Ventilator Portabel Karya Anak Bangsa Sedang Dites

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 7 April 2020 15:33
Ventilator Portabel Karya Anak Bangsa Sedang Dites
Ventilator ini menggunakan komponen lokal.

Dream - Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, mengatakan, ventilator portabel buatan anak bangsa sedang diuji di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Ventilator portabel itu dibuat di bawah kendali Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), salah satu bagian dari BRIN.

" Kita berupaya membuat ventilator dalam negeri dan tim dipimpin BPPT sudah sampai pada tahap membuat portabel ventilator yang sudah diuji di antara dokter, saat ini sedang diuji Kemenkes. Sehabis ini, diuji di RS,"   kata Bambang, dalam keterangan resminya, Selasa 7 April 2020.

Seiring dengan banyaknya pasien Covid-19, keberadaan ventilator sangat dibutuhkan dalam jumlah besar untuk menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Sehingga, dia berharap dalam waktu dua minggu lagi ventilator portabel tersebut segera bisa diproduksi dalam jumlah yang besar.

" Paling tidak membantu untuk pasien yang non-ICU (intensive care unit) yang membutuhkan bantuan ventilator," ucap dia.

Selain itu, Bambang menyampaikan bahwa ventilator portabel tersebut hampir semuanya menggunakan komponen lokal. " Yang terpenting, TKDN (tingkat komponen dalam negeri) dari ventilator ini hampir 100 persen," ujar dia.

1 dari 5 halaman

Baca Cuitan Mau Sumbang Ventilator, Wamen BUMN Gercep Colek Elon Musk

Dream – Elon Musk, bos produsen mobil listrik Tesla, menawarkan bantuan ventilator untuk rumah sakit di seluruh dunia melalui akun twitternya @elonmusk. Cuitan Musk ternyata menarik perhatian Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin.

Dalam cuitan twiternya, Tesla memiliki ventilator bersertifikat FDA dan akan memberikannya cuma dengan syarat tertentu.

" Syaratnya, ventilator harus digunakan untuk kepentingan pasien, tidak disimpan di gudang. Silakan hubungi saya atau @Tesla," cuit Elon dalam bahasa Inggris.

Menurut Musk, ventilator tersebut telah bersertifikat FDA dan dia bersedia mengirimkannya ke rumah sakit di seluruh dunia melalui sistem pesan antar Teslan di tiap region.

" Biaya antar dan mesin grati," cuit Musk.  

2 dari 5 halaman

Tarik Perhatian Wamen BUMN

Menanggapi tawaran Musk, Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin, turut membalas tweet tersebut. Jumlah ventilator yang diminta pun tak main-main, mencapai 300-400 unit untuk memenuhi kebutuhan di 70 rumah sakit yang tersebar di Indonesia dan menangani pasien positif Covid-19.

Budi mengatakan Indonesia sedang membutuhkan ventilator secepatnya untuk menangani para pasien.

" Elon, kami mengelola 70 rumah sakit dengan 6.500 tempat tidur dan sedang mencari 300 hingga 400 ventilator secepatnya untuk menangani pasien baru. Harap hubungi saya di budi.g.sadikin@bumn.go.id," cuit dia dalam akun Twitternya @BudiGSadikin.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga membenarkan cuitan permintaan bantuan dari Budi tersebut. " Benar," ujarnya saat dikonfirmasi Liputan6.com.

(Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma)

3 dari 5 halaman

Elon Musk Kejar Moncong Roket Demi Rp85 Miliar

Dream - CEO SpaceX, Elon Musk membagikan video detik-detik ditangkapnya hidung roket Falcon 9 di lautan. Video tersebut diunggah Elon di Twitter pribadinya.

Dilaporkan Bussiness Insider, Falcon 9 diluncurkan untuk membawa satelit komunikasi. Roket itu diluncurkan di Cape Canaveral Air Force Station di Florida, Selasa, sekitar pukul 19.23. Satelit berhasil mendarat 31 menit kemudian.

 © Dream

Roket SpaceX Falcon 9 meluncur dai satelit komunikasi AMOS-17 di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida, Amerika Serikat, Selasa, 6 Agustus 2019.

Peluncuran berlangsung pada pukul 19.23 dan satelit itu mendarat 31 menit kemudian.

 

4 dari 5 halaman

Menghemat

Dalam video tersebut, nosecone, moncong roket, yang digunakan untuk melindungi muatan satelit jatuh kembali ke bumi. Moncong roket itu diselamatkan kapal, bernama Ms Tree di Samudera Atlantik. Kapal tersebut membawa jaring besar.

Ini bukan pertama kalinya Ms Tree berhasil menangkap bagian roket. Ms Tree juga melakukannya pada Juli 2019.

Musk mengatakan, menyelamatkan hidung roket berarti SpaceX menghemat US$6 juta, setara Rp85 miliar, dengan tidak harus membuat pengganti. Upaya ini merupakan langkah maju mendaur ulang bagian roket.

Meski demikian, usaha Ms Tree tidak selalu berhasil. Kapal itu pernah meleset saat menangkap obyek yang dijatuhkan dari helikopter.

5 dari 5 halaman

Ini Videonya

Rocket fairing falling from space (higher res) pic.twitter.com/sa1j10qAWi

— Elon Musk (@elonmusk) August 7, 2019

Beri Komentar
Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting