahun 2009, Juara I Sari Apel Terbaik Festival Apple Day Tahun 2015, dan 8 prestasi lainnya yang dapat mengangkat bisnisnya menuju puncak.

Semua itu didapat karena kegigihannya dalam berinovasi produk, menjaga dan menjamin mutu kualitas produk. Yang tidak kalah pentingnya, Syamsul selalu memberikan pelayanan prima agar pelanggan puas.

Berkat kegigihannya dan selalu menjaga kualitas produknya, omzet usahanya saat ini telah mendulang tinggi hingga Rp200 juta per bulan.

Direktur sekaligus owner CV. Bagus Agriseta Mandiri yang berdiri pada luasan tanah 750 meter persegi, telah memberikan peluang kesempatan pada masyarakat sekitarnya untuk mendapatkan pekerjaannya.

Sejumlah lebih dari 50 karyawan telah menjadi keluarga besarnya. Dalam berkarya Syamsul mengembangkan sayapnya dengan membuka kelas pelatihan, wisata edukasi dan kegiatan sosial.

" Saya berharap agar dapat memperluas daerah pemasaran produk ini agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," kata dia.

2 dari 3 halaman

Pandemi Corona Tak Boleh Stop Pertanian

Apa yang telah dicapai oleh Syamsul Huda sejalan dengan pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dalam berbagai kesempatan, dia mengatakan adanya musibah wabah Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti.

Kementerian Pertanian akan mengoptimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas pertanian, termasuk untuk ekspor.

" Pertanian tidak berhenti dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional serta meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia agar lebih baik, di mana sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional," kata Syahrul.

3 dari 3 halaman

Pangan Masalah Utama

Hal serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi. Ia menegaskan bahwa pangan adalah masalah yang sangat utama.

" Masalah pangan adalah masalah hidup matinya suatu bangsa. Sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm, terutama pasca panen dan olahannya. Banyak yang bisa dikerjakan untuk menaikkan nilai pertanian, khususnya pasca panen. Tuntutannya adalah petani harus berinovasi. Buat terobosan agar hadir produk-produk baru," kata dia.

Semangat ini, menurut Dedi, dimiliki generasi milenial. Untuk itu, Kementan terus mendorong hadirnya petani milenial yang diharapkan bisa turut mendongkrak produksi pertanian di Tanah Air dengan inovasi yang dilakukan. 

Beri Komentar