Aplikasi Ovo Bermasalah, Ini Penyebabnya

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 5 November 2019 17:35
Aplikasi Ovo Bermasalah, Ini Penyebabnya
Manajemen Ovo mengajukan permohonan maaf.

Dream - Aplikasi keuangan digital, Ovo bermasalah pada Selasa, 5 November 2019. Aplikasi tersebut sempat tidak dapat digunakan untuk sejumlah transaksi.

" Saat ini aplikasi Ovo sedang mengalami error sebagai akibat dari gangguan jaringan yang mempengaruhi sebagian pengguna Ovo," ujar Head of Public Relations Ovo, Sinta Setyaningsih, dikutip dari Liputan6.com.

Sinta mengatakan masalah yang terjadi saat ini tengah dalam penanganan. Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna.

" Tim Ovo sedang berupaya untuk mengatasi kendala ini, kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna dan merchant Ovo," kata dia.

Netizen banyak mengeluhkan bermasalahnya Ovo. Hal ini ramai menjadi perbincangan di Twitter.

" Ovo down ya?" tulis beberapa orang warganet.

Sumber: Liputan6.com/Iskandar

1 dari 5 halaman

Akun Pembayaran 7-Eleven Diretas, Uang Pelanggan Raib Rp7 M

Dream - Sekitar 900 pelanggan 7-Eleven Jepang kehilangan uang dengan total 55 juta yen, atau setara Rp7 miliar, karena aksi peretasan. Peretas memanfaatkan penggunaan aplikasi 7pay.

7pay merupakan aplikasi pembayaran 7-Eleven. Aplikasi ini didesain dengan sistem memindai barcode milik pelanggan sebagai cara pembayaran.

Tetapi muncul masalah saat permintaan pengaturan ulang kata sandi dibagikan. Sistem pengaturan kata sandi yang buruk memungkinkan siapa saja bisa masuk dan menyetel ulang kata sandi akun milik orang lain.

Dilaporkan ZDNet, peretas hanya butuh mengetahui email yang digunakan seorang pemilik 7pay, tanggal lahir, dan nomor telepon. Dengan mode penyetelan ulang kata sandi, peretas bisa mengirimkan ulang kata sandi ke alamat email yang sudah dia buat.

Celah keamanan aplikasi ini juga mampu dieksploitasi peretas. Jika seorang pengguna yang tak memasukkan tanggal lahir mereka, aplikasi akan membuat setelan standar tanggal lahir menjadi 1 Januari 2019.

2 dari 5 halaman

Beri Ganti Rugi

7-Eleven telah mengetahui peretasan ini. Kondisi ini muncul karena para pelanggan mengeluhkan sistem pembayaran setelah pembaruan sistem pada 3 Juli 2019.

Perusahaan waralaba itu mengaku selama dua hari, peretas telah membobol 900 akun 7pay dan mentransfer uang senilai Rp7 miliar.

7-Eleven berjanji mengembalikan semua dana milik pelanggan yagn dicuri.

Polisi mengembangkan kasus peretasan ini. Beredar kabar polisi menangkap dua pria China berusia 20 tahun yang menggunakan akun 7pay orang lain. Tapi, tidak jelas apakah dua orang tersebut menjadi tersangka peretasan akun 7pay.

3 dari 5 halaman

13 Juta Akun Diklaim Diretas, Ini Jawab Bukalapak

Dream - Seorang peretas asal Pakistan bernama Gnosticplayers mengklaim telah meretas puluhan laman dan perusahaan terkemuka. Salah satu laman yang dia retas yaitu Bukalapak.com.

Gnosticplayers menyebut daftar data pengguna Bukalapak tersebut muncul pada seri terakhir penjualan database di laman gelap Dream Market.

Dilaporkan The Hacker News, sebanyak 13 juta akun yang terdaftar di Bukalapak telah dia kantongi dan dia jual ke laman itu.

Selain Bukalapak, laman kampus dan platform karir asal Indonesia, Youthmanual juga dia retas. Gnosticplayers menyebut telah menjual 1,12 juta akun yang terdapat di Youthmanual.

Gnosticplayer, bulan lalu membuat tiga putaran akun curian untuk dijual di pasar gelap Dream Market. Pada seri pertama penjualan, peretas ini menjual data 620 juta akun dari 16 laman.

Pada seri kedua penjualan, peretas ini menjual sebanyak 127 juta akun dari delapan laman. Sementara itu, pada seri ketiga sebanyak 92 juta akun dari 8 laman juga telah dia jual.

Pada masing-masing seri penjualan tersebut, Gnosticplayer mendapat uang digital sebesar 1.2431 bitcoin, atau US$5.000, atau setara Rp71 juta.

4 dari 5 halaman

Daftar daftar data yang diklaim telah diretas

Berikut daftar akun yang digali dan dijual di Dream Market milik 8 laman yang diretas.

Youthmanual - perguruan tinggi dan platform karir Indonesia - 1,12 juta akun

GameSalad - Platform pembelajaran online —1,5 juta akun

Bukalapak - Situs Belanja Online - 13 juta akun

Lifebear - Notebook Online Jepang - 3,86 juta akun

EstanteVirtual - Toko Buku Online - 5,45 Juta akun

Coubic - Penjadwalan Penunjukan - 1,5 juta akun

5 dari 5 halaman

Jawaban Bukalapak

Humas Bukalapak, Muhammad Fajrin Rasyid membenarkan adanya percobaan peretasan di laman jual beli tersebut beberapa waktu lalu.

" Namun tidak ada data penting seperti user password, finansial atau informasi pribadi lainnya yang berhasil didapatkan," kata Fajrin, kepada Dream.co.id, Senin, 18 Maret 2019.

Fajrin megnatakan, Bukalapak selalu meningkatkan sistem keamanan. Upaya itu dilakukan demi memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak dan memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan.

" Upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital.

Kami selalu menghimbau para pengguna Bukalapak untuk lebih memperhatikan keamanan bertransaksi," ujar dia.

Fajrin mengingatkan, pengguna Bukalapak untuk mengganti password secara berkala serta aktifkan Two-Factor Authentication (TFA) yaitu fitur yang diperuntukan mencegah jika ada penggunaan atau penyalahgunaan data penting dari device yang tidak dikenali.

" Kami juga menyarankan menjaga kerahasiaan password Anda dan menggunakan security guide yang sudah disediakan Bukalapak," kata dia.

Untuk menjaga kerahasiaan akun Bukalapak pengguna dapat mengakses tautan ini.  (ism)

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting