Misteri Gerakan Orbit Aneh Dua Bulan Neptunus

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 19 November 2019 10:48
Misteri Gerakan Orbit Aneh Dua Bulan Neptunus
Nasa menyebut gerakan itu sebagai `tarian penghindaran`.

Dream - Ilmuwan Badan Antarariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) menemukan pola aneh pada pergerakan tata surya. Penyebabnya, berasal dari dua bulan milik Neptunus, Naiad dan Thalassa.

Dua bulan berdiameter 100 kilometer tersebut disebut melakukan `tarian penghindaran` terhadap Neptunus.

Dibandingkan dengan Thalassa, orbit Naiad mengalami miring sekitar lima derajat.

" Kami menyebut pola berulang ini sebagai resonansi," kata fisikawan NASA Jet Prepolsion Laboratory, Marina Brozovic, dikutip dari Science Alert.

 Neptunus

" Ada banyak jenis tarian yang bisa diikuti oleh planet, bulan, dan asteroid, tetapi yang ini belum pernah terlihat sebelumnya," tambah dia.

Orbit kedua bulan kecil itu hanya berjarak sekitar 1.850 kilometer tetapi mereka memiliki waktu yang tepat dan koreografi untuk terus menghindari satu sama lain.

Naiad membutuhkan tujuh jam untuk mengelilingi Neptunus, sementara Thalassa punya waktu tujuh setengah jam.

1 dari 7 halaman

Orbit Naiad dan Thalassa

Seandainya kamu berada di Thalassa, kamu akan melihat Naiad lewat di atas dan di bawah dalam pola yang akan berulang setiap empat putaran. Para peneliti mengatakan manuver ini menjaga orbit tetap stabil.

Tim menggunakan data yang dikumpulkan antara 1981 dan 2016 dari teleskop di Bumi, Voyager 2, dan Hubble Space Telescope untuk menentukan bagaimana Naiad dan Thalassa berkeliling di orbit Neptunus.

Bulan-bulan ini merupakan dua dari 14 satelit yang dikonfirmasi untuk Neptunus, dan dua dari tujuh yang disebut bulan-dalam, sebuah sistem yang sangat padat yang terjalin dengan cincin-cincin redup.

Menurut para peneliti, penangkapan Triton, bulan Neptunus yang terbesar, akan menjelaskan asal mula Naiad dan Thalassa, dan cara mereka berputar yang tidak biasa.

Selain mencari tahu orbit Naiad dan Thalassa, studi baru ini juga dapat mengambil langkah pertama untuk menentukan komposisi bulan dalam Neptunus, yang tampaknya terdiri dari sesuatu yang mirip dengan es.

2 dari 7 halaman

Misteri Kawah Jezero di Mars

Dream - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Ameriksa Serikat (NASA) mengumumkan misi penjelajahan Kawah Jezero di Mars pada 2020. Kawah Jezero merupakan daerah geologis dengan kondisi endapan aluvial.

Ilmuwan menduga terdapat molekul organik purba yang terlihat melalui citra satelit. Selain itu diduga masih banyak hal yang tersimpan di kawan ini.

Dalam gambar siluet cahaya, terlihat bentuk 'cincin bak mandi' berkarbonat. Diduga menjadi tempat untuk menampung fosil.

 Kawah Jazero Mars (Foto: Science Alert)

Kawah Jazero Mars (Foto: Science Alert)

Dilaporkan Science Alert, misi penjelajahan Mars 2020 menaikkan kemungkinan kelayakhunian Mars. Robot penjelajah, Spirit dan Opportunity dikirim ke Mars dengan misi menemukan bukti air, baik kuno maupun modern.

Kawah Jezero dipilih dengan beberapa pertimbangan. Pertama, kawah ini merupakan daerah kuno, situs danau diperkirakan muncul sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu.

3 dari 7 halaman

Cincin Karbonat

 https://www.sciencealert.com/the-next-mars-rover-is-set-to-checkout-the-perfect-place-for-preserving-fossils

Karbonat dapat membuat struktur fosil berumur panjang yang dapat bertahan hingga miliaran tahun. Termasuk kerang, karang, dan stromatolit.

Para ilmuwan berpikir ada baiknya menyelidiki cincin karbonat di sekitar tepi Kawah Jezero untuk melihat apakah ada fosil di sana. Tidak ada yang tahu apa yang akan ditemukan di sana, di tepi kawah yang kaya karbonat.

Tetapi, bukti empiris lokasi tersebut merupakan tempat untuk mencari jejak alam Mars.

Sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Icarus menyajikan tampilan terperinci ke dalam keanekaragaman mineral di Jezero Crater, termasuk endapan karbonat di tepinya. Makalah ini berjudul, The mineral diversity of Jezero crater: Evidence for possible lacustrine carbonates on Mars.

4 dari 7 halaman

NASA Rekam Suara Mars

Dream - Mars terus menjadi teka-teki. Meski begitu, Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) menguji beberapa fenomena alam di Mars.

Melalui penjelajah NASA, InSight dilengkapi dengan " telinga" yang sangat istimewa. Alat yang tertanam di InSight itu bernama Seismic Experiment for Interior Structure (SEIS), yang dapat menangkap getaran halus seperti angin sepoi-sepoi.

Instrumen ini dibuat badan antariksa Perancis, Centre National d'Études Spatiales (CNES).

SEIS dirancang untuk mendengarkan marsquake. Para ilmuwan ingin mempelajari bagaimana gelombang seismik di planet Mars.

Tetapi, setelah seismometer diturunkan oleh lengan robot InSight, Mars tampak malu-malu. Gemuruh pertama Mars baru muncul sampai April 2019.

Gemuruh itu punya sinyal seismik frekuensi tinggi yang mengejutkan tim sains. Lebih dari 100 peristiwa yang terdeteksi hingga saat ini, sekitar 21 sangat dianggap sebagai gempa.

5 dari 7 halaman

Gempa

Kenakan headphone untuk mendengarkan dua dari gempa terdeteksi SEIS.  Peristiwa itu terjadi pada 22 Mei 2019 (atau menggunakan hari misi di Mars, sol 173) dan 25 Juli 2019 (Sol 235).

Suara itu berada jauh di bawah jangkauan pendengaran manusia. Sonifikasi dari SEIS ini harus dipercepat dan sedikit diproses agar dapat terdengar melalui headphone.

 

6 dari 7 halaman

Suara Mekanik dan Hembusan Angin

Selain susara gempa, SEIS juga merekam hembusan angin di Mars. Ilmuwan perlu memilah suara mana saja yang benar-benar berasal dari hembusan angin Mars.

" Sangat menyenangkan, terutama pada awalnya, mendengar getaran pertama dari pendarat," kata Constantinos Charalambous, anggota tim sains InSight di Imperial College London dilaporkan NASA.

" Kau membayangkan apa yang sebenarnya terjadi di Mars saat InSight duduk di lanskap terbuka," ucap dia.

 

7 dari 7 halaman

Suara `Tik`

Charalambous dan Nobuaki Fuji dari Institut de Physique du Globe de Paris menyediakan sampel audio untuk cerita ini, termasuk yang di bawah ini, yang juga paling baik didengar dengan headphone dan menangkap berbagai suara yang mereka dengar.

Tim InSight sempat mendengar suara aneh saat malam yang dijuluki dinks and donks.

Suara itu diduga muncul karena kontraksi panas, mirip suara `tik` usai mesin mobil mati dan mulai dingin.

Kamu dapat mendengar sejumlah dink dan donks ini dalam rangkaian suara berikutnya, yang direkam tepat setelah matahari terbenam pada 16 Juli 2019 (Sol 226).

Dengarkan baik-baik dan Anda juga dapat mendengar siulan menakutkan yang menurut tim mungkin disebabkan gangguan pada alat elektronik seismometer.

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal