Youtuber PewDiePie Muak Namanya Disebut Teroris Penembakan Masjid Selandia Baru

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 15 Maret 2019 17:45
Youtuber PewDiePie Muak Namanya Disebut Teroris Penembakan Masjid Selandia Baru
Teroris pelaku penembakan brutal di masjid di Selandia Baru tersebut mengajak penonton menjadi subcriber akun youtube tersebut,

Dream - Teroris yang menyerang muslim di Masjid Christchurch, Selandia Baru menyeret nama Youtuber asal Swedia, PewDiePie yang memiliki nama asli Felix Arvid Ulf Kjellberg. Si pelaku penembakan keji itu mengajak penonton video aksi kejinya untuk menjadi follower dari akun youtuber tersebut. 

PewDiePie diketahui sebagai salah satu Youtuber dengan subscriber tertinggi di dunia dengan pengikut mencapai hampir 90 juta subscriber.

Dalam serangan teror yang ditayangkan langsung di media sosial, si teroris terdengar berteriak ke orang-orang agar men-subscribe kanal youtube PewDiePie.

" Subscribe PewDiePie," kata teroris tersebut, dikutip dari DW.com, Jumat, 15 Maret 2019.

Selang beberapa saat, PewDiePie, mencuitkan komentar. " Baru saja mendengar berita kehancuran dari Christchruch, Selandia Baru," kata dia.

PewDiePie tak menyangka sekaligus muak saat mendengar namanya ikut diseret teroris tersebut. " Saya muak karena nama saya disebut oleh orang ini," ujar dia.

PewDiePie kemudian mendoakan semua orang yang terdampak pada tragedi ini. " Hati dan pikiran saya untuk para keluarga korban dan semua orang yang terdampak tragedi ini," kata dia.

1 dari 4 halaman

Korban Tewas Penembakan Brutal ke Masjid Selandia Baru Jadi 49 Orang

Dream - Komisioner Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, menyebarkan data terkini korban serangan penembakan brutal ke Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch. Jumlah korban tewas meningkat menjadi 49 orang, sedangkan korban luka masih 48 orang.

Dikutip dari New Zealand Herald, Bush menyebut serangan itu dengan istilah 'menjijikkan'. Berdasarkan data yang didapatnya, 48 korban tewas di Masjid Al Noor di Deans Ave dan Masjid Linwood, sementara orang ke-49 meninggal di rumah sakit.

Seorang pria berusia 20 tahunan ditetapkan sebagai tersangka. Bush mengatakan tersangka dijerat dengan tuduhan pembunuhan.

Bush mengatakan perhatian pemerintah dan aparat kepolisian kini sepenuhnya ditujukan kepada mereka yang menjadi korban atas insiden ini dan keluarganya. Serta kepada rekan dari para korban dan orang-orang terkasihnya.

" Kami punya petugas di seluruh negeri yang memastikan setiap orang dalam keadaan selamat," kata Bush.

Bush mengatakan Christchurch memiliki 1.000 tenaga polisi. Seluruh polisi itu kini tengah berada di jalanan memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman.

2 dari 4 halaman

Ratapan Kesedihan Keluarga dan Kerabat Korban

Sejumlah keluarga korban merasakan kecemasan yang sangat. Mereka mondar-mandir di tepi jalan dekat masjid, berharap orang yang mereka cintai selamat.

Ratapan dan tangis terdengar begitu jelas. Mereka sedih menyadari orang terkasihnya tidak akan kembali untuk selama-lamanya.

" Kami pikir teman kami... kami pikir dia sudah pergi (meninggal). Terlalu banyak emosi," ujar salah satu kerabat korban, Mahdi Zougub.

Zougub bercerita saat sedang berjalan menuju Masjid Al Noor, temannya menelepon dan memberitahu ada penembakan. Zougub dilarang untuk masuk masjid.

" Saya bisa melihat jenazah korban. Sekarang kami hanya menunggu kisah tentang seseorang yang sangat kami rindukan. Kami hanya ingin masuk dan menemukan mereka," kata dia.

 

3 dari 4 halaman

Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru, Korban Tewas 40 Orang

Dream - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengkonfirmasi sekitar 40 orang meninggal dalam insiden penembakan dua masjid di Kota Christchurch. Sepuluh orang tewas di Masjid Linwood dan 30 lainnya di Masjid Al Noor di Deans Ave.

Penembakan terjadi sekitar pukul 13.40 waktu setempat. Saat itu, dua masjid tersebut sedang menggelar sholat Jumat. 

Dikutip dari New Zealand Herald, Ardern mengatakan situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dia juga menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan teroris.

Jacinda menduga serangan tersebut sudah dipersiapkan sebelumnya. Tingkat Keamanan Nasional pun dinaikkan pada level tertinggi.

Departemen Pertahanan mengerahkan lebih banyak polisi ke Christchurch. Empat orang ditahan terkait insiden ini, tiga orang pria dan satu wanita.

4 dari 4 halaman

Insiden Sangat Tragis

Komisioner Polisi, Mike Bush, melaporkan para pelaku sempat melakukan perlawanan ketika ditangkap. Sejumlah IED yang tersemat di kendaraan telah dijinakkan oleh tim Departemen Pertahanan.

" Insiden ini membawa dampak yang signifikan. Sangat-sangat tragis. Ada banyak orang yang terpengaruh," kata Bush.

Tetapi, Bush mengatakan pihaknya belum mengantongi identitas para korban. Dia juga menyatakan tidak akan menganggap tidak ada lagi pelaku.

Secara terpisah, PM Australia, Scott Morrison mengkonfirmasi salah satu pelaku berkewarganegaraan Australia yang tinggal di Selandia Baru. Morrison mengaku terkejut begitu mendapat informasi mengenai serangan tersebut.

" Kami berdiri di sini dan sangat mengecam serangan yang terjadi hari ini oleh kelompok ekstremis, sayap kanan, dan teroris," kata Morrison.

" Dia sudah merampas nyawa dalam serangan ganas, yang oleh banyak warga Selandia Baru disebut serangan pembantaian," kata dia.

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri