Matahari Buatan Korea Selatan Pecahkan Rekor Dunia Baru

Reporter : Ulyaeni Maulida
Selasa, 29 Desember 2020 17:13
Matahari Buatan Korea Selatan Pecahkan Rekor Dunia Baru
KSTAR mencetak rekor dunia baru karena berhasil mempertahankan plasma bersuhu tinggi selama 20 detik dengan suhu ion lebih dari 100 juta derajat celcius.

Dream - Korea Superconducting Tokamak Advanced Research (KSTAR) merupakan perangkat fusi superkonduktor yang juga dikenal sebagai matahari buatan Korea.

Baru-Baru ini, KSTAR mencetak rekor dunia baru karena berhasil mempertahankan plasma bersuhu tinggi selama 20 detik, dengan suhu ion lebih dari 100 juta derajat celcius.

Pada Selasa, 24 November lalu, Pusat Penelitian KSTAR di Institut Korea Energi Fusion (KFE) mengumumkan penelitian bersama dengan Universitas Nasional Seoul (SNU) dan Universitas Columbia Amerika Serikat.

Penelitian itu dalam rangka pengembangan matahari buatan Korea. Hal ini pun mendapat respons positif. Para peneliti akhirnya berhasil mengoperasikan plasma selama 20 detik dengan suhu ion lebih tinggi dari 100 juta derajat, yang merupakan salah satu syarat inti fusi nuklir dalam Kampanye Plasma KSTAR 2020.

Dalam percobaan 2018, KSTAR mencapai suhu ion plasma 100 juta derajat untuk pertama kalinya dengan waktu retensi sekitar 1,5 detik.

Dan pada 2019, waktu operasi plasma berhasil mencapai waktu 8 detik selama Kampanye Plasma KSTAR 2019 dan berlangsung sebanyak lebih dari 2 kali.

1 dari 2 halaman

Titik balik penting bagi teknologi

KSTAR© Foto: Youtube/KFE

 

Sejauh ini, ada perangkat fusi lain yang mampu mengatur plasma secara singkat pada suhu 100 juta derajat atau lebih tinggi. Namun, tak satu pun dari mereka mampu memecahkan penghalang untuk mempertahankan operasi selama 10 detik atau lebih.

Dalam percobaan tahun 2020, KSTAR meningkatkan kinerja mode Internal Transport Barrier (ITB), yaitu salah satu mode operasi plasma yang dikembangkan sejak tahun lalu dan berhasil mempertahankan status plasma untuk jangka waktu yang lama hingga mengatasi batasan operasi plasma suhu ultra-tinggi.

Direktur Si-Woo Yoon dari Pusat Penelitian KSTAR di KFE menjelaskan, " Teknologi yang dibutuhkan untuk operasi jangka panjang 100 juta plasma adalah kunci realisasi energi fusi, dan keberhasilan KSTAR dalam mempertahankan plasma bersuhu tinggi selama 20 detik akan menjadi titik balik penting untuk mengamankan teknologi operasi plasma berkinerja tinggi yang merupakan komponen penting dari reaktor fusi nuklir komersial di masa depan.”

Dr. Young-Seok Park dari Universitas Columbia yang berkontribusi pada penciptaan plasma suhu tinggi berkata, " Kami merasa terhormat untuk terlibat dalam pencapaian penting yang dibuat di KSTAR. Suhu ion 100 juta derajat dicapai dengan memungkinkan plasma inti yang efisien untuk durasi yang begitu lama menunjukkan kemampuan unik dari perangkat KSTAR superkonduktor dan akan diakui sebagai dasar yang kuat untuk plasma fusi dengan kondisi stabil dan berkinerja tinggi.”

2 dari 2 halaman

Melanjutkan percobaan

 

KSTAR mulai mengoperasikan perangkat tersebut pada Agustus lalu dan berencana untuk melanjutkan percobaan pembangkit plasma hingga 10 Desember.

Dengan melakukan total 110 percobaan plasma yang mencakup operasi plasma kinerja tinggi dan percobaan mitigasi gangguan plasma, yang merupakan percobaan penelitian bersama dengan penelitian dalam dan luar negeri.

KSTAR akan membagikan hasil eksperimen utamanya pada tahun 2020 termasuk dengan keberhasilan para peneliti fusi di seluruh dunia dalam IAEA Fusion Energy Conference yang akan diadakan pada bulan Mei mendatang.

Tujuan akhir KSTAR adalah berhasil dalam operasi berkelanjutan selama 300 detik dengan suhu ion lebih tinggi dari 100 juta derajat pada tahun 2025.

 

 

(Sumber: phys.org)

Beri Komentar